Setelah ditinggalkan oleh pacarku, aku menjadi bosnya
Malam itu ditengah hujan yang rintik-rintik aku duduk di bangku taman dengan derai airmata pacarku Dodi memutuskan hubungan kami demi seorang wanita lainnya yang bekerja di tempat yang sama dengannya, setiap katanya masih terngiang di kepalaku
"Anita maaf sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, aku merasa kita tidak cocok. Aku sepertinya juga telah menemukan cinta yang lain, dan dia sepertinya cocok dengan diriku."
"Apa maksudmu Dod apa kamu mau mengakhiri hubungan yang telah kita bangun beberapa tahun ini."ucapku dengan mata yang telah berkaca-kaca
"Maafkan aku Ani aku telah jatuh cinta dengan seorang wanita ditempat kerjaku dan dia juga wanita yang pekerja keras."ucap Dodi dengan menundukkan kepalanya menghadap tanah
"Jujur saja aku lebih menyukai sikapnya daripada dirimu, jadi maafkan aku."ucap Dodi sambil melepaskan genggaman tangannya dari tanganku kemudian berlalu pergi
Aku yang mendengar ucapan dirinya menjadi terkejut dan berusaha untuk tidak menangis akan tetapi setelah kepergian dirinya airmata yang telah kubendung keluar juga dan tidak bisa kutahan.
Seakan langit mengerti akan kesedihan ku langit yang cerah menjadi mendung dan mulai mengeluarkan rintik hujan.
Dalam perjalanan pulang menuju kerumah aku terus saja dilanda kesedihan hingga aku tidak memperhatikan jalan
tinnnnnnnn
Suara klakson mobil terdengar keras dari arah depanku dan tiba-tiba berhenti tepat didepan ku, tanpa aku sadari ternyata aku telah berjalan agak ketengah jalan untungnya mobil di depan ini bisa berhenti tepat waktu
Dari dalam mobil keluar seorang wanita dari wajahnya terlihat berumur sekitar 40 tahunan mengenakan setelan jas yang rapi sambil berjalan tergopoh-gopoh kearah ku
"Kau tidak apa-apa nak, mukamu terlihat sedih ada apa denganmu. Mari kuantar pulang saja dimana rumahmu."
"Baiklah aku tinggal di jalan Melati No 212. Terimakasih sebelumnya."ucapku dengan lesu
Didalam mobil aku ditanyai oleh wanita tersebut
"Nak apa yang terjadi dengan dirimu nak"
"Aku baru putus dengan pacarku, dia memilih wanita yang satu kerjaan dengannya. Dia bilang dia suka wanita mandiri padahal waktu itu dia yang melarang diriku untuk bekerja, dan mengatakan untuk membiarkan dia saja."
"Sudahlah nak pria seperti itu jangan kau pikirkan, bagaimana kalau kamu bekerja di kantor ku saja kebetulan kami sedang mencari karyawan soalnya kami baru saja membuka cabang di kota ini."
"Baiklah."ucapku
Wanita itupun terus mengantarkan diriku kerumahku, dan didalam mobil kami terus saja saling bercerita sehingga kesedihan yang kurasakan perlahan menghilang.
~~~~~~~~~
Akupun telah bekerja di tempat wanita itu walaupun aku cuma sebagai karyawan biasa, tapi aku tetap menjalani dengan tekun dan terus berusaha mengerahkan yang terbaik
"Ani kau dipanggil keruangan Bu Cahya."ucap slah seorang teman ku ditempat kerja
Akupun segera pergi menuju ruangan didalam ruangan itu Bu Cahya telah duduk dengan tenang sambil menatap diriku
"Silahkan masuk Ani dan silahkan duduk."
Setelah aku duduk Bu Cahya pun mulai berbicara
"Ani saya telah memperhatikan dirimu selama bekerja di sini kau memiliki sikap yang baik dan selalu bekerja keras, bahkan saat kutanya dengan teman kerjamu mereka juga mengatakan bahwa kamu adalah teladan bagi mereka. Oleh karena itu aku sebenarnya ingin mengangkat dirimu sebagai manajer di kantor cabang di kota ini, aku tidak bisa terus tinggal di sini."
"Tapi apakah saya bisa Bu."
"Tenang saja saya akan tetap mendampingi dirimu selama 6 bulan dan melatih dirimu sebelum saya kembali ke pusat."
~~~~~~~~~~
Tak terasa sekarang sudah 3 tahun aku sejak menjadi manager di perusahaan cabang di kota kelahiran ku ini sekarang aku juga telah melupakan kejadian 3 tahun lalu dan menganggap itu semua sebagai bagian dari takdir dan merupakan awal dari jalanku menuju kesuksesan
Saat ini perusahaan cabang yang kukelola telah menjadi besar oleh sebab itu aku memutuskan untuk mencari karyawan tambahan, aku juga melakukan sendiri untuk interview para pelamar tapi yang paling tidak ku sangka adalah pelamar yang ku interview terakhir adalah mantanku sendiri
"Selamat sia............ Ani."ucap mantan pacarku tergagap setelah dia memasuki ruangan dan menemukan diriku
"Ouh iya mas silahkan duduk kita akan mulai interviewnya."ucapkan dengan santai padahal hatiku sudah sangat tidak keruan tapi aku berusaha untuk tetap profesional
"Iya maaf Bu."ucap mantanku
"Silahkan perkenalkan diri anda."ucapku
"Nama saya Dodi Anggara............"ucap mantanku memperkenalkan dirinya
akupun terus melakukan interview dan setelah merasa cukup aku pun meminta dirinya untuk keluar tapi sebelum dia keluar dia segera mengucapkan sesuatu
"Ani maafkan diriku waktu itu aku salah setelah aku putus dengan dirimu aku pun putus dengan wanita itu ternyata dia hanya memanfaatkan diriku dan dia berselingkuh di belakangku."
"Itu semua hanya masa lalu tidak ada yang perlu di katakan lagi, lagipula aku sudah memaafkan dirimu."
"Apakah kamu masih marah, aku sungguh minta maaf. Tapi masalah pekerjaan...."
"Kamu tenang saja aku bukan orang yang mengaitkan pekerjaan dengan hal pribadi, kalian semua yang telah di interview akan dilakukan tahap percobaan dan darimana yang terbaik itulah yang akan diterima. Lagipula bukan aku yang mengurus masalah itu tapi sudah ada yang kuberikan tanggung jawab."
"Baiklah."
Saat pengumuman orang yang diterima ternyata nama mantanku termasuk, aku yang melihat itu hanya mengangguk saja karena jujur saja dia memang memiliki kemampuan untuk itu.
Saat semua orang satu persatu menghadap ke diriku, dan tiba saat mantan ku yang masuk aku hanya mengangguk dan menjelaskan semua tanggung jawabnya
"Terimakasih An...Bu Ani."ucapnya
"Ya.. dan lakukan yang terbaik untuk perusahaan ini dan lupakan masa lalu, dan selamat bergabung dengan perusahaan ini."