Rowoon datang ke rumah temannya, Cha Eun Woo. Eunwoo memang sengaja menyuruh Rowoon datang menemaninya malam ini menginap bersama di rumah. Ke dua orangtua Eunwoo sedang pergi mengurus urusan bisnis di luar kota.
Pandangan Rowoon tertuju pada sesuatu di atas lemari. "Pajangan yang bagus."
Mereka memutuskan bermain PS di kamar Eunwoo.
"Pajangan kepala di atas lemari depan seperti sungguhan. Hebat," kata Rowoon.
"Panjangan? Kepala? Apa maksud mu? Di rumah ku tidak memiliki pajangan seperti itu," jawab Eunwoo.
"Kepala itu ada di atas lemari ruang depan. Aku melihatnya disana. Kedua matanya berwarna merah, mulutnya terbuka ada dua taring besar menambahnya menjadi semakin menyeramkan," balas Rowoon.
"Bisa kau tunjukkan pada ku dimana kau melihatnya?" tanya Eunwoo.
Rowoon mengangguk. Kemudian mereka pergi ke ruangan kepala itu berada.
"Disini. Tepat disini aku melihatnya. Kepala itu ada di atas lemari," kata Rowoon.
"Kau lihat, tidak ada pajangan kepala seperti yang kau ceritakan di atas," kata Eunwoo.
"Sungguh. Tadi kepala itu ada di atas sana," kata Rowoon.
"Sudahlah jangan menakutiku, ini sudah malam, mungkin kau salah lihat," final Eunwoo.
Ketika mereka membalikkan tubuh, sosok kepala yang dilihat oleh Rowoon tiba-tiba muncul ada di hadapan mereka berdua.