Cahaya yang kini tengah kulihat begitu suram, entah apa yang sedang terjadi dihadapanku, entah harus senang atau sedih yang ku ekspresikan.
Helaian rambut, piring dan barang lainnya tergeletak begitu saja. Orang orang tampak sibuk memindakannya entah kemana.
kini aku melihat diriku sendiri yang tengah berusaha mengangkat sehelai rambut. satu hal yang membuatku merinding.
Kenapa tubuhku lebih kecil dari yang lainnya bahkan dari sehelai rambut yang tengah ku pegang.
Aku merintih kesakitan, tangan mungilku sudah tak sanggup lagi untuk mencobanya.
Ada apa ini? Apa yang terjadi?
Orang-orang tampak semakin gelisah memindahkannya.
Belum hilang rasa takut, dan cemasku akan sehelai rambut yang besar itu, tiba-tiba terjadi guncangan hebat. Aku yang tak mampu melakukan apapun hanya bisa menangis ketakutan.
Tak adakah yang melihatku?
Apa yang harus kulakukan?
Aku disini! Tolong lihatlah aku! Selamatkan aku!!!
Aku berteriak sekuat tenaga hingga akhirnya semuanya hilang dan tergantikan suasana kamarku yang seperti biasanya.
"Fiuhhh... Hanya mimpi." ucapku dengan nafas memburu.
Aku meraba pipiku,basah?! Aku menangis saat tidur?! Dadaku bergemuruh takut dan cemas.
Entah apa yang akan terjadi, namun firasatku mengatakan akan ada luka menghampiri hatiku.
Bismillah, aku hanya dapat menghela nafas panjang dan berharap itu hanya sebuah mimpi dan bukan firasat.
Namun nyatanya hingga kini mimpi itu masih menghantui ingatanku. Entahlah akan kuterima dengan ikhlas apapun yang akan terjadi...