Suasana sore ini di Jepang begitu menyenangkan.
Matahari berwarna Oren terbenam dengan bahagia.
Oikawa yang baru saja pulang dari sekolahnya, dia langsung menuju danau untuk melihat matahari terbenam.
Itulah hal yang selalu dia lakukan jika pulang sekolah.
Karena menurutnya, matahari yang terbenam itu mengandung makna tersendiri.
Karena langit sudah mulai gelap, Oikawa pun melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah.
Walaupun sebenarnya dia masih ingin melihat matahari tersebut.
Sesampainya di komplek perumahan nya, banyak orang diributkan dengan rumor.
Yang katanya ada anak terjun dari gedung atas.
Oikawa yang juga tinggal di gedung tersebut merasa terkejut.
Apalagi, anak yang terjun itu satu lantai dengan Oikawa.
Wajah pucat nya sudah terlihat sejak berada di luar gedung.
Oikawa hanya tinggal sendiri di sana. Karena kedua orang tuanya jauh darinya.
Sesampainya di lantai kamarnya, dia melihat beberapa orang seperti wartawan berdiri di sana.
Bersama dengan 7 polisi. Terlihat juga bercak darah bercucuran.
Polisi itu sedang menyelidiki mengenai kasus tersebut.
Karena tidak ingin melihat kekacauan itu lebih lama, Oikawa pun masuk kedalam kamarnya.
Dia menuang segelas air dingin untuk diminum.
"Huh...." Dengus nya.
Karena lelah, Oikawa menjatuhkan badannya ke ranjang.
Dan tak terasa, dia tertidur lelap.
....
Seorang perempuan berambut pendek membangunkannya.
Dia menepuk nepuk bahu Oikawa. Dan saat membuka matanya, ternyata yang ia lihat ada ibunya.
Dengan cepat dia memeluk erat tubuh ibunya, sambil terisak menangis.
"Ibu,... Aku rindu ibu..." Ucap Oikawa tersedu sedu.
"Oikawa, tidak ada banyak waktu lagi!!! Ayo kita pergi!!!" Perintah Nyonya Takoki histeris (Ibu Oikawa)
Oikawa yang mendengar perintah ibunya merasa heran.
Untuk apa dia lari disaat bisa bersenang senang dengan ibunya.
Dia hanya duduk dengan memasang wajah keheranan.
"Ayo, semuanya sudah tidak aman!!" Nyonya Takoki berkata kembali.
Dia langsung menarik tangan Oikawa untuk keluar.
Betapa terkejutnya Oikawa saat dia melihat para manusia berjalan dengan aneh.
Mereka saling menggigit satu sama lain.
Wajah Oikawa seketika pucat, tubuhnya bergemetaran dan mengeluarkan keringat dingin.
Nyonya Takoki tetap menuntun jalannya Oikawa.
Dia juga heran, kenapa ayahnya tidak ada?
Seluruh gedung yang ia tinggali dipenuhi dengan para zombie.
Tidak habis pikir, kenapa ada zombie dengan tiba tiba??
Sesampainya mereka di sebuah lorong, nyonya Takoki memberhentikan Oikawa.
"Ke..kenapa kita berhenti?" Tanya Oikawa.
"Dimana ayah??" Oikawa kembali bertanya.
Nyonya Takoki menghela nafasnya dan mengatakan,
"Ayah sudah jadi seperti mereka... Ibu ingin kita tetap bersama" Ucapnya sambil meneteskan air mata.
Oikawa juga menangis mendengar perkataan ibunya. Dia tidak percaya dengan yang ibunya katakan.
"Tidak! Ayah tidak mungkin menjadi seperti mereka!!" Oikawa memberontak.
"Tenang, Oikawa... Ibu akan membelikan mu makanan dulu. Kau tunggu disini ya..." Perintah ibunya dan menenangkan Oikawa.
Dia pun hanya menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit ia tunggu tunggu, akhirnya ibunya kembali juga.
Tapi dia dikejutkan oleh salah satu zombie yang mengikuti ibunya hingga menggigit Nyonya Takoki.
"Ibu!!!!!!!!!!!!!!" Oikawa berteriak histeris.
Dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat ibunya sendiri menjadi korban zombie-zombie itu.
Crak!!!!!!
Sebuah gelas terjatuh, Oikawa langsung terbangun dari tidurnya.
Ternyata semua itu hanya mimpi. Dan dia berharap juga hal itu tidak akan menjadi kenyataan.
Jangan lupa like and koment❤️