Yesa Pratama dan Yesi Purnama adalah dua anak kembar ku yang lahir tanpa ayah, karena ayah mereka telah meninggal saat aku dibawah ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mobil.
Kini aku Anita Maharani telah membesarkan kedua anak kembar ku seorang diri, dan hanya ditemani oleh pembantuku bi Amirah yang telah merawat ku sejak kecil.
Kini kedua anak ku berusia 3 tahun dan mereka sangat aktif serta rasa ingin tahunya begitu besar, sehingga aku mengajari mereka dengan cara bercerita dan Berdongeng kepada mereka berdua agar lebih cepat dicerna dalam pemahaman mereka.
"Bunda hali ini kita akan belajal apa?" tanya Yesa pada ku dengan sangat antusias.
"Hem... Bagaimana kalo kita akan bercerita dan belajar soal kebijaksanaan, kalian mau?" tanyaku pada kedua buah hatiku yang sangat menggaskan dan juga pintar.
"Ya.." jawab mereka serempak.
"Baiklah, bunda mulai ya?" ucapku dan mereka langsung duduk dengan tenang di depanku dengan patuh.
"Pada suatu hari, di sebuah kerajaan yang sangat besar. Hiduplah seorang raja yang bernama raja Yursa.
"Apakah raja punya istana bun?" tanya Yesi dengan riang.
"Iya raja punya istana yang besar dan megah. Dan didalam sebuah pertemuan raja Yursa mengajukan pertanyaan untuk semua prajuritnya." ucapku dan kulihat kedua anak ku menyimak dengan seksama.
"Dalam pertanyaan itu membuat semua perajurit di ruang sidang bingung. Ketika mereka semua mencoba mencari tahu jawabannya, Abraham berjalan masuk dan bertanya pada semua orang tentang yang terjadi. Dan semua orang pun mengulangi pertanyaan dari raja kepada Abraham."
"Apa kalian tau apa pertanyaannya sayang?" tanyaku pada kedua anak ku, dan mereka berdua menggeleng.
"Pertanyaannya adalah, ada berapa banyak jumlah penduduk yang tinggal di dalam lingkungan istana ini" itu yang ditanyakan oleh raja.
Abraham tersenyum dan pergi untuk menemui raja Yursa . Dan Abraham mengatakan jawabannya. Abraham berkata ada dua puluh ratus penduduk yang tinggal didalam lingkungan istana ini.
Ketika ditanya oleh raja "bagaimana dia tahu jawabannya?"
Abraham menjawab, "Minta anak buah mu untuk menghitung jumlah penduduk mu. Jika totalnya kurang, maka penduduk yang berasal dari kota luar harus mengunjungi sanak saudaranya yang tinggal di sini. Dan jika jumlahnya lebih sedikit, maka penduduk dari kota ini harus mengunjungi kerabat mereka yang tinggal di luar kota."
Begitulah jawaban dari Abraham, dan raja pun senang dengan jawaban itu, raja Yursa memberi Abraham hadiah yang sangat banyak dan cukup untuk dibagi bagikan kepada semua saudara Abraham.
"Begitulah ceritanya dan selesai." ucapku dan kedua anakku langsung bertepuk tangan.
"Nah, kalo begitu siapa yang bisa menjawab pertanyaan bunda. Siapa yang tau penjelasan tentang jam?" tanya ku pada kepada kedua anak ku.
"Aku dulu, aku dulu." mereka berebut ingin menjawab.
"Baik, Yesi dulu yang menjawab." ucapku dan Yesi langsung berdiri siap menjawab.
Dengan wajah imut Yesi menjawab. "Jam memiliki tiga buah jalum, yang teldili dali jalum panjang, jarum panjang dan jalum pendek selta halus. Selain itu juga teldapat angka yang dimulai dali 1 sampai 12." jawab Yesi dengan tersenyum ceria.
"Selang aku." teriak Yesa
"Jalum pendek adalah jalum waktu yang mengatakan jam yang belgelak dengan pelan. Jalum panjang, adalah jalum menit, belgelak lebih pelan lagi dali jalum pendek. Kalo Jalum halus, jalum tipis dan belgelak paling cepat." jawab Yesa dengan melompat lompat diakhir jawabannya.
"Hem, pinternya anak anak ibu. Dan sebagai hadiah masing masing mendapatkan ciuman dari ibu." ucapku dan ku raih serta ku ciumi anak anak ku, dan mereka tertawa terbahak.
"Kalian harus tumbuh jadi anak yang pandai dan juga pijak sana, karena setiap penjelasan sama dengan sebuah jawaban ok sayang." ku peluk kedua anak ku dan kami pun berlalu dalam alam mimpi