Sepertinya baru kemarin kita mengajarinya berjalan.
Kini ia sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Bahkan ketika ombak permasalahan menerjang, ia masih sanggup berdiri dengan gagah tanpa goyah.
Dulu ia selalu menangis jika meminta sesuatu.
Namun ia kini sadar, jika menangis bukanlah solusi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Dulu ia selalu marah jika tidak bisa menyelesaikan sesuatu dengan benar.
Sekarang ia sudah belajar, jika emosi tidak akan menyelesaikan masalah.
Saat itu kau selalu bergantung pada ayah dan ibu.
Ibu masih ingat ketika ayah mengajarimu naik sepeda.
"Ayah, jangan dilepas ya? Aku takut", pintamu.
Dan ketika kau pertama kali masuk sekolah.
"Ibu disini saja, jangan tinggalin aku", rengekmu.
Saat itu kau sangat khawatir jika kami melepaskan pegangan tangan darimu atau meninggalkanmu walau hanya sesaat.
Namun sekarang kau sudah punya duniamu sendiri. Jadi kau tidak perlu khawatir jika ingin melangkah tanpa kami.
Malaikat kecil kita kini sudah tumbuh dewasa, sayang.
Tak terasa ternyata kita sudah setua ini.
Kita telah berusaha mendidiknya menjadi pribadi yang kuat namun tetap takut dengan Tuhan. Karena itulah pegangan hidup yang paling penting.
Ingatlah nak, kau adalah pahlawan didalam ceritamu. Maka dari itu, teruslah maju tanpa harus bergantung pada orang lain.
Teruntuk malaikat ayah dan ibu.
Sampai kapanpun dan apapun keadaannya, kau tetap akan menjadi malaikat kecil kami. Love you banyak-banyak.