Jika kalian memiliki kekuatan yang berbeda dengan keluargamu, pasti kalian sedih bukan? Itulah yang dirasakan oleh gadis yang bernama Stela.
Kerajaan Scarlet adalah kerajaan yang berada diutara. Kerajaan Scarlet merupakan kerajaan api, dimana semua rakyatnya memiliki kekuatan api. Semua rakyat kerajaan Scarlet sangat membenci seseorang yang memiliki kekuatan Es. Hal itu disebabkan karena Es dan Api bermusuhan.
Namun, berbeda dengan Putri Stela, ia malah memiliki kekuatan Es. Bagaimana bisa? Entahlah, ia sendiri juga tidak tahu.
Setiap hari ia selalu dibeda-bedakan dengan sang kakak. Hal itu disebabkan karena Putri Aerin memiliki kekuatan Api.
Hingga suatu hari...
"Stela, umurmu sudah memasuki usia 18 tahun, sekarang pergilah sejauh mungkin sebelum para rakyat mengetahuimu adalah seorang putri Es!" ucap sang Raja
"Ta-tapi ayahanda..." perkataan Putri Stela terpotong
"Pergilah Stela, kau tahu kan kalau para rakyat Scarlet sangat membenci seseorang yang mempunyai kekuatan Es?" kata sang Ratu
"Hah~ baiklah aku akan pergi!" ucap Putri Stela dengan tegas. "Aku akan buktikan kalau kekuatan Es tidak bahaya!" sambungnya.
Memang benar, kekuatan Es terkenal sangat berbahaya, karena... jika orang itu terkena serangan Es, tidak obat yang bisa menyembuhkannya.
•••
Putri Stela sudah siap untuk pergi dari kerajaan, ia menggunakan hodie, sarung tangan, agar para rakyat tidak mengetahui kalau ia memiliki kekuatan Es.
"Aku pergi Ayahanda, Ibunda," ucap Putri Stela dengan lirih sembari menaiki kuda tungganganya.
"Hmm"
Tak tak tak
Kuda yang ditumpangi Putri Stela mulai menjauh. Ia merasa sedih karena ia sendiri yang berbeda. Ia sering bertanya "kenapa harus dia?"
"Akan ku buktikan pada kalian semua kalau kekuatan Es tidak berbahaya!" dengan penuh keyakinan Putri Stela berbicara seperti itu.
"Awwss shh"
"Siapa itu? Sepertinya ada seseorang yang kesakitan!"
Putri Stela turun dari kudanya, lalu segera mencari asal suara itu. Ia terkejut saat melihat Pangeran Wein, pangeran api dari kerajaan CharLette.
"Oh astaga!" Putri Stela berlari menghampiri pangeran Wein.
"Pangeran, bertahanlah!" ucap Putri Stela sembari memegang tangan pangeran.
Cring
Sebuah cahaya muncul saat Putri Stela memegang tangan Pangeran Wein. Dalam sekejab, luka ditangan Pangeran Wein hilang begitu.
"I-ini, apa yang terjadi?!" tanya Pangeran Wein.
"A-aku..." Putri Stela menggeleng lalu dengan cepat ia pergi dari sana agar identitas tidak ketahuan.
"Tunggu!"
Putri Stela menghentikan langkahnya. Lalu Pangeran Wein mendekati Putri Stela. Dengan satu tarikan, ia membuka penutup hodie yang menutupi wajah Putri Stela.
"KAU!" Pangeran Wein sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.
Dengan cepat Putri Stela berlari mendekati kudanya dan menungganginya. Tanpa berlama-lama, ia langsung pergi dari sana
"TUNGGU!" teriak Pangerin Wein. Namun, sayangnya Putri Stela sudah pergi jauh dari sana.
•••
Beberapa bulan kemudian...
Kini Putri Stela tinggal dihutan terpencil. Hari-harinya diisi dengan membaca buku, hingga ia mengetahui kekuatannya yang sebenarnya.
Saat ini ia sedang menunggangi kudanya menuju kerajaan Scarlet, ia sangat ingin mengetahui keadaan keluarganya. Meski keluarganya membenci Putri Es, tapi Es sama sekali tidak pernah memiliki rasa benci terhadap keluarganya itu.
"Aku dengar Putri Aerin sekarang tengah terbaring sakit"
"Iya memang benar, penyakitnya sangat langka!"
"Aku menjadi merasa kasihan padanya"
'Apa?! Kakak sedang sakit?' tanya Putri Stela didalam hati. Ia memandangi tangannya yang dibaluti sarung tangan. Perlahan senyuman terukir diwajahnya.
"Ini saatnya aku membuktikan kalau kekuatan ini tidak berbahaya!"
•••
Dikerajaan Scarlet
Disana ada banyak prajurit yang menjaga. Untung saja Putri Stela sangat pintar, jadi ia bisa mengelabui para prajurit itu.
Tak tak tak
Putri Stela melangkahkan kakinya memasuki istana. Dengan langkah perlahan ia berjalan menuju kamar Putri Aerin.
Ceklek
Putri Stela memasuki kamar sang kakak saat sudah berhasil membuka pintunya.
"SIAPA KAMU?!" tanya Putri Aerin.
"Ini aku kakak..." Putri Stela membuka hodienya.
"STELA!" Sang Ratu dan Sang Raja sangat terkejut saat melihat sang putri ada disana. Mereka baru saja memasuki kamar Aerin dan melihat ada Putri Stela disana.
"Ibunda, Ayahanda... aku datang untuk menyembuhkan Kakak," ucap Putri Stela sembari tersenyum.
Putri Stela mengangkat tangannya dan menempelkannya didada Putri Aerin.
Cring
Dalam sekejab Putri Aerin sembuh. Wajahnya yang pucat kini berubah menjadi cantik semula. Sang Raja dan Sang Ratu sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Sejak saat itulah mereka mulai menerima Putri Stela dan memberinya kasih sayang yang melimpah.
TAMAT