Kisah ini terjadi saat aku masih di zaman putih abu-abu . Waktu masa Orientasi siswa , seperti pada umum nya kami para siswa di suruh menggunakan atribut yang aneh-aneh .
Mengerjakan tugas yang bikin urat malu mendadak putus .
Seperti hari ini ,hari kedua ospek , aku melihat ada seorang siswi yang sedang berdiri di atas bangku sekolah sambil meneriakkan yel .. yel .. “ i love you , baby “ dengan sangat kencang dan lantang .
Ia juga mengibarkan sesuatu di tangan nya . Dengan rambut yang di kuncir banyak dengan pita warna warni dan kaos kaki panjang belang-belang .
Ingin rasa nya aku tertawa terbahak – bahak tapi aku takut kena hukuman yang lebih parah lagi .
“ Kenapa kamu senyum – senyum ?” tanya kakak senior ku sok galak ,sambil melihat arah pandangan mata ku .
Aku pun langsung menunduk , ternyata kepergok juga , batin ku .
“Ee .. eenggak kok kak “ jawab ku , sambil memejamkan mata . Aduuhh , batin ku .
“Oke , sekarang kamu naik ke meja itu dan .. teriak , i love you too baby , dengan kencang ya “ pinta nya.
Dengan menahan malu dan takut , aku naik ke atas meja yang ada di tengah lapangan .
Dan mulai berteriak “ i love you too baby .. “
“ Kurang kenceng , ayoo keluarin lagi suara nya .. jangan mau kalah sama yang di sana “ ucap nya sambil tolak pinggang .
Aku pun berteriak se kencang-kencang nya . dan membuat siapa pun yang lewat tertawa geli , kecuali para siswa – siswi yang di ospek , mereka hanya senyam senyum menahan tawa takut kena hukum .
Aku dan siswi yang berteriak i love you baby , seperti sedang sahut-sahutan , layak nya orang yang menyatakan cinta . Setengah mati aku menahan geli , aku berusaha untuk tidak tertawa . Walau pun kadang kelepasan juga , cekikikan setelah teriak .
Setelah hampir tiga puluh menit kami bersahut-sahutan akhir nya di suruh turun . Mau copot rasa nya tenggorokkan ku . Dan di berikan tugas lain yang tidak kalah memalukan nya .
Hari berganti sore , tiba saat nya kami semua pulang . Satu hari penyiksaan berlalu , batin ku sambil senyum dan berlari kecil menuju ke pemberhentian angkot di depan gang sekolah ku .
Aku belum saling mengenal dengan siswi lain karena begitu sampai sekolah langsung menuju lapangan dan setiap siswa atau siswi di berikan tugas aneh yang berbeda-beda . Tidak sempat berkenalan atau ngobrol . Paling hanya melempar senyum ketika berpapasan .
Hari ketiga ,aku mendapat tugas memakai sepatu yang berbeda . Dengan warna dan jenis bebas , asal tidak sama , berikut dengan kaos kaki pemain bola berwarna sebelah merah , sebelah nya lagi hijau . Rambut di suruh di kepang sepuluh dengan tujuh pita berwarna merah 2 buah , kuning ,hijau , oranye , dan ungu 2 buah. Alhasil ibu ku mengepang rambut ku bahkan sampai poni ku juga ikut di korbankan . Karena rambut ku bukan jenis yang tebal , dan juga rambut ku hanya sebatas pundak .
Masih menggunakan seragam putih biru , aku berangkat ke sekolah naik angkot . Memang peraturan nya di buat seperti itu , tidak boleh ada yang di antar jemput. Semua nya harus naik angkutan umum .
Dan setiap pagi sudah ada enam orang senior yang standby di sepanjang jalan raya tempat angkutan melintas . MuLai dari sebelum gang , sampai setelah melewati gang sekolah ku . Semua di jaga dan di awasi dengan ketat .
Hari –hari berikut nya pun sama , selalu di bikin aneh tapi seru sampai masa orientasi selesai . Diakhir masa orientasi , kami di perkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstra kurikuler . Dan di bagikan daftar kelas . Kami pun di suruh masuk kedalam kelas yang sudah ada masing-masing nama tertera di daftar yang di berikan tadi .
Sesampai nya di kelas , aku melihat siswi yang sahut – sahutan dengan ku , aku pun segera menghampiri nya.
“ Haii .. nama ku Ariana .. boleh tahu nama kamu ?” tanya ku sambil mengulurkan tangan kanan ku .
Dia pun menyambut uluran tangan ku “ Boleh , nama ku Devi “ jawab nya ramah sambil senyum . Sejak saat itu kami pun menjadi akrab , dan duduk sebangku di bagian kedua .
Para Pembina kegiatan ekstra kurikuler pun satu per satu masuk ke dalam kelas kami , menjelaskan tentang kegiatan nya dan para pengurus nya .
Sudah dua minggu berlalu dari hari terakhir masa orientasi , namun aku belum memilih ekstra kurikuler yang mana . Entah rasa nya aku tidak ada minat untuk mengikuti salah satu nya .
“Dev , udah tau belum mau ikut ekskul apa ?” tanya ku ke teman sebangku ku , Devi .
“Kayak nya aku mau ikut Paskibra deh , abis senior nya ganteng-ganteng “ jawab Devi sambil tersenyum malu .
“ Ooohh.. “ ucap ku kurang antusias
“ Iiihh kok Cuma oohh aja sih , Ri .. udah daripada kamu bingung , mending kamu temenin aku aja ikut ekskul Paskibra ya . yaa ..yaa.. “ ucap Devi sambil setengah memohon.
Aku yang memang belum ada minat , akhir nya setuju saja . Biar lah , biar Devi ada temen nya , batin ku . Aku pun menggangguk sambil senyum .
“Besok kita daftar bareng ya Ri .. “ pinta nya
“ Iya ya , Dev …” jawab ku sambil mengangguk – angguk kayak burung pelatuk .
Besok nya ketika jam istirahat pertama , Devi langsung mengajak ku daftar ke ekskul paskibra . Beruntung nya kami , ternyata hari ini pendaftaran terakhir . Devi senang nya bukan main sedangkan aku biasa saja . Setelah mendaftar kami pun segera ke kantin untuk beli cemilan takut keburu bell masuk berbunyi .
Istirahat pertama hanya lima belas menit . Sedangkan istirahat kedua selama empat puluh lima menit . Sekolah kami pulang nya jam dua siang .
Esok nya seluruh peserta paskibra di minta berkumpul di lapangan setelah pulang sekolah . Uuuhh lagi panas-panas nya nih , batin ku .
Setelah bel pulang sekolah berbunyi , Devi langsung mengajak ku ke lapangan . Namun aku minta mampir dulu ke kantin untuk beli minuman dingin . Devi pun mengiyakan .
Sampai lah kami di lapangan dan segera mengambil posisi berbaris , mengisi posisi yang masih kosong . Setelah semua berkumpul , aku melihat ke semua barisan , ternyata banyak juga yang ikut ekskul paskibra , batin ku . Ini pasti gara-gara kakak senior nya ganteng deh , pikir ku . Memang sih ku akui ada satu senior yang menarik menurut ku . Tapi aku tidak ingat nama nya .
Kakak – kakak senior bergantian memberikan pengarahan dan jadwal latihan .
Kemudian mereka juga memberi tugas untuk membuat sebuah surat cinta kepada kakak senior . Yang siswi harus ke kakak senior yang cowok , begitu pun yang siswa harus ke kakak senior yang cewek . Kemudian mereka memperkenal kan diri kembali , menyebutkan nama masing-masing .
Ketika senior cowok menyebutkan nama nya , kulihat banyak siswi yang senyum-senyum .
Sebenar nya ada sekitar empat senior cowok yang ganteng . Dan ada satu yang menarik perhatian ku , orang nya terkesan cuek , kalem , tapi ganteng . Akhir nya aku pun tahu nama nya ,dan ku ingat dalam hati agar tidak salah saat menuliskan nama nya di surat nanti .
Dia lah , ARIO REVANKA .
Setelah selesai , kami di perbolehkan pulang . Sedangkan surat itu harus di kumpulkan besok pagi ke kakak senior yang di tunjuk mengumpulkan surat – surat dari anggota baru paskibra .
Malam hari nya , aku mencoba membuat surat cinta di bantu kakak ku , karena aku belum berpengalaman jadi tidak tahu harus menulis apa .
Akhir nya aku berdua kakak mengarang kata – kata pujangga yang isi nya :
Dear Kak Ario Revanka ,
Salam kenal dan salam hangat dari aku , anggota paskibra baru . Maaf sebelum nya kalau aku memilih kakak , karena memang kakak berbeda dari yang lain . Dari yang aku lihat sekilas , kakak itu cool dan berkharisma .
Dan satu lagi , kakak lebih ganteng dari yang lain .
Itu lah sebab nya aku sudah suka sama kakak dari pandangan pertama , pertama kali melihat kakak masuk ke kelas dan mengenal kan paskibra .
Bagi ku melihat kakak saja sudah cukup , cukup membuat aku bersemangat datang ke sekolah dan juga ke tempat latihan paskibra .
Asal ada kakak , aku mah latihan kapan aja hayuuuuu .. hehe
Terimakasih sudah membaca surat ku ya , ka ..
Dari
Your Secret Admirer
Besok pagi nya , ketika bertemu kakak senior paskibra yang bernama , kak Cida , segera ku serahkan surat ku , supaya tidak keburu lupa .
Waktu terus berlalu , paskibra kami beberapa kali menjuarai lomba . Hubungan kami biasa – biasa saja , bahkan sudah seperti kakak beradik . Saling bantu , saling support dan saling menjaga .
Sampai tiba kak Ario pun akhir nya lulus dan masuk kuliah . Aku pun naik ke kelas dua belas , dan sudah gantian jadi senior .
The End.