Sudah menunjuk pukul 04.15 pagi, aku bangun, aku sengaja untuk bangun pagi untuk melanjutkan tujuan utamaku saat ini, yaitu berjuang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, aku baru saja lulus kuliah, dan yang ku lakukan saat ini adalah untuk mencari pekerjaan. Kuliahku kemarin dengan biaya sebagian dari orang tua ku dan sebagian uang dari keringat aku sendiri, aku kuliah sambil bekerja sebagai paruh waktu, dan berjanji ketika lulus kuliah aku akan berusaha mencari pekerjaan yang bisa membiayakan aku dan keluarga ku, dan saat ini lah bagi aku untuk berjuang mendapatkan pekerjaan itu. Jauh dilubuk hatiku harapan dan impian ku tidak pernah padam bahwa aku akan sukses suatu hari nanti, meskipun saat ini keadaan sedang susah dan kurang bersahabat dengan ku. Pagi ini aku keluar rumah dan melanjutkan misiku untuk mencari pekerjaan, dengan sebuah motor bebek yang mungil dan berwarna merah untuk menemani aku mencari pekerjaan, hariini aku menuju sebuah kantor besar yaitu kantor perusahaan pabrik kelapa sawit di kalimantan, perjalanan lumayan jauh dari tempat tinggalku. Aku menelusuri jalan dan menikmati perjalanan ku, perjalanan ku menempuh waktu sekitar 2 jam, tiba dikantor yang menjadi tujuanku, aku melihat semua orang ramai dan berpakaian rapi cantik-cantik dan ganteng-ganteng aku merasa sedikit grogi namun berusaha untuk meyakinkan hati pasti bisa dan harus percaya diri. Menuju post satpam aku bertanya,
“Selamat pagi Pak...!”
“Selamat pagi juga dek” balas pak satpam dengan ramah
“Ada yang bisa saya bantu?” susul Pak satpam menanya aku kemudian
“A...ada Pak, saya mau memasukkan lamaran dikantor ini, Bapak bisa tolong saya?”
“O...oh adik mau memasukkan lamaran, mari saya antar untuk menemui HRDnya”
Aku dan Pak satpam menuju ruangan HRDnya, perasaanku yang gak karuan merasa deg-degan dan berharap bisa diterima. Pak satpam hanya bisa menunjukkan ruangannya, dan saya mencoba menuju ruangan itu, tiba didepan pintu saya menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan biar terasa lebih lega.
Tok...tok...tok...!!
“Permisi...”
“Ya masuk”
Saya masuk dan menjelaskan tujuan saya untuk melamar pekerjaan, lamaran saya berikan dan jika diterima nanti akan ada panggilan melalui telepon, HRDnya sedikit jutek namun kelihatan sepertinya orang baik. Aku permisi keluar dan pulang, setibanya diluar ruangannya, ada beberapa karywan yang memandang judes denganku, aku coba memandang mereka dengan senyuman manisku. Aku pulang dan diseperempat perjalananku, aku singgah disebuah cafe, dan memesan minum sesuai dengan selera ku yakni es mecha, duduk sambil minum es, dan memikirkan kemana aku akan pergi untuk memasukkan lamaran selanjutnya, karena aku tidak bisa berharap untuk lamaran-lamaran yang sudah aku masukkan dan takutnya mengecewakan aku nantinya, mencoba menanya teman dan mencari di google, namun ketika aku menanya teman-teman ku yang sudah bekerja soal lowongan pekerjaan pasti mereka bilang sudah penuh dan tidak ada lowongan lagi. Pusing memikirkan soal pekerjaan tiba-tiba ada pesan masuk dari seseorang yang tidak asing lagi, dia adalah kekasihku yang sudah dua tahun lebih bersama ku, aku kaget dan terkejut pesan yang dikirimkan bukannya memberi semangat malah memutuskan semangatku, pesannya berisikan untuk mengakhiri hubungannya dengan aku, bayangkan diposisiku yang saat ini lagi pusing mencari kerja lalu dapat masalah dianya mengakhiri hubungan, aku tidak bisa berpikir panjang dan aku langsung mengiyakan semuanya. Hubungan kami pun berakhir begitu saja. Minuman pun habis aku bergegas untuk pulang dengan berlinang air mata, sepanjang jalan air mata tidak berhenti jatuh, merasa putus asa, tidak layak dan tidak pantas itulah yang aku rasakan. Setibanya dirumah aku langsung masuk ke kamarku, dan air mataku tidak berhenti untuk mengalir basahi pipiku. Untuk beberapa hari bahkan bulan aku stop untuk mencari pekerjaan dan lamaran yang aku masukkan belum juga ada panggilannya. Aku mengurung diri dirumah aku merasa benar-benar tersakiti sampai aku depresi, apa pun yang aku lakukan serba salah karena kondisi hati yang tidak bersahabat. Sakit iya ketika kita dibuang begitu saja oleh orang yang kita sayangi, tapi hukum alam akan tetap berlaku. Beberapa minggu berlalu aku mencoba mengisi hariku dengan berdoa menyerahkan semuanya kepada Tuhanku, pekerjaanku dan percintaanku. Semakin sering berdoa aku semakin merasa nyaman dan tenang aku mulai bangkit lagi. Dan aku mulai untuk melanjutkan misi ku selanjut nya yaitu mencari pekerjaan, tekad ku dalam hati aku harus sukses. Aku kembali memasukkan lamaran pekerjaan di berbagai kantor, toko dan tempat swalayan lainnya, ada yang menerima aku dengan baik ada juga yang mengusir aku. Banyak terjadi penolakan tapi tidak memadamkan semangatku, karena aku percaya dengan kalimat ”kalau usaha tidak akan menghianati hasil apalagi yang disertai dengan doa.” terus berjuang, hari-hariku kulalui dengan mencari pekerjaan. Nampu pada hariini aku tidak berpetualang mencari pekerjaan karena hari ini aku diajak untuk bepergian oleh saudara sepupuku ku, aku mau saja sih, karena sudah stree juga dan ingin refreshing. Pergilah kami ke pantai menikmati suasana yang indah ditepi pantai, bahagia ia sangat bahagia, kami berjemur dan tiba-tiba didepan lewat sepasang kekasih yang sangat mesra dan ternyata adalah mantanku. Aku ter senyum aja sih, yah... meskipun ada sakit juga. Aku gak tau sih dia ada atau tidak melihat aku, tapi ya sudah lah gak penting juga. Gak lama kemudian tiba-tiba dibelakangku ada yang memanggi namaku.
“Shandy...”
Aku pun menoleh kebelakang dan yang memanggil aku mantan ku dangan pacar barunya. Aku biasa aja sih melihatnya sepertinya mereka lagi pamer kemesraan depan aku.
“iya ada apa?” dengan muka cuek ku.
“gak, sama siapa pergi kesini?” ucap pacar barunya mantanku.
“seperti yang dilihat sekarang, dengan sepupu aku” berharap mereka cepat kabur karena malas ngomong dengan orang yang gak penting lagi. Dalam hatiku “pantas aja dia mutuskan hubungan dengan ku, ternyata pacar barunya lebih cantik, montok dan tinggi, selera laki banget deh” Mereka pun pamit mau foto-foto lagi. Kami lanjut berjemur sambil foto-foto juga.
“cantik pacar baru dia” ucapku dengan nada sedih danpandangan ke laut yang luas
“eits... jangan ngomong seperti itu” sahut sepupuku.
“kamu lebih cantik, nanti kalau sudah kerja percantik diri jangan lupa” susulnya kemudian
Gak lama kemulian hp ku ada panggilan masuk dengan nomor telepon tidak dikenal, menganggap itu orang iseng aku tidak menjawabnya, panggilan pun berakhir, sekilas ingat dipikiran ku “lamaran pekerjaan, ahh mungkin kah” Hp ku berdering lagi dengan nomor yang sama, aku bergegas menjawabnya dan menerima telepon.
“hallo, maaf siapa dan ada apa?”
“hallo Mba shandy, ini dari perusahaan kelapa sawit, mau memanggil Mba Shandy untuk datang ke kantor besok untuk interview, pagi sekitar Pukul 07.00 wib”
“Baik Bu saya akan detang besok, terima kasih bu”
Obrolan kami berakhir dengan girangnya aku memeluk sepupuku yang ada disampingku, bagiku hari ini hari yang baik, dan aku tidak lagi jadi pengangguran. Kami merayakannya dengan makan-makan, dan bahkan kami tidak sadar hingga sampai malam hari, kami bergegas pulang kerumah dan istirahat. Pagi pun tiba aku mempersiapkan diri untuk berangkat interview, pikirku “lolos tidak ya interviewnya”. Datang dikantor aku langsung interview dan pada hari itu juga aku langsung disuruh untuk bekerja, merasa belum siap dan grogi, karena aku pikir sehabis interview aku disuruh pulang dulu, eh... ternyata langsung diterima. Bekerja dan terus bekerja setelah beberapa hari, minggu dan bulan aku masih dibimbing. Sepertinya pekerjaan ini cocok dengan ku dan rasanya juga menyenangkan, beberapa bulan kerja gajiku ku simpan dan membantu orang tua belanja dirumah, ingat dengan kata sepupuku ketika kami dipantai “ketika sudah kerja jangan lupa untuk mempercantik diri” bulan depan aku merencanakan untuk perawatan ke salon kecantikan dan ingin berbelanja juga. Hari-hari ku lalui dengan gembira kemudian tibalah dihari dan bulan untuk gajian, ahh senangnya, seperti keinginanku dibulan ini ingin belanja dan mempercantik diri, dan sua hari kedepan ada tanggal merah dimana kami diliburkan semua, dan ini kesempatan ku untuk memenuhi keinginanku. Tiba ditanggal merah, pagi-pagi aku pergi ke dokter kecantikan untuk konsul masalah kulit yang kebetulan aku punya kulit yang kuning langsat biar putih. Seharian percantik diri malamnya pergi ke sebuah mall ingin juga membeli baju kerja yang bagus, dengan ditemankan kakak sepupuku, sesudah memilih baju dan membelinya kami merasa haus mencari minumdisini juga untuk rehat sebentar. Pas minum melihat diujung ada pemandangan indah.
“suutttt... kak ada pemandangan indah didepan” ucap ku pelan-pelan dengan kakak sepupuku.
“mana?” dengan wajah senyum dan melirik dan mencari cari.
“belakang kakak, pojok sana” sambil memandanginya, ehh... dipandangi balik, dengan cepat aku memalingkan muka ku ke arah lain.
‘kakak, dia memandang kearahku” susulku kemudian denan tertawa.
“Kakak gak mau mandang dia, kakak dah punya calon, buat kamu aja” dengan tertawa terbahak-bahak.
Aku pun tertawa mendengar gurauan sepupuku itu, dan sepertinya dia memandang ke arah ku terus, aku jadi grogi gini. Sudah hampir pukul 21.00 malam, kami pun segera pulang dan sepertinya dari geraknya dia akan pulang juga. Tiba diparkiran kami bertemu lagi, bukan bertemu sih hanya saling curi pandang saja jarak kami sekitar sepuluh meteran lah dengan dia. Pulang kerumah seharian gak ada istirahat, datang dirumah langsung bersihkan diri dan tidur karena besoknya akan kembali bekerja lagi.
Kembali pagi dan kembali juga bekerja di jam istirahat aku diajak makan keluar dan kemudian diajak ngopi oleh kawan-kawan kantor di sebuah cafe yang terkenal enak banget kopinya, katanya, kata orang-orang. Kami pun memesan kopi semua dengan varian berbeda. Tiba-tiba salah satu dari teman kami ada menegur seseorang disamping kami duduk, dan mengajak gabung dengan kami. dia gabung dengan kami karena hanya dia sendiri dan mungkin gak enak juga karena sudah diminta untuk gabung. Aku pun memandanginya setelah dia duduk dan gabung dengan kami. Dia seseorang yang semalam ketemu di mall, dalam hati “mampusss... dia kan yang semalam yang aku pandangi, malu sekali rasanya”
“shandy...” sambil tersenyum pak Pras manggil namaku aku terkejut, dan kemudian bilang lagi.
“dia masih jomblo, dan dia pemilik perusahha juga” ucap pak pras menyusul sambil megolok-olok aku karena disitu hanya aku yang belum mempunyai kekasih. Aku tersenyum dan dia pun tersenyum juga pas bertatapan sekilas dengan ku pikirku”mungkin dia ingat yang semalam hahaha” salah satu dari kawan kami ada yang resfect dengan senyuman kami dan berkata.
“sepertinya sudah ada sinyal-sinyal ini” sambil tertawa terbahak-bahak. Sepertinya jam akan menunjuk jam kerja dia pamit duluan karena akan mengadakan meeting lagi, kami pun segera kembali kekantor juga menyusul dan melanjutkan pekerjaan. Beberapa hari berlalu setelah ngopi diluar kemarin aku kepikiran dengan pemilihk perusahaan itu, dan aku mencari di sosial media tentangnya. Ternyata perusahaan miliknya, aku mengetahuinya dan itu tempat mantan pacarku dan pacar baru nya bekerja, “sesingkat ini dunia” pikirku. Tidak lama selang aku mencari infonya di sosial media ada chat masuk di hp ku dengan nomor baru, dengan bunyi “selamat malam, saya yang ikut gabung ngopi dengan kalian kemarin dan yang di mall, by Joy” dan ternyata orang yang aku sukai dari awal melihatnya. Aku pun membalas chat darinya. Kemudian call aku dan ngajak ngedate besok malam. Cowok secakep itu yang memang aku suka dari pandangan pertama tidak mungkin aku tolak, aku mau dan mengiyakan ngedate besok malam.
Kembali bekerja tiba dikantor semua heboh, pak Pras yang membuat heboh aku sedikit kebingungan dengan mereka, mereka bilang aku lagi bahagia dan tidak akan jomblo lagi.
“adaapa sih ini?” tanya ku dengan nada penasaran.
“kami turut bahagia” ucap kawan-kawan serempak.
Ternyata sebelum aku datang kekantor pak Pras sudah cerita dengan kawan-kawan semua karena pak Joy dari perusahaan sebelah minta nomor hp ku, pantas saja ketika aku menanyainya kemana dapat no ini, dia menjawab besok kamu pasti tahu, dan ternyata benar.
Tiba dimalam kami akan ngedate dia meminta agar dia menjemput aku dari rumah namun aku menolaknya karena aku bisa pergi sendiri. Namun pada saat itu sedikit ada gerimis, aku bilang dengan setelah gerimis akan berangkat, lalu dia meminta untuk teteap menjemput aku dirumah. Ya... aku dijemput ke rumah namun aku belum ada basa basi untuk menyuruh singgah ke rumah karena aku masih ada trauma dengan masalaluku, yang kemarin.
Setelah beberapa kali ngedate dan beberapa bulan kenal,dia meminta aku untuk menjalin hubungan dengan nya, menjalin hubungan maksud dia bukan berarti pacaran tapi menikah. aku terkejut karena seserius ini, ternyata dimasalalunya dia juga punya pengalaman yang menyakitkan pacaran lama bahkan sampai empat tahun tapi tidak menikah, pacarnya menikah dengan teman akrabnya sendiri. Dipikir-pikir jalan cerita cintanya lebih menyakitkan dari pada aku. Dengan keadaan ini jujur aku masih bingung, tapi teman sekantor ku meminta agar aku segera menikah dengannya, dia juga sempat cerita dengan pak Pras, dan kalau sudah cerida dengan pak pras semua orang pasti tahu. Dengan dorongan dan dukungan teman-teman kantor yang mana aku menyukainya juga, aku menerima dia untuk jadi pendamping hidupku. Merasa akan menikahiku dia mengajak aku untuk melihat perusahaannya, dan disini aku bertemu dengan mantan pacarku dan pacar barunya mereka kaget melihat aku sudah digandeng Pak Joy pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
Kami mempersiapkan pernikahan kami, dan saling mengenalkan orang tua, tidak banyak halangan semua berjalan dengan lancar, dan ternyata aku lebih dulu menikah dari mantan pacarku. Pernikahan kami dihadiri dengan banyak orang dan bahkan mereka juga datang.
***