Malam itu Surya datang ke rumah dan mengajak ku untuk pergi ke bazar yang kebetulan ada kemidinya.
Setelah puas berkeliling, makn baso untuk mengisi perut yang terkena udara dingin, aku dan Surya memutuskan untuk naik kuncir ria.
Aku dan Surya mengantri hingga menunggu waktunya kami menaiki bangku yang sama, karena kami pasangan jadi di dalam nya hanya ada aku dan Surya, kincir ria pun pun berputar dari tadinya pelan menjadi lumayan kencang, suara teriakan histeris dari yang menaiki wahana pun terdengar, tidak terkecuali Surya.
"Waaaah, turuuuuuun... turun maaaak." teriakan Surya kala itu.
Sebenarnya aku juga ser seran menaiki kincir ria, tapi saat melihat reaksi Surya malah aku ingin tertawa geli.
"Udah gak apa-apa, dikit lagi juga turun." ucap ku kala itu.
Surya menggenggam tangan kiri ku erat, rasa dingin begitu terasa dari telapak tangannya.
"Baca bismillah, nyebut kalo kamu takut." ujar ku.
Surya mendekatkan wajahnya ke wajahku, hingga bibir kami saling bersentuhan, ciuman di atas kincir ria pun aku rasakan.