setelah ditinggalkan pacarku, aku menjadi bosnya.
"Gilang-gilang, kau pikir aku bodoh apa, setelah kau mencampakkan aku dan pergi menjalin hubungan dengan wanita lain, kau pikir aku akan menangis lalu bunuh diri gara cinta, cih cih cih, dasar laki-laki bodoh, tunggu pembalasan ku besok Gilang adintara." ucap seseorang gadis dengan senyum miring nya.
"aku Stefani Sonia Germanotta, putri tunggal dari CEO terbesar se-Asia, tuan Germanotta Albert, aku tidak suka di Campaka ataupun diduakan."
wanita bernama Stefani mengertakan giginya. benci jelas, wanita akan membenci pria yang mencampakkan lalu berselingkuh didepan nya. Sangat menyakitkan bukan tapi itu yang dialami oleh Fani. dikhianati oleh pacarnya Gilang, bukan tapi mantan pacarnya. dan penyebab Gilang selingkuh gara-gara Fani gadis miskin dan cupu, sebenarnya waktu berpacaran dengan Gilang, Fani hanya ingin mengetes laki-laki itu dengan cara berpura-pura miskin dan juga berpakaian layaknya gadis cupu.
keesokan paginya, Fania sudah sangat rapi dengan baju layaknya big Boss.
"hahaha penampilan yang sempurna." ucap garang Fani.
"saatnya balas dendam." Fani memperlihatkan senyum miring nya, lalu ia mulai melangkah keluar dari kediamannya.
sesampainya disebuah kantor bertingkat, Fani memarkirkan mobilnya di parkiran khusus, lalu ia keluar dengan sangat keren dari dalam mobil.
Fani tersenyum, bukan senyuman manis layak nya malaikat, namun senyum membunuh layaknya seorang iblis. Fani mulai melangkah masuk kedalam area kantor. karyawan/karyawati di kantor terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan nya, namun disaat mereka melihat Fani, mereka semua menghentikan aktivitasnya dan memberikan hormat pada Fani.
"selamat datang nona." ucap lalu satu karyawati.
"hmm."
"bagaimana liburan anda nona, pasti menyenangkan!!!" itu yang bertanya adalah Silvia, sahabat Fani, Fani hanya tersenyum kearah Silvia, lalu berjalan melewati kerumunan para karyawan/karyawati.
Fani menghentikan langkahnya disaat ia melihat seorang karyawan yang sedang sibuk dengan laptopnya. wajah dan tampang yang familiar di mata indah Fani, wanita itu tersenyum miring, lalu melangkah menghampiri meja kerja sang karyawan.
"bagaimana hubungan mu dengan lestari, hm gue harap langgeng." ucap sinis Fani.
karyawan itu menoleh kearah sumber suara.
"Gilang and lestari, pasangan yang cocok untuk kedua manusia menjijikkan seperti kalian, ck." sinis Fani.
"Lo...ngapain Lo kesini? jangan-jangan Lo kesini mau nge-jalang yah hahaha." balas Gilang dengan tawa meremehkan Fani.
"gara-gara kesusahan keuangan Lo sampai harus ngejual tubuh Lo, kasian bener sih hidup Lo hahaha." Gilang terus saja melontarkan kata-kata yang membuat Fani tersenyum menjijikkan.
"hahaha lihat aja nanti, gue bakalan ngebalas 1000 kali lipat perkataan Lo itu yang iukk menjijikkan seperti orang nya hah." Fani mencoba menahan agar tidak terpancing emosi.
"cih jangan sok deh Lo jadi orang, jalang yah tetap jalang." Gilang terus saja mengatakan jalang sambil tersenyum sinis kearah Fani, Fani hanya menanggapi nya dengan wajah datar nya lalu berjalan melewati meja itu.
"tunggu sebentar lagi, akan ada rapat, bersiap-siaplah untuk menanggung malu mu, Gilang adintara." ucap Fani.
"cih sok banget jadi orang." sinis Gilang lalu melanjutkan pekerjaannya.
beberapa saat kemudian, dan benar saja apa yang dibilang Fani, bahwa akan ada rapat dadakan di kantor, Gilang pun langsung menuju ke ruangan rapat, ia duduk dikursi kosong yang sudah disiapkan.
"ekhmm jadi tujuan saya mengumpulkan kalian di ruangan rapat adalah untuk memperkenalkan penerus baru alias CEO baru berusaha Germanotta." ucap seorang laki-laki paru baya dan langsung ke inti pembicaraan nya.
"silahkan kesini Stefani Sonia Germanotta." ucap laki-laki paru baya itu mempersilahkan Fani untuk maju.
"halo semuanya saya Stefani Sonia Germanotta, saya putri tunggal dari Pemilik perusahaan ini tuan Germanotta." ucap Fani memperkenalkan diri nya.
Terkejut?jelas Gilang sangat terkejut akan hal yang diucapkan oleh Fani tadi.
"halak ini cuma prank mana mungkin cewek cupu and miskin kayak Lo anak pak Germanotta." remeh Gilang. Sontak seluruh mata para karyawan menuju kearah nya, dan dengan tatapan mematikan.
("apaan ini, kenapa mereka ngelihat gue kayak gitu, emang ada yang salah sama ucapan gue tadi, kan bener so Stefani itu cewek cupu plus miskin, masak iya dia anak dari pak Germanotta.")
batin Gilang yang sedikit bingung.
"jaga ucapan kamu yang Gilang, kamu cuma karyawan biasa, jadi jaga sedikit lisan mu dengan pemilik perusahaan." bentak pak Regan, ia adalah CEO lama yang mengurusi dan menjalankan perusahaan sebelum digantikan oleh Fani.
"eh kok bapak bentak saya sih." protes Gilang.
"kamu yah, bener-bener, mau saya pecat kamu hah." kesal pak Regan yang emosinya sudah mentok di ubun-ubun.
"tenang paman, jangan dipecat dulu, biar fani mainin dulu, setelah selesai main-mainnya baru ditebas, kan gak seru kalau langsung dipecat gitu." Fani angkat bicara.
"huftttf terserah kamu lah Fani."
Fani hanya tersenyum kearah sang Regan yang berstatus sebagai pamannya.
"baiklah sekarang Fani akan menggantikan posisi saya dengan sepenuh nya." ucap Regan tegas
"dan kamu Gilang, lebih jaga sopan santun mu disaat sedang berbicara dengan atasan, jangan berbicara seperti tadi." peringat Regan, dan hanya mendapatkan anggukan kepala dari Gilang.
("cih kok bisa sih cewek cupu ini jadi Putri pak pemilik perusahaan.") kesal Gilang dalam hati.
"baiklah rapat hari ini Selesai, kalian boleh kembali bekerja." ucap Regan menutup rapat, semua karyawan pun bubar, kecuali Gilang, Fani menyuruhnya untuk tetap duduk ditempat.
"bagaimana hm, puas, tapi itu masih belum seberapa Gilang adintara, gue bakalan ngebuat lebih dari ini." senyum miring kembali mekar diwajah cantik Fani, sementara Gilang hanya diam tanpa mengubrik, tidak berani melawan sang mantan yang kini sudah resmi menjadi bos nya.
hati-hati Gilang lewati dengan tekanan dari Fani, Fani bahkan menurunkan jabatan Gilang dari yang dulunya menjadi karyawan biasa, dan sekarang turun lebih rendah yaitu seorang OB, yang bertugas melayani para karyawan, sungguh malang nasib mu Gilang, tapi itu pantas untuk bajingan sepertimu, sangat pantas malah. akhirnya dendam terbalaskan namun rasa sakit hati masih melekat kuat didalam hati kecil Fani. rasa kecewa saat di Khianati memang sangat sulit untuk di lupakan, namun kita harus belajar melupakan nya dan membiarkan semuanya berlalu, biarlah itu menjadi mimpi buruk untuk mu, sampah wajib untuk dibuang, mantan wajib untuk dilupakan, jangan terlalu berlarut-larut dan kesediaan dan kepedihan, sungguh itu tidak baik, awali semuanya dari awal, cari seseorang yang benar dan tepat untuk kamu cintai dan sayangi, jangan sampai seperti Fani yang salah mencintai seorang bajingan.
terimakasih semua 😁
semoga suka yah sama cerpen ku😃
maaf kalau ada kesalahan kata, harap dimaklumin🙂
sekian 😌
terimakasih 😀