Zrass...!!!!
Ctar!!!!!
Clack! Clack!!
"Huh, bagaimana ini?? Mana aku tidak membawa payung lagi!!" Oceh Natsuki yang merasa kebingungan.
"Ada apa denganmu? Natsuki??" Tanya seorang laki laki bernama Hosikawa.
"Hari ini aku lupa membawa payung. Kebetulan juga hari ini hujan deras" Jelasnya sambil menata beberapa berkas.
"Naik taksi juga tidak masalah kan??" Hosikawa menyarankan.
Natsuki hanya diam, dan sesekali ia memandangi luar jendela.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 4 sore waktu Jepang, itu artinya ia harus segera pulang.
"Kau sudah mau pulang?" Tanya Hosikawa padanya.
"Ah, iya.. ini sudah lewat jam pulangku" Ujarnya.
Ia pun mengambil tas miliknya yang tadi ia taruh dimeja.
"Apa kau mau pinjam payungku??" Hosikawa kembali bertanya.
Namun Natsuki menolak tawaran dari Hosikawa. Dan segera beranjak keluar perusahaan agar cepat sampai rumah.
Ia melihat sekeliling untuk menghentikan salah satu taksi. Niatnya untuk membuatnya tidak basah kuyup.
Namun sudah begitu lama ia berdiri seakan orang aneh, sama sekali taksi tidak ada yang lewat.
"Huh, apa aku harus berjalan??" Gumamnya merasa tak setuju.
Karena sudah begitu lama menunggu, dan kesabarannya habis.
Natsuki pun melangkahkan kakinya dan bertekad untuk melewati derasnya hujan.
Tapi untungnya Tuhan menyelamatkannya, suami Natsuki datang walaupun kurang tepat.
"Kenapa kau hujan hujan an??" Tanya suami Natsuki yang bernama Josy.
"Iya, aku lupa membawa payung" Jawabnya.
"Tapi kan kau bisa menungguku datang?" Kata Josy yang merasa kasian pada Natsuki.
Natsuki hanya tersenyum lebar dan bergumam sejenak.
"Pria ku ini memang baik!"
Sesampainya di rumah, Natsuki langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang kering.
Setelah selesai, dan keluar dari kamar. Betapa bahaginya dia melihat Josy memberikan dia secangkir minuman jahe hangat.
"Ini untukmu" Kata Josy sambil mengulurkan minuman itu pada Natsuki.
"Terima kasih..." Ucapnya dan kemudian langsung meminum minuman jahe itu.
Esoknya, terik matahari menyinari Natsuki yang masih tertidur pulas.
Ia terbangun ketika mendengar sebuah kekacauan yang asalnya dari dapur.
Natsuki pun menghampiri ruangan dapur untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya ampun, kenapa kau memasak??" Tanya Natsuki keheranan.
"Iya, tadinya aku ingin membangunkan mu. Tapi sepertinya kau sakit" Kata Josy memberitahukan fakta.
"Sakit?" Gumam Natsuki tak percaya.
"Tadi aku memegangi tanganmu, dan itu terasa begitu panas" Lanjutnya.
Natsuki memegangi tangannya sendiri dan memang benar, tangannya begitu panas.
Ia juga merasa sedikit tak enak badan.
Mungkin karena kemarin ia hujan hujan an ketika pulang dari perusahaan.
Natsuki membaringkan tubuhnya di sofa sambil menonton tv.
Dan Josy, datang dari dapur sambil membawakan roti bakar rasa coklat dan minuman coklat hangat kesukaan Natsuki.
"Ini khusus untukmu" Ujar Josy dan memberikan semuanya.
"Ah, terima kasih banyak..." Ucapnya merasa berterima kasih.
"Kau harus istirahat seharian ini. Mungkin kau masuk angin?" Ucap Josy dengan tiba tiba.
Natsuki hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menonton tv.
Begitu juga dengan Josy yang ikut menemani Natsuki yang sedang terbaring sakit.
Jangan lupa like and koment ya😉😚🤭