Nita, cewek tomboy yang suka berperilaku usil di kelasnya.
"Hai, Nit..." Sapa Zhe.
"Ke kantin yuk." Zhe cowok bermata sipit, yang juga terkenal usil, mengajak Nita untuk bolos di pelajaran kedua, hari itu.
Nita dan Zhe berjalan melewati pinggiran belakang kelas, agar tak bertemu dengan guru atau siswa lainnya.
Sesampainya di kantin.
"Berhasil..." Zhe dan Nita tertawa bersama.
"Kalian bolos lagi?" Tanya Pak Bondan, si empunya kantin.
"Sekali-kali, Pa..."
"Habisnya, boring." Sahut Zhe, diiringi suara tawa Nita.
"Jangan sering-sering bolos." Pak Bondan berusaha menasehati mereka.
"Kasihan ayah dan ibu kalian." Ujar Pak Bondan seraya tersenyum.
"Iya, Pa..." Sahut Nita dan Zhe berbarengan.
Mereka berdua saling berpandangan, dan tertawa.
===
Usai pulang sekolah, Nita berjalan kaki menyusuri trotoar.
Seketika, langkahnya terhenti.
Nita melihat seorang anak seumuran dengannya, tengah menjajakan kue basah pada setiap mobil yang tengah berhenti.
Nita memanggil gadis itu.
"Ini berapa?" Tanya Nita, jarinya menunjuk pada kue berwarna merah yang berisi kacang hijau di dalamnya.
"Seribu, Mbak."
"Mau berapa biji?" Tanya gadis itu.
"Ehm...tiga deh."
Nita merogoh saku roknya dan mengeluarkan selembar lima ribuan.
"Kembalinya buat Kamu aja." Ujar Nita.
"Makasih, Mbak..."
"Tapi, ibu bilang-Aku hanya boleh terima uang dari hasil jualan kue saja." Ujar gadis itu tersenyum.
Tangannya menyodorkan selembar uang kertas dua ribuan, pada Nita.
"Ohw..." Nita lalu mengambil kembalian dari gadis itu.
"Kamu-sekolah?" Tanya Nita, penasaran.
Gadis itu mengangguk.
"Saya jualan kue ini, buat tambah-tambah ongkos naik angkot, sama buat bantu biaya sekolah adik-adikku, Mbak."
Gadis itu pun pamit pada Nita.
Kata-kata gadis itu bagai tamparan keras buatnya.
Ia selama ini, hanya bisa protes pada kedua orang tuanya yang sibuk mengejar karier.
Kehidupannya, sungguh berbeda jauh dengan gadis tadi. Nita menyesal telah bertingkah bodoh dan tidak menghargai kedua orang tuanya.
Tingkahnya yang nakal di sekolah, adalah aksi protesnya pada kedua orang tuanya yang jarang berada di rumah.
Nita berjanji dalam hatinya, Mulai sekarang, Ia tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang ayah dan ibunya berikan.
===
"Ibu..."
Nita memeluk erat ibunya yang tengah membuat brownies kesukaannya.
"Eh...ada apa, nih?"
"Datang-datang, main peluk aja..." Gurau ibu, seraya mencubit perlahan pipi gadis kecilnya.
"Nita janji, mulai detik ini...Nita akan jadi anak yang baik, buat Ibu."
Ibu menatap putrinya dengan bangga.
"Kamu akan selalu jadi anak yang baik buat Ibu, kok."
Kenakalannya di sekolah tempo hari, mungkin bentuk ungkapan hatinya.
Ibunya sibuk mengejar karier, sementara putrinya ternyata sangat butuh perhatian darinya. Membuatnya memilih resign dari pekerjaan.
"Maafkan Aku, Bu..." Nita memeluk ibunya sekali lagi.