Namaku Lvyna Beatrice Abigail, aku biasa di panggil Lvy oleh orang sekitar ku... umurku sudah 19 tahun beberapa bulan lagi genap 20 tahun.Aku memiliki 2 sahabat, namanya Rey dan Joanna. Kami sering menghabiskan waktu bertiga...
Hingga pada suatu hari...
“Kalian...”aku begitu terkejut ketika melihat kedua sahabat ku sedang memadu kasih layaknya sepasang kekasih yang lama tak bertemu, begitu menggebu tanpa menyadari aku yang telah masuk ke ruangan Joanna secara tiba-tiba.
“Lvy!”pekik mereka tak kalah kaget dariku.
“i'm sorry, aku tak berniat mengganggu... tak apa ini bukan salah kalian”ucapkan lalu ingin berlari keluar meninggalkan mereka berdua.
Rey berulang tahun hari ini, aku ingin mengajak Joanna untuk membuat kejutan untuk sahabat kami itu, tapi malahan aku yang dibuat terkejut dengan apa yang mereka lakukan. Aku menyukai Rey sebelum Joanna masuk kedalam circle kami,dan Joanna tahu itu karena aku sering bercerita padanya...
“Lvy, dengarkan aku dulu”ucap Joanna menahan lenganku...
“Sorry vy, aku dan Rey saling mencintai... maaf aku tak memberitahu mu karena tidak ingin kamu terluka”lanjutnya menjelaskan.
“No problem (tidak masalah), aku memang mencintai Rey...” ucap ku tak terhenti hanya saja aku hanya ingin memberitahu wajah Rey yang tampak terkejut “tapi aku sadar cinta tak dipaksa, aku ikut bahagia untuk kalian” aku memeluk Joanna, menyalurkan rasa tulus yang memang tercipta, aku benar-benar tak memaksa...
“berbahagialah, aku yakin ada seseorang yang diciptakan untukku dan sedang menunggu ku”
“mungkin untuk beberapa waktu kedepan aku tidak bisa ikut kalian jalan-jalan, bukannya aku menghindar aku hanya tidak ingin menjadi obat nyamuk... dan yang paling penting aku ingin menemui pasangan ku yang entah sedang berada dimana” ucapku dengan terkekeh pelan, dapat ku lihat wajah Joanna dan Rey melega...
Joanna pun memeluk diriku erat, setelah nya kali ini aku benar-benar keluar dari ruangan Joanna di kantor Rey tanpa ingat mengucapkan selamat ulang tahun... aku benar-benar lupa, aku tak membenci mereka aku hanya sedang patah hati saja. aku berjalan dengan segala lamunan ku, langkahku terhenti ketika aku berada di sebuah taman sepi. aku duduk di kursi yang di buat khusus di bawah pohon beringin, kurasa begitu damai di sana...
dapat kurasa angin berhembus pelan ketika aku memejamkan mataku, dan ketika aku membuka nya aku melihat seorang pria begitu tenang menatap ku dari seberang... aku tak terlalu memikirkan nya.
3 hari kemudian, aku kembali mendatangi tempat itu... entah dengan tujuan apa. Aku tak melihat pria itu lagi, jujur saja setelah pulang ke rumah aku selalu terbayang-bayang wajah nya dan ya seperti nya aku cukup penasaran. semilir angin mulai berhembus, aku merasa pria itu ada di sekitarku tapi entah dimana... ketika sore menjelang aku pulang dengan rasa kecewa.
2 hari berikutnya aku kembali kesana, aku membawa sebuah buku novel untuk di baca. tempat nya begitu sunyi, aku merasa tenang disana.. aku tak terlalu memikirkan tentang rasa kehilangan sosok sahabat ketika aku di tempat ini, setidaknya itulah rasa yang dapat ku jabarkan. Lagi-lagi ketika angin berhembus, aku dapat merasa kehadiran pria misterius itu lagi. dan sama seperti sebelumnya, aku pulang tanpa bertemu.
malamnya...
entah apa yang membawa ku kesini, di taman belakang rumahku... dengan lampu temaram aku membaca buku novel yang ku bawa, jam sudah menunjukkan pukul 22.46 sekarang... semua orang rumah sudah tidur mungkin, aku keluar lewat jendela.
ketika angin berhembus pelan aku spontan memejamkan mataku, “aku merindukan nya...” lirih ku dalam hati.
“kau merindukan ku?” satu kalimat dari suara asing membuat mataku terbuka, dapat ku lihat wajah tampan dan tenang yang begitu aku cari beberapa hari belakangan.
“bagaimana kau bisa ada disini..?.”tanyaku dengan nada tak percaya.
“berhenti mencariku”ucapnya tenang, membuat pikiran ku kacau...
“apa maksud nya?”batinku.
“aku tertarik padamu, dan mungkin sudah jatuh hati pada hari itu. Aku tak ingin kamu merasakan hal yang sama seperti ku...”ucapnya terus terang.
“tapi mengapa?”ucapku dengan rasa tak terima, entahlah pria tampan ini sudah berhasil mengambil hatiku seperti nya.
“tidak ada yang harus ku jelaskan...”ucapnya berlalu pergi, di kegelapan dia menghilang.
aku tidak merasa takut, karena berpikir dia hanya tidak terlihat karena gelap.
Ke esokkan hari nya, aku kembali ke taman dimana kami pertama kali bertemu... entahlah aku merasa ingin bertemu dengan nya, dan aku harus kesini.
aku bersiul untuk memanggil angin, entah pikiran dari mana aku merasa itu cara untuk membuat nya terpanggil dan mau menemui ku.
angin kembali berhembus perlahan, angin ketika aku merasakan kehadiran nya benar benar terasa berbeda bagiku dengan angin biasanya...
“Sudah ku bilang,berhenti mencari ku...”ucapnya lagi lagi membuat ku terkejut, bagaimana tidak suaranya begitu jelas di telinga ku karena dia sedang berada di belakang ku.
“kau mengagetkan ku..”ucapku sembari mengelus dadaku karena terkejut, lalu membalik tubuh ku menghadap nya. Sungguh, menatapnya dengan jarak dekat membuat jantung ku berdegup kencang.
“jangan memaksa apa yang tidak mungkin” katanya membuat ku bertanya-tanya, perlahan dapat kurasa tangannya menutup mataku...
di balik tangannya, mataku benar-benar terpejam.
selang beberapa detik ketika aku membuka mata dia sudah tidak ada.
“aku tidak mengenal mu, tapi kamu sudah mengambil hatiku... bertanggung jawab lah, aku mencintaimu”ucapku lalu pergi dari taman itu.
5 hari sudah aku menahan diri untuk tak ke taman dan berusaha tak memikirkan pria asing itu. tapi jauh dalam lubuk hatiku, aku begitu merindukan nya.
saat ini aku sedang berdiri di balkon kamarku yang terletak di lantai 2, jam sudah menunjukkan pukul 00.00 tapi aku tak kunjung mengantuk karena rasa rinduku.
“aku benar-benar sudah gila”lirihku pelan.
“aku mencintaimu dan begitu merindukan mu... bisakah kamu datang dan memelukku?please ku mohon, biarkan aku mengenal mu dan biarkan kisah cinta ini terjadi”pintaku sembari memejamkan mataku...
tak lama kemudian, angin sejuk berhembus perlahan... Aku merasa tubuhku di dekap seseorang dari belakang.
“kamu mungkin sudah tahu siapa aku dan kamu tahu betul mengapa kamu dan aku tak bisa menjadi kita”lirihnya pelan.
aku membalik tubuhku dan masuk kedalam pelukan nya, begitu menenangkan kurasa.
“bisakah jangan menyerah sebelum perang?aku ingin mencoba membuat cerita kita...”
“kamu masih labil vy, kamu bisa jatuh cinta dengan sebangsa mu... kita 2 hal yang berbeda”
“aku tahu, tapi apa masalah nya?aku mencintaimu dan aku yakin kamu juga mencintaiku”ucapku mendongak menatap matanya.
“bisakah kita mencoba nya?”pintaku dengan memohon.
“kamu bisa mencintai orang lain nanti vy, percayalah...lanjutkan hidup mu vy, lupakan aku. kita hanya 2 orang asing, dan harus nya tetap seperti itu” kalimat terakhirnya di ucapkan nya dengan terkekeh pelan.
“hish kau ini, aku baru tahu ada hantu yang secerewet dirimu.. dan apa kau bilang? harusnya?artinya kamu juga menginginkan hubungan ini bukan?” ucapku antusias, entahlah satu hal pasti aku bahagia jika bersama nya.
“kau yakin ingin menjalani nya dengan ku vy?kita benar-benar berbeda dan ini akan sulit kedepannya, sebaiknya kita jangan memulai ini karena jika harus berpisah akan benar benar terasa sakit...” ucapnya sambil menyentuh kan Kepala nya ke kepalaku.
“kita bisa menjalani nya terlebih dahulu, kita tidak pernah tahu bagaimana kedepannya bukan...” dia tampak berpikir dan aku menunggu dengan penuh pengharapan.
dia menggeleng, rasanya aku akan menangis saat itu juga... namun kata katanya membuat tangis ku menjadi tangis bahagia ketika dia berkata “aku tak bisa, maaf... tak bisa menolak mu”.
“tidur lah vy, aku akan datang ketika kamu ingin aku ada bersamamu”ucapnya lembut.
“bagaimana caranya kamu tahu aku ingin kamu datang?bagaimana aku memanggilmu... bahkan namamu saja aku tidak tahu baby”ucapku dengan cemberut masih dalam pelukan nya.
“bukankah kamu sudah tahu sweety”ucapnya mencubit pipiku gemes.
“panggil lah aku dengan caramu, aku akan selalu tahu...”
“baby kamu curang sekalii, kau tahu tentang ku;isi hatiku;kemana aku pergi;apa yang aku pikiran kan... sedang kan aku namamu saja aku tak tahu”
“kamu memanggilku baby, dan itu sudah cukup kurasa”ucapnya terkekeh pelan.
aku hanya diam, dan menampilkan wajah pura-pura merajukku.
“kamu begitu menggemaskan sweety, baiklah namaku Zephyr Alfansha...”
“Zephyr..okey aku akan memanggilmu Zeph oke”
“No, call me baby okeyy” ucapnya menawar dengan senyum manisnya.
“hmm okeyy baby”.
setelah itu, dia mengantarkan ku ke tempat tidur dia pun menghilang.
Setelah malam itu, tidurku selalu nyenyak karena sebelum tidur Zephyr, si hantu tampan ku itu selalu datang.
Sudah 3 bulan aku dan Zeph berhubungan, dan sejauh ini semua berjalan lancar...
aku sedang berada di dalam kamar, kamar jendela ku sedang terbuka lebar, aku menatap ke arah luar dan melihat langit dengan bintang bintang yang indah.
“Kamu merindukan ku Sweety?” ucapnya sembari memelukku dari belakang seperti biasanya.
“hmm of course, sudah seminggu ini kita jarang bertemu, itupun harus secara diam-diam karena keluarga ku sedang ada acara...”gerutuku pelan.
akan ada acara pernikahan adik ibuku dan resepsinya di adakan di rumahku, ini membuat ku kesulitan jika ingin bertemu dengan Zeph.
“Baby kamu tidak akan meninggalkan ku bukan?” aku membalikkan tubuhku menghadap nya, entahlah perasaan tidak enak menghinggapi perasaan ku
“i love you...”jawabannya sembari mengecup bibir ku sekilas, ini ciuman pertama ku sungguh aku begitu terkejut meskipun ini hanya sekedar kecupan.
bugh!
“Dad!are you okay?”tanya Lvy ketika melihat dadynya terjatuh, dia berharap sang dady tidak melihat Zeph yang tadi ada di kamarnya dan menghilang begitu saja.
“Siapa pria itu, kenapa dia bisa menghilang seperti hantu... ada yang tidak beres”batin dady Lvy.
pintu kamar Lvy yang sedikit terbuka, menarik perhatian sang dady apa yang sedang dilakukan oleh putri kesayangan nya itu. Dan betapa terkejut nya dia ketika melihat kejadian yang ada di depan matanya, terlebih pria itu tampak merasakan kehadiran nya lalu hilang begitu saja... ini benar benar membuat nya hilang keseimbangan dan terjatuh.
“dady baik-baik saja, dady hanya kehilangan keseimbangan tadi lalu terjatuh tepat di depan kamarmu”jawabnya jujur namun tak berkata selengkapnya.
“selamat tidur dad” ucapnya ketika melihat dady nya akan pergi dari kamarnya.
“syukur lah”batin nya
ke esokkan harinya, tanpa Lvy ketahui sang dady sudah bertanya tentang Zeph kepada kerabatnya yang memiliki kemampuan melihat atau mendeteksi makhluk gaib . Mereka pun berencana untuk menangkap dan membuang arwah Zeph jauh dari rumahnya.
dan sekarang mereka sedang menjalankan rencana mereka, dady Lvy dan kerabatnya itu melakukan ritual di taman belakang.
Zeph sebenarnya sudah tahu tentang rencana dady Lvy, tapi dia tetap menemui Lvy...
“cepat atau lambat ini pasti akan terjadi, ini demi kebaikan mu... i love u”ucap Zeph sambil mengecup puncak kepala Lvy yang sedang tidur di pangkuan nya.
tidak lama kemudian, Zeph merasa ada yang menarik nya dan dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya... ya dia di masukan ke dalam sebuah tas rajut berongga setelah nya dia di buang ketempat yang sangat jauh.
Lvy terbangun dan tak mendapati Zeph bersamanya, dia merasakan hal yang tidak enak. Dan dia begitu terkejut ketika mendengar apa yang di katakan daddy nya.. ini membuat Lvy begitu hancur.
sudah sebulan Lvy dan Zeph terpisah, kini Lvy diasingkan ke pulau pribadi dadynya karena mentalnya terganggu... dia terus memanggil nama Zeph.
Di satu malam, Lvy mengambil pecahan kaca hasil dari kegilaan nya malam ini. Dia mengambil nya dan ingin melukai tangan nya, dia benar benar putus asa sekarang... jiwa labilnya terguncang.
Tiba-tiba sebuah tangan menghentikan rencananya, di tatapannya lama wajah yang membuatnya seperti orang gila.
“Zeph... kau datang”ucapku lalu Memeluknya
dia hanya diam dan membalas pelukan ku.
“kenapa kamu tidak menemui ku Zeph, aku sudah berungkali memanggilmu”teriak ku melepaskan beban pikiran ku dengan masih di dalan peluknya
“Kamu memanggil ku Zeph, bukan baby...sweety”
“kamu ini”ucapnya dengan pukulan pelan ke punggungnya.
Malam itu kami lalui dengan mengobrol panjang, Zeph bercerita setelah di buang dadnya... dia langsung saja keluar dari tas berongga itu, ckck dia kan hantu.... dia terus mengawasi ku dari jauh katanya, tapi tak menemui ku karena berpikir sebaiknya aku kembali hidup normal dan jatuh cinta kepada sesama manusia. “apa yang membuat mu akhir nya kembali menemui bab?” tanyaku... dia menjawab “aku meninggalkan mu dengan harapan kamu bisa hidup normal dan bahagia sweety, bukannya putus asa dan ingin mati.. aku sudah tidak tahan melihatmu seperti ini”
dan yah banyak hal yang kami bicara kan tentang hal hal selama sebulan ini, kami saling berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain. Untuk masa depan, biarlah itu tetap menjadi rahasia tuhan.
END.