ckiit..bruak...
tiba tiba sebuah motor sport merah terpelanting didepanku menabrak trotoar jalan yang sepi saat itu,kulihat seorang lelaki terkapar tak bergerak 50 meter dari tempat kejadian.
aku segera berlari menghampiri sosok itu untuk menyelamatkannya.
"hei,kamu tidak papa"tanyaku sambil berjongkok melihat keadaannya yang masih diam.
"hei bangunlah kau masih hidupkan,tanyaku lagi sambil menggoyang tubuhnya mencoba menyadarkannya.
"berisik banget sih,nggak tau apa orang lagi sakit malah teriak teriak",katanya sambil mencoba untuk bangkit.
"maaf,habisnya kamu sih nggak bergerak aku kan jadi takut"kataku sambil memapahnya untuk menepi ke pinggir jalan.
"aku bisa sendiri,sana mengganggu aja"katanya sambil menyingkirkan tanganku yang membantunya untuk berjalan.
"tapi kamu berdarah",kulihat darah mengalir dari pelipisnya yang robek.
"nggak papa,cuma luka kecil gini aja nggak akan bikin mati"
"serius,itu tapi itu bisa infeksi kalo nggak dibersihkan,belum lagi kalo ada luka ditempat lain,harus segera diobati"
"berisik,sudah ku bilang aku nggak papa"katanya berusaha berdiri tapi malah terjatuh.
"nah betulkan kataku,ayo kita periksa"
"nggak aku nggak mau kerumah sakit"
"kalo nggak mau ikut aku ketempat kerjaku,supaya bisa ku periksa"kataku sambil memapahnya berjalan kearah cafe tempatku bekerja yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari situ.kali ini dia tidak menolaknya.
kubuka pintu cafe dengan kunci cadangan yang kubawa.
"duduk disitu dulu,akan aku ambilkan obat sebentar"kataku sambil berjalan kearah dalam cafe yang bertuliskan "staf only".
"ini minum dulu obat penghilang rasa sakitnya kataku sambil memberikan obat dan segelas air untuknya.
kemudian ku bantu dia membersihkan luka yang ada dipelipis serta ditelapak tangannya.
"pelan pelan bisa nggak sih,sakit tau"
"maaf,"kataku sambil memasangkan plester pada lukanya."sudah selesai"
"kamu boleh pulang sekarang"katanya sambil berjalan menuju ruangan yang bertuliskan"office"
"tunggu mau kemana kamu,dilarang masuk kesitu"kataku berusaha mencegahnya masuk kekantor pemilik cafe.
"berisik,pulang sana aku mau istirahat"katanya mengusirku
"kalo istirahat jangan disana,itu ruang khusus bos,kalo kamu masuk kesana aku bisa dipecat nanti"kataku masih berusaha mencegahnya.
"aku bosnya siapa yang akan melarangku,sudah pulang sana aku mau istirahat"katanya sambil melangkah masuk keruangan terlarang itu.
aku hanya bengong melihat semua itu,ternyata dia bos misterius yang tidak pernah muncul itu,batinku.