Hari ini aku akan mengajak adik-adikku yang paling aku sayangi, mereka masih berumur 7-9 tahun, aku memiliki dua adik satu laki-laki bernama Ciko dan satu perempuan yang bernama Cika, aku bernama Caca anak pertama.
Aku berjanji kepada kedua adik aku untuk mengajak mereka ketaman bermain, sudah lebih dari satu Minggu kedua adik aku tidak keluar dikarenakan virus yang mematikan. Aku selalu membelikan adik-adik aku vitamin agar mereka tidak sakit.
Kedua orang tua aku sedang pergi keluar kota, mereka pergi karena merawat nenek aku yang berada di Bandung sedang sakit apa lagi umurnya sudah muda. Kakek aku sudah tidak ada di saat aku berumur satu SMP.
Kini aku dengan adik-adik aku berada di dalam mobil. Semua lengkap. Sudah memakai masker, membawa handsanitizer, apa lagi? Penggaris? Itu tidak perlu.
Aku melirik ke adik-adik aku yang sudah semangat sedari tadi di kursi belakang, mereka tidak ingin duduk di depan.
"Siap?" tanyaku pada kedua adik-adikku sambil kembali keposisi semula dan menyalakan mobil.
"Siapp!!" jawab kedua bocah itu berseru dengan semangat.
Aku langsung melajukan mobil dengan kecepatan di bawah rata-rata. Kedua adikku melihat ke arah jendela dengan mata yang berbinar, aku terkekeh melihat mereka dari pantulan kaca. Kali ini aku sukses membuat mereka bahagia dan tidak murung seperti biasanya.
Cika bergumam kecil ketika melihat gedung-gedung tinggi, sekian lama tidak melihat gedung itu akhrinya dia bisa melihatnya lagi. Cika membalikkan badannya melihat ke belakang mobil, namun sebelum itu aku menegurnya.
"Cika jangan melihat kebelakang, nanti kamu bisa pusing dan berakhir muntah. Jadi duduklah dengan benar, sebentar lagi kita akan sampai."
"Baik, kak." ucapnya melemas.
Sampai di taman bermain, banyak anak-anak yang di bawah umur bermain. Aku sebenarnya sedikit ragu untuk membiarkan adik-adik aku bermain.
"Ingat pesan kakak, jangan bersentuhan dengan teman lain, jaga jarak juga dan jangan pernah melepas masker kalian." amanahku sebelum keluar dari mobil. Kedua adikku mengangguk antusias.
Aku langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk kedua adikku. Aku menggandeng mereka sampai di depan taman bermain.
"Kakak tunggu di sini, kalau ada apa-apa cari kakak disini."
"Baik kak."
"Iya kak."
Aku membiarkan mereka bermain sepuasnya untuk hari ini, biarkanlah mereka menghabiskan waktu yang berharga ini. Aku tersenyum tipis, melihat mereka tertawa bahagia saja itu sudah cukup untukku. Tawa dan senyum mereka adalah kebahagiaanku.
~Tamat~