( Menggunakan POV 2)
Kamu duduk di bawah temaram lampu jalan. Di pinggir jalan yang sunyi, saat malam kian larut. Sebatang rokok tersemat di antara jari tengah dan telunjukmu. Sesekali, asap mengepul terembus dari bibir yang semakin legam itu. Membentuk lingkaran-lingkaran, lalu tersapu angin. Tak jarang pula, sebelah tanganmu membetulkan hoodie dengan gerakan cepat dan kasar. Bunyi klakson motor atau mobil yang lewat, membuat kepalamu sering mengangguk.
Sudah hampir beberapa jam, kamu duduk bergeming di tempat itu. Ketika batang tembakau terakhir di tangan habis terbakar, kamu berdiri. Kemudian, dengan kasar puntung rokok itu kamu lempar ke seberang.
"Woy! Hati-hati, kalau buang puntung rokok!" Suara keras dari atas dahan pohon berhasil membuat kepalamu menengadah. Beberapa detik kemudian, tawa melengking terdengar. Tanpa banyak membuang waktu, kamu mengayunkan kakimu cepat. Meninggalkan sosok yang masih duduk di dahan pohon mangga tadi.
"Sial! Habis diputusin cewek, malah cewek dari dunia lain yang nyamperin," gerutumu dengan tidak mengurangi kecepatan lari.