Malam ini Jennie baru sampai di apartemennya. Sekarang pukul 22.00. Sebelum tidur ia memutuskan untuk mandi membersihkan diri terlebih dulu, berendam di bath up dengan air hangat. Tak sadar Jennie ketiduran, 15 menit kemudian Jennie tersadar dari tidurnya, keluar dari bath up langsung membilas seluruh tubuhnya. Selesai dengan mandi dan berpakaian Jennie datang ke kamarnya. Aneh. Tiba-tiba tercium bau parfum pria, Jennie yang tinggal sendiri tentu kaget. Bau parfum ini sangat menusuk hidung. Jennie mengecek seluruh ruangan di apartemennya, ruangan lain tak berbau, hanya di kamar Jennie yang tercium bau parfum pria.
Jennie tak ambil pusing. Mungkin ia salah cium. Maklum, orang yang sedang lelah.
Esoknya di pagi hari Jennie terbangun dari tidurnya. Semalam tidurnya sangat nyenyak. Rasa penatnya kemarin hilang dalam semalam. Sekarang Jennie semangat pergi ke kampusnya.
Sampai di kampus Jennie menceritakan kejadian bau parfum pada Rose.
"Aneh," ujar Rose.
"Aku-"
Ucapan Jennie terpotong karena kedatangan Jaehyun. Jaehyun menunjukkan ekspresi tak suka pada Jennie. Tanpa bicara Jaehyun membawa Rose meninggalkan Jennie.
"Barusan itu tidak sopan, Jae!" tegur Rose.
"Aku minta nomor teman mu yang barusan," kata Jaehyun.
"Nomor ponsel Jennie? Untuk apa?" tanya Rose.
"Berikan saja cepat. Aku tidak akan selingkuh dengannya. Aku hanya berniat untuk 'menolongnya'. Kau paham 'kan maksud ku?" tanya balik Jaehyun.
Rose mengangguk. "Kalau begitu aku paham. Akan ku kirim nomornya sekarang." Rose segera mengirim nomor ponsel Jennie pada Jaehyun.
Tring! Sebuah pesan masuk ke ponsel. Jennie langsung membuka ponsel miliknya.
Unknown : Jennie, ini Jaehyun. Aku mendapatkan nomor mu dari Rose. Bisa kita bicara selesai kelas? Ku tunggu kau di kantin.
Jennie langsung menelepon Rose. Aneh saja baginya, pacar sahabatnya tiba-tiba mengajak temu padahal barusan dia datang tanpa mengucap kata apa pun dan sekarang mengajak bertemu.
"Kau memberikan nomor ponsel ku pada Jaehyun?"
"Kau tahu 'kan kalau Jaehyun memiliki kelebihan bisa berinteraksi dengan yang tak terlihat. Em, sudah dulu ya dosennya datang. Kau turuti saja ucapannya aku tak paham kalau soal yang seperti itu. Hanya Jaehyun ahlinya."
Perasaan Jennie sekarang campur aduk. Bingung, takut, penasaran juga.
Selesai kelas Jennie dan Jaehyun bertemu. Jaehyun datang sendiri tanpa ditemani Rose. Jaehyun sengaja melakukannya, kebaikan untuk si pacar, namun Jennie meminta Jaehyun untuk menyuruh Rose datang. Akhirnya Jaehyun menelepon menyuruh Rose untuk menghampirinya.
"Kau bilang aku tidak boleh ikut. Takut ada energi negatif yang menempel," kata Rose.
"Energi negatif apa maksud mu?" tanya Jennie.
Jaehyun mengeluarkan buku dan alat tulis dari tas ranselnya. Kemudian mulai menggambar sesuatu. Jennie menatap Rose cukup lama, sedangkan yang di tatap hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh.
"Ekhem! Em ... aku bingung harus mengatakan ini dari mana. Aku harap kau mengerti. Kalau bisa, sebaiknya mandi di sebelum waktu magrib," kata Jaehyun.
"Ada yang salah dengan kebiasaan ku?" tanya Jennie.
"Ini sebenarnya kesalahan yang besar. Aku tahu kau kemarin mencium bau yang aneh. Harum tapi menusuk hidung. Aku tahu ini sendiri bukan dari Rose. Rose hanya mengirimkan nomor ponsel mu sesuai yang ku pinta. Terkadang jika dalam keadaan lelah kau selalu ketiduran dalam bath up. Bau kemarin itu berasal darinya, dia memang sengaja memancing mu dengan wanginya. Kemarin malam waktu kau tidur lelap, nyenyak, pulas sekali dalam dekapannya. Makhluk ini berasal dari kamar mandi yang ada di kamar mu. Oleh karena itu, aku memohon pada mu agar tidak mandi di atas jam enam sore." Jaehyun memperlihatkan hasil gambaran yang barusan diselesaikannya. Sosok makhluk yang selama ini tertarik pada Jennie hingga berani tidur memeluk semalam ketika tidur.