Akhirnya setelah 10 tahun berlalu aku kembali ke kota ini, aku sangat senang apalagi mengingat teman masa kecilku dulu, dia adalah orang yang selalu membelaku saat aku di buly dulu, rasanya sudah tidak sabar aku ingin cepat mencarinya agar kami dapat bertemu kembali
Hari ini aku mendatangi rumah teman masa kecilku itu, aku mengetuk pintu dan tidak lama kemudian ada seorang ibu paruh baya yang membukakan pintu untukku"permisi apa ini rumah Radit bu, saya Maya teman sekolahnya dulu" tanya ku sopan dengan ibu itu "benar ini rumah Radit tapi dia sedang tidak ada di rumah, jam segini dia masih ada di kafenya" jawab ibu itu ramah, lalu aku bertanya lagi "kalau boleh saya minta alamatnya Bu" "iya boleh sebentar ibu ambil kertas buat catat alamatnya" kata ibu itu lalu dia masuk kedalam rumahnya. Tak berapa lama dia keluar dengan sebuah kertas bertuliskan alamat kafe Radit "ini nak alamatnya"kata ibuk itu sambil menyodorkan kertas tersebut "terimakasih bu, kalau begitu saya pamit dulu Bu" pamit ku pada ibu itu "iya nak sama sama hati hati"
Lalu aku datang ke kafe tersebut aku melihat dari luar nampak ramai pengunjung, lalu aku masuk kedalam sampai di dalam kafe aku melihat ada Radit yang sedang bercanda dengan beberapa orang aku melihat mereka seperti seumuran, mungkin dia adalah teman Radit, akupun memberanikan diri untuk menghampiri mejanya "hai Radit" sapaku padanya, dia dan teman temannya reflek menoleh ku, karena dia masih diam dengan ekspresi bingung lalu aku bicara lagi "kamu Radit kan yang dulu sekolah di SMP Harapan Bangsa?" tanyaku padanya "iya kamu siapa ya? aku Maya dit temen sekolah kamu dulu" kataku pada Radit, tapi Radit masih terlihat bingung "maafya tapi sepertinya aku tidak mengelmu, aku juga tidak merasa punya teman kamu dulu" seketika aku merasa sangat sedih, ternyata selama ini hanya aku yang mengingatnya dan dia sama sekali tidak mengingatku. Aku membalikkan tubuhku dan ingin keluar dari kafe tersebut tapi baru beberapa langkah aku kembali menghampirinya dan mengucapkan terima kasih " walaupun kamu tidak mengingatku tapi aku ingin mengucapkan terima kasih karena dulu kamu sering menolongku saat aku dibully di sekolah" setelah mengucapkan itu aku berjalan keluar kafe. Jujur aku sedikit kecewa karena dia tidak mengingatku tapi aku cukup senang karena dia hidup dengan baik.