"Jika dalam sekejap aku punya uang 200 milyar..."
Otakku buntu, benar benar kehilangan ide untuk menghabiskan uangku yang sebegitu banyaknya. Aku tiba-tiba saja lupa bagaimana caranya aku membelanjakan uang ini.
Uang itu aku lirik dengan sudut mataku, sesekali aku membolak-balikannya lalu menghembuskan nafas.
"bingung juga mau dibeliin apa"
TING!
Lampu Thomas Alpha Edison tiba-tiba muncul di kepalaku.
Aku keluar dari mobil Box berisikan uang 200 Milyar ini, setelah mengemasi beberapa gepok uang kedalam ransel lalu berjalan santai sambil sesekali membetulkan tali ransel yang melorot.
Sesampainya di tempat tujuan, Aku lalu naik sampai batas pagar pembatas di atap sebuah gedung yang sedang ramai di lalui orang . Tak lupa juga aku menutupi wajah ku dengan masker dan menutupi rambut panjangku yang aku gerai dengan topi tak lupa kacamata hitamnya.
"GUYS! TANGKAP YAA SEBANYAK BANYAKNYA!"
WURRR....
Aku lempar uang itu begitu saja, dengan senangnya aku tertawa terbahak melihat orang orang ramai berbondong bondong mengambil uang yang berserakan. Ada rona bahagia di wajah mereka adapula orang yang meringis kesakitan karena terinjak injak yang lainnya.
"Ups, SUDAH YAA SUDAH HABIS!!!!"
Teriakku yang di sambut dengan Riuhnya suara suara yang menyuarakan ketidak setujuan mereka.
"AKU BELUM DAPAT!"
Aku terkekeh mendengarnya, lalu perlahan turun dari atap ini.
Namaku Qory ,Umurku 25 tahun. Aku gadis desa yang berjuang bertahan hidup di ibu kota dengan tujuan merantau mencari peruntungan di kota untuk hidup yang lebih baik lagi.
Aku belum menikah dan masih suka berkhayal.
Okay, cukup perkenalannya ya.
Aku kembali melangkahkan kakiku kedalam mobil Box berisikan uang itu, kembali mengambil beberapa gepok dan memasukannya kedalam ransel.
kali ini tujuanku berbeda dari sebelumnya, aku melangkahkan kakiku ke sebuah toko perhiasan. memilih ini dan itu apa saja yang aku rasa bagus di pakai mama aku beli.
setelahnya lalu aku singgah di tempat expedisi.
"Mbak bisa kirim ke alamat ini kan nanti"
Aku memberikan secarik kertas berisikan alamat rumah orang tuaku, aku ingin memberikan mama kejutan dengan tiba-tiba saja ada yang mengirim paket berisikan perhiasan perhiasan yang aku beli tadi. taklupa memasukan beberapa gepok uang yang tersisa di ranselku.
"Apalagi ya"
Saat sedang berfikir tiba-tiba saja aku merasakan getaran bumi yang begitu hebat,
"GEMPA!!"
teriakku, aku berlari sekencang-kencangnya agar cepat sampai di mobil box berisikan uangku. mengamankan uang uangku.
Tak lama kemudian.
BYURR!!!!
"TSUNAMI.... TSUNAMI ... TOLONGGG! UANGKU HANYUT"
PLETAK!
"BANGUN WOY! TSUNAMI TSUNAMI, Lu tidur udah kek orang mati aja"
"Uang gue mana?"
Tanyaku bingung, Rini temanku lebih menatap bingung. Dahinya berkerut
"Uang yang mana?"
"Uang dalam mobil Box"
"Yaelaahh Qory...Qory..."
Rini terlihat terkekeh geli mendengar aku menanyakan uang dalam mobil itu, tentu saja aku juga bingung ternyata tadi...
Uang 200 milyar didalam mobil box itu....
Cumi, Cuma mimpi wkwkwkwk