Aku sedang tersenyum senang saat ini, bahkan sangat bahagia. Seorang laki - laki yang aku suka sekarang berdiri gagah di samping ku dengan senyum manisnya.
Rangga Wijaya namanya, teman sekantor ku yang bisa di bilang dia senior ku kini baru 1 jam yang lalu menjadi suamiku.
"Kenapa Sayang."
Katanya melihat ku tersenyum memandangnya.
"Haus.?" Tanyanya, Dia memang perhatian sekali orangnya.
Aku menganggukkan kepalaku setelah itu dia turun dari pelaminan mengambilkan minum air mineral untukku.
"Minum Sayang."
Dia sudah membukakan tutup botolnya dan menyerahkan kepadaku.
"Makasih Mas."
Senyumnya meluluhkan hati, karena memang semua berawal dari senyumannya waktu itu saat pertama kali kita bertemu.
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah satu minggu aku bekerja di kantor, aku bertemu dengan seorang laki-laki di parkiran dia juga baru datang dan melepaskan helmnya.
Aku masih duduk saja di sepeda motor matic milikku sambil sesekali melirik kearahnya. Tanpa aku duga dia menoleh ke arahku dan tersenyum.
"Cakep." Dalam hati Ku.
Kemudian pergi dari parkiran itu dan aku masih terpaku dengan senyumannya barusan. Setelah aku sampai di ruangan ku aku masih suka tersenyum sendiri mengingat senyumnya.
"Kamu kenapa Ra." Kata teman baru ku.
"Nggak Sil, he he he..."
Teman ku hanya menggelengkan kepalanya saja mengira aku lagi stres kali karena deadline banyak. Kemudian datang seseorang ke ruangan ku untuk mencari temanku tadi dan tak ku sangka ternyata laki-laki yang aku lihat di parkiran tadi.
"Sil, mana draft nya."
Aku terpaku melihat ke arahnya, bahkan suaranya pun dapat membius ku.
"Ra, kenapa kamu suka sama Rangga."
"Oh... Rangga namanya." Dalam hati ku.
"Eh.. apaan kamu sih Sil."
Singkat cerita karena Silvi kita jadi sering ketemu dan kita juga sudah saling mengenal satu sama lain. Lama - kelamaan jadi curiga dengan ku dan akhirnya aku pun menceritakan jika sudah menaruh hati sejak pertemuan pertama kita diparkiran.
Silvi memang mulutnya ember dia menyebar gosip itu dan akhirnya aku jadi bahan ledekan teman-teman yang lain. Tapi seharusnya mungkin aku bersyukur karena ledekan orang-orang itu akhirnya Rangga mendekat dan dia menyatakan perasaannya setelah beberapa bulan kita sering mengirimkan chat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dan sekarang kita berdiri di pelaminan setelah dengan lancarnya dia mengucapkan ijab qobul tadi pagi.
Hal Terhebat di dalam hidupku dicintai oleh mu, Suami Ku Rangga Wijaya, semoga cinta kita akan bersama sampai di surganya.
😉😉😉😉😉