𝗙𝗶𝗹𝘀𝗮𝗳𝗮𝘁 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮𝗸𝘂
___________________
Akhir dari puisi Filsafat Cintaku ...
Di akhir tulisan ini, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih, juga beribu maaf kepadamu
Beribu warna-warni yang telah kau beri pada kehidupan ini
yang menjadikan aku merasa hutang budi
Bahwa memang, aku takan sanggup atau bahkan tidak tau dengan cara apa menghadiahi yang pantas untukmu
Satu-satunya yang hanya mampu aku lakukan adalah dengan merangkak dan bermunajat pada-Nya agar senantiasa segala hal baik meliputi kehidupanmu.
Dan juga seribu kesalahan yang tidak terakui yang mungkin pernah menggores pada lembutnya hatimu
Maka harapku dengan kasih tulusmu yang luas semoga kau maafkan diriku ini.
Di akhir kisah kasih ini aku tuliskan dengan hati yang pasrah bukan karena penyesalan ketiadaanmu
Seperti kataku kemarin lusa, bahwa mencintaimu adalah kesanggupan yang aku pasrahkan kepada Tuhan
Karena aku yakin cerita kita tidak lain sudah tertulis pada sebaik skenario-Nya
Sebab mencintaimu adalah sebuah hal yang tidak pernah aku duga sama sekali dan cintamu juga yang telah membawaku kedalam cinta-Nya
Itulah sebabnya aku berhenti mencari tau bahwa sekeras apapun aku berfikir tidak akan sampai pada pemahaman mengapa aku bisa mencintaimu
Hingga pada ujung kisah pun aku masih membiarkan cintamu menjadi surat-surat yang tersirat.
Tak perlu khawatir, kita sudah saling percaya bahwa meskipun kedua orang saling cinta tidak menjaminkan akan hidup bersama.
Ya, kita sepakat akan hal itu.
Dan kita akan berjalan dengan tujuan masing-masing sendiri
Segala gundah, gelisah dan resah kita juga sepakat bahwa akan melepaskan beban itu sampai waktu menjadi penawar untuk kehidupan kembali baik-baik saja
Lekas tenang padamu, padaku.
~Tamat~