Kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Bukan karena ingin bermesum ria. Namun ini adalah momen langka aku lewatkan.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan." Beno menatap wajah aku sambil tersenyum. Tangannya tak henti mengusapkannya ke kepalaku karena basah.
"Tapi aku ingin lebih." Tajuk aku manja.
"Bukannya awal aku sudah sudah kasih servis lebih." Goda Beno sambil menaikkan alisnya.
"Tapi dia masih aja ngelirik aku ?" Preotes aku.
"Masalahnya kapan kita lewati hari spesial seperti lagi ?" Sanggahan Beno dengan memeluk tubuhku dari belakang. Dan ia menatap wajahnya di cermin.
Saat ini kami di dalam kamar hotel. Kami hanya berdua, untuk pertama kalinya.
Beno pacar aku, orang yang sibuk dengan dunia kerja dan hobinya. Meluangkan waktu sedikit saja jika bertemu, namun ia selalu menggunakan semua metode .Lelaki itu selalu iselalu mengutamakan kepentingan pribadi nya. Bagaimanapun juga juga
Kami berteduh, menyewa satu kamar untuk kami.
Orang akan berpikir mesum jika melihat kami masuk ke hotel melati. Yang kami pikirkan adalah kesehatan kami berdua.
Lagian diteruskan juga percuma hujan yang mengguyur kota sangat deras. Kami di sini hanya mengeringkan pakaian dan istirahat sejenak.
Karena kami sepakat untuk melakukannya jika sudah resmi dan halal.
Beno membantu aku mengeringkan rambut. Dan kami hanya mengobrol sambil menunggu OB yang membawakan laundry pakaian kami.
Beno tiduran di ranjang dengan asyik dengan smartphone nya. Dan aku di sampingnya tiduran tanpa komentar.Bersama. Nikmati apa yang terjadi.