.....saat itu ibuk adalah sebagai perawat disalah satu rumah sakit umum didaerahku dan ayah adalah wiraswasta......setiap hari ketemu karena ayah dan ibu bertetangga hanya terbatas satu rumah sama tetangga......mungkin seringnya bertemu ayah memutuskan untuk berpacaran sama Ibu meskipun berbeda keyakinan........makanya ayah ibuku ditentang sama simbah kakek nenekku.......Dan ayah memutuskan untuk menikah dengan ibuku meskipun kedua orang tua ayahku dan ibuku menentangnya.....pernikahan digelar dengan sederhana dengan mahar 1000 rupiah dikala waktu itu mungkin udah lumayan besar........setelah pernikahan ibuk dan ayah memutuskan untuk tinggal mencari tempat tinggal sendiri.....kontrak di gubug reot yang dekat dengan pemakaman umum.....gubug yang tiap malam begadang karna lampu penerangan diwaktu itu belum ada.....hanya lampu teplok yang diisi minyak gas....ayah yang waktu itu hanya kerja serabutan tak terkadang kita makan nasi kering untuk mengganjal perutku.......terkadang hanya bisa membeli cakar ayam 1 untuk aku dan kakakku itu pun udah istimewa bagi keluargaku.......dan selalu dibantu sama tetangga tetanggaku untuk makan.....saudara tidak ada satu pun yang menengok keberadaanku....mungkin karna aku miskin......mengenang kecilku aku menangis ketika melihat perjuangan keluarga kecilku yang begitu berawal dari titik nol........