Siang itu, Tobiichi sedang terduduk di kursi kelasnya. Ia berada di kelas 11#6. Letaknya di lantai tengah.
"Tobiichi!" teriak salah seorang teman perempuannya yang bernama Hibiki.
"Iya?" tanya Tobiichi dengan wajah dingin. Dia tidak memiliki teman dikelas karena sikapnya dingin dan jarang berbicara.
"Apa kau membawa gunting?" tanya Hibiki. Ia menanyakan Gunting pada Tobiichi karena dia melihat Tobiichi memegang gunting miliknya kemarin saat jam pelajaran praktek.
"Ini," Tobiichi memberikan gunting miliknya itu pada Hibiki kemudian menyuruh Hibiki untuk segera pergi dari hadapannya.
Hibiki pun pergi ke atap sekolah. Entah apa yang ia lakukan saat itu.
****
Di dapur sekolah, Sakura sedang memasak bersama Aoi. Mereka berdua termasuk teman Hibiki juga.
Tak lama setelah itu, Aoi meminta ijin pada Sakura kalau ia akan pergi ke atap sekolah.
Tapi anehnya, Sakura membawa pisau tajam ditangannya itu untuk pergi ke atap.
Di susul dengan Mana yang juga pergi ke atap sekolah.
Ketika Mana berada di atap sekolah, dia tak sengaja melihat temannya itu membunuh temannya juga.
Korban bernama Izumi. Mana panik dan ia tidak tau apa yang harus dilakukannya.
Ketika Mana akan melarikan diri dari atap sekolah, temannya itu memegangi tangannya.
Mana ketakutan dan wajahnya dipenuhi dengan keringat.
"Jangan beri tahu siapa siapa!" perempuan itu mengancam Mana. Akhirnya Mana tutup mulut agar ia tidak memberi tahu siapa siapa soal kejadian pembunuhan saat itu.
Saat jam pelajaran kembali dimulai, guru dan teman teman yang lain heran kenapa setelah jam istirahat Izumi tidak juga kembali ke kelas.
Tetapi mereka pun menunggu kedatangan Izumi sampai jam berikutnya.
Waktu demi waktu telah berlalu. Langit sudah mulai gelap dan terlihat mendung.
Guru pun akhirnya menyuruh semua anak dikelas untuk pergi mencari Izumi.
Mana yang mengetahui hal itu tidak berani membuka mulutnya karena takut ia juga akan menjadi seperti Izumi.
Langkahnya sudah sampai di atap sekolah. Tobiichi sangat terkejut ketika melihat teman satu kelasnya yaitu Izumi sudah habis terbunuh.
Tobiichi panik dan akhirnya berteriak memanggil teman yang lain.
"Izumi! Izumi ada di sini!!" teriaknya sambil menarik beberapa tangan temannya.
Mereka pun akhirnya berkumpul di atap sekolah. Guru itu menelepon petugas ambulans agar membawa Izumi ke rumah sakit.
Setelah dua hari lamanya, para polisi dan guru yang berada di sekolah itu mulai menyelidiki soal kasus kematian Izumi.
Aoi teringat sesuatu dengan kejadian dua hari sebelumnya di ruang masak bersama Sakura.
Karena hal itu, Aoi pun dimintai keterangan di ruang guru. Tidak hanya itu, Tobiichi juga merasa curiga dengan Hibiki yang meminjam gunting darinya dan tidak dikembalikan lagi padanya.
Akhirnya Aoi dan Tobiichi sama sama dimintai keterangan.
"Hibiki meminjam gunting padaku dia hari lalu. Kurasa dia adalah pelakunya." kata Tobiichi penuh keyakinan.
"Kenapa kau berpikir hal itu?" tanya salah seorang polisi.
"Karena dia tidak pernah mengembalikan guntingnya padaku." jelasnya.
"Bagaimana denganmu?" tanya polisi itu pada Aoi.
"Aku melihat Sakura membawa pisau tajam dari dapur. Saat aku menanyakannya, dia bilang dia akan pergi ke atap saat itu." kata Aoi.
Setelah itu, polisi menyuruh Aoi serta Tobiichi untuk segera pergi meninggalkan ruang guru.
Saat berada di kelas, Hibiki marah marah karena dirinya dicurigai. Begitu juga dengan Sakura yang katanya tidak tau apa apa.
"Kenapa kau mencurigai ku?!! Aku hanya meminjam gunting, tetapi kau tidak tau kan kalau aku pergi ke mana saat itu?!!" Hibiki marah.
"Hmm..." Tobiichi hanya terdiam. Dia sangat dingin.
"Aku bukan pelakunya! Kenapa kau malah curiga padaku?" Sakura kesal dan mendorong meja tempat duduk Aoi.
Mana yang sebenarnya mengetahui hal itupun bingung. Sebenarnya dia ingin memberitahu siapa pelaku sebenarnya, tetapi dia takut jika dirinya juga bisa dibunuh.
Setelah satu Minggu lamanya, kasus belum juga selesai.
Kelas terus ribut dengan kasus itu.
Tak lama setelah itu, Mana pun mengamuk dan meminta semua temannya untuk diam.
"Diam!!!!" teriak Mana. Suaranya menggema sampai di koridor sekolah.
"Aku tau siapa pelaku sebenarnya." ucapnya dengan nada tinggi.
Seketika seluruh temannya itu terpaku dengannya.
Semuanya menjadi serius dan tidak sabar mengetahui yang sebenarnya.
"Saat kejadian, aku tak sengaja melihat hal itu." katanya.
"Aku melihat, Sakura membunuh Izumi, dia melihatku saat aku ingin kabur. Lalu dia mengancam ku." lanjutnya dengan nada ketakutan. Ditambah dengan tangis kecil yang mengiringinya.
Semuanya pun menjadi tambah ribut dan kemudian membawa Sakura ke ruang guru.
Sejak saat itu, anak anak dikelas sudah tidak pernah mengetahui keberadaan Sakura. Entah dia bunuh diri atau hanya keluar dari sekolah.