sore itu cuaca sudah mulai mendung. runi dan kakaknya sari lagi asik bermain di teras rumah. tiba" angin kencang dari timur membawa air hujan. mereka ber2 lari masuk kedalam rumah karena takut basah kena air hujan.
hujan lama sampai malam hari g reda".runi dan ke2 kakaknya belajar. mereka mengerjakan pr untuk sekolah besok. tiba" lampu mati. bukannya takut, runi malah seneng karena kalau lampu mati biasanya pakai lilin buat penerangan. runi bisa belajar sambil mainin lilin.ternyata lampunya cuma mati sebentar.
tak berapa lama hujan juga mulai reda. ayah ngajak kakaknya yang pertama si doni untuk nyari siput dibelakang rumah."mas doni ayo nyari siput dibelakang rumah.pasti banyak yang keluar havis hujan" "iya yah ayo".runi pengen ikut tapi pr nya belum selesai."ayah aku mau ikut" "pr nya sudah selesai belum?" "belum (sambil nyengir)" "kerjain dulu pr nya,nanti nyusul sama mbak sari".runi buru" ngerjain pr nya.
pr sudah selesai. runi ngajak sari untuk menyusul ayah dan kakaknya kebelakang rumah."mbak ayo kita nyusul ayah sama mas doni" "iya ayo".mereka berjalan dengan santai meskipun jalan gelap cuma ada penerangan dipojokan rumah aja. runi dan sari nyampek dipojokan rumah.runi lihat ada orang dibawah pohon bajunya warna putih tapi menghadap ke timur.dan orang itu berdiri duduk berdiri duduk.kayak ngambilin sesuatu.runi kira itu ayahnya "yah ayah.yah ayah".runi panggil" ayahnya tapi nggak ada jawaban.runi masih melihat-lihat sekitar sana.dia melihat lagi didekat pohon pisang ada orang dengan baju yang sama warna putih.dia kira itu kakaknya.tapi yang disitu cuma diem aja menghadap ke selatan."mas doni.mas mas doni".dia panggil" kakaknya ternyata juga nggak ada jawaban.
sari ikutan manggil" ayah dan kakaknya.tapi nggak ada yang jawab.mereka lama disitu panggil" ayah dan kakaknya.runi sudah mulai agak merinding takut. akhirnya runi ngajakin sari balik kerumah."mbak ayo balik kerumah aja yok mbak" "...".sari belum mengiyakan dia sudah lari ninggalin sari.
sampai didalem rumah runi kesal karena ayah dan doni dipanggil" nggak jawab. dia mengira ayah dan doni ngerjain runi dan sari. sudah 1jam akhirnya ayah dan doni nyampek rumah. runi langsung tanya ke ayahnya. "kenapa tadi aku panggil" nggak jawab yah?" "ayah nggak denger kamu panggil. kapan kamu panggil ayah? " "tadi dibelakang. aku dan mbak sari lama panggilin ayah. tapi ayah nggak jawab aku dan nggak mau lihat aku" "lah ayah sama mas doni nggak dibelakang rumah.ayah ditimur rumah. disawah sana nyari siputnya"." lah tadi aku lihat ayah sama mas doni dibelakang.kalian pakai baju putih kan!" "siapa yang pakai baju putih habis hujan runi sayang.ayah pakai baju hitam.mas doni pakai baju biru".runi bertanya" didalam bathinnya "lah tadi yang aku lihat siapa? perasaan kayak ayah sama mas doni".
lewat beberapa hari runi kadang masih ingat kejadian itu.runi cerita ke temen" nya. temen"nya langsung bilang kalau itu pocis (pocong exis).
sudah lewat beberapa bulan. temennya runi ternyata juga lihat kalau dibelakang rumah runi ada pocis.
pernah dibelakang rumah itu dipakai buat usaha. tapi tidak sampai satu tahun usahanya tutup. karena banyak kejadian" aneh. akhirnya mau nggak mau harus ditutup.
runi sudah dewasa. dan dia sudah bekerja dikota.masalah waktu kecil dulu sudah jadi kenangan buat runi sendiri.