"Huh ... Sejuknya, jarang sekali aku bisa menikmati udara segar di pagi hari."
"Rasanya sangat menyejukkan, tak sia-sia aku meminta cuti walau hanya 2 hari." Gumamku seraya terus menghirup udara segar
"Bagaimana jika aku lari? Kedengarannya itu ide yang bagus, kapan terakhir kali aku berlari pagi karena olahraga dan bukan karena terburu-buru untuk cepat sampai kantor?"
"Mungkin itu sudah 2 tahun yang lalu." Kekehku di akhir kalimat
Aku pun mulai lari-lari kecil mengelilingi komplek perumahanku
Saat aku sedang berlari tiba-tiba terlihat sebuah mobil sedan melaju cepat ke arah kakek-kakek yang sedang menyebrang jalan itu
Dan kecelakaan pun tak bisa dihindari, lantas aku langsung menghampiri dua pria beda generasi itu
Yang satu sudah terkapar di jalanan dan yang satu lagi sedang terbengong, entah apa yang ia pikirkan
"Hey kamu, cepat bawa dia ke rumah sakit!" Seruku pada pemuda itu
Si pemuda tampak linglung sebelum menjawab, "a-ah i-iya." Dan aku bisa melihat jika ia langsung mengangkat Kakek-kakek itu walaupun terlihat susah payah.
Setelah si kakek di masukkan ke dalam mobil, pemuda itu langsung melenggang pergi dengan kecepatan yang diatas rata-rata
"Semoga dia gak ceroboh lagi hingga menyebabkan kecelakaan." Gumamku seraya melanjutkan olahraga pagi ku yang tertunda tadi
-Tamat-