Setelah ditinggalkan pacar ku, aku menjadi bos nya. Aneh tapi ini bener - bener kenyataannya bahwa saat ini mantan pacar ku adalah bawahan ku.
Orang yang dulu melepaskan ku demi wanita lain hanya karena wanita itu lebih kaya dari diri ku. Tapi kenyataannya mantan pacar ku malah tertipu dengan wanita itu.
Hingga membuat ia harus menjual semua kekayaannya baik rumah maupun perusahaan yang kala itu ia kelola.
Sekarang di saat aku menjadi bos nya apa kalian tau dia dengan tak tahu dirinya meminta balikan lagi dengan ku.
"Rindi aku nggak nyangka kamu Rindi pacar ku dulu kan. Sekarang kamu udah kaya ya dan makin cantik. Nyesel aku dulu ninggalin kamu hanya gara - gara wanita itu." kata Bimo mantan pacar ku.
Gimana perasaan kalian di saat orang yang dulu pernah kalian sayangi dan cintai tapi malah memutuskan hubungan secara sepihak dan sekarang ia juga yang dengan tak tau malunya meminta balikan lagi pada kalian.
Aku kalau boleh jujur sebenarnya bingung kenapa dia malah minta balikan lagi dengan ku. Bukannya dia dulu yang milih ninggalin aku. Lalu sekarang di saat aku udah jadi seperti ini. Mengapa ia baru bilang menyesal.
"Menyesal kata mu, lalu kenapa dulu kamu tak pernah berpikir sedikit pun untuk tak memutuskan hubungan dengan ku." kata ku menjawab ucapan Bimo.
"Dulu karena aku tergoda dengan wanita itu sehingga aku akhirnya lebih memilih dia. Tapi ku mohon adakah kesempatan untuk ku memperbaiki semuanya." kata Bimo menjawab ucapan ku.
"Maaf hati ini sudah tak menerima orang seperti mu. Dan ya karena tadi saya mendapatkan pemberitahuan bahwa kamu membuat ulah di perusahaan saya. Hingga saya memutuskan untuk memberhentikan mu dari pekerjaan mu di perusahaan saya ini. Silahkan bereskan semua barang - barang mu dan berpamitan pada rekan kerja mu hari ini. Karena mulai besok kamu tidak akan datang kemari lagi." kata ku dengan begitu jelas pada Bimo sambil pergi meninggalkan laki - laki itu.
"Tunggu, apa kamu yakin tak akan mempertimbangkannya ucapan ku itu." kata Bimo masih mencoba membujuk ku dengan ucapannya itu.
"Tidak dan tidak akan pernah ku pertimbangkan" kata ku tanpa menoleh kebelakang untuk menjawab ucapan Bimo itu.
"Sombong sekali kamu mentang - mentang udah kaya. Sombong dan lupa diri kamu." kata Bimo dengan sangat keras pada ku.
"Terserah kamu mau bilang apa untuk ku. Tapi yang jelas aku tak memperdulikan mu lagi." kata ku menjawab ucapan Bimo.
Di situlah akhirnya percakapan di antara mereka berdua pun berhenti dengan sendirinya.