Nia sedang belajar di suatu pengajian, lalu ustadz membuka pengajian dengan al fatihah, setelah itu datanglah seorang santriwan yang sudah biasa terlambat, "Soleh,kenapa bisa terlambat lagi, sekarang kamu jelaskan hadist yang kemarin saya tulis pada teman teman mu " kata ustadz pada mas Soleh, *sebenarnya mas Soleh ini kenapa sih selalu cari gara gara sama semua orang, tidak cuma sama santriwan dan ustadz saja, tapi dia juga sudah pernah cari gara gara dengan semua santriwati, apa sih yang ada di pikirannya* kata ku dalam hati, "inggih ustadz, kulo terangaken" kata mas soleh, dan dia langsung menjelaskan tanpa kesalahan sedikit pun, entah sejak kapan aku kagum pada kepintarannya.
ke esokan harinya , nia berangkat mengaji, di tengah perjalanan ia melihat mas soleh, saat lumayan dekat mas soleh menyapa nia "assalamu'alaikum nia sudah mau berangkat ke pengajian? ", " iya mas, kalau mas kenapa tidak berangkat ? " kata nia penasaran, "oh saya masih harus bantu ayah saya, jadi tidak bisa datang cepat" kata soleh menjelaskan pada nia, "mohon maaf mas, ayah nya mas soleh kerja apa ya? " karna terlau penasaran nia pun bertanya pada mas soleh, "oh ayah saya sebenarnya kerja jadi seorang pengusaha, tapi umurnya sudah tua... dan lagi orang tua saya kedua sedang sakit kritis" kata mas soleh, " ah mohon maaf mas, saya terlalu penasaran" kata nia panik karna ia telah bertanya masalah keluarga mas soleh, "tidak apa apa nia, oh ya kalau ada orang yang melamar mu apa kamu akan menerimanya? " kata soleh bertanya pada nia,"kalau saya ya mas asal orang tua saya setuju maka saya juga setuju" kata nia dengan sedikit curiga, "yasudah kalau lusa saya datang untuk melamar apa boleh? " kata soleh dengan percaya diri, "looh, sampean mas, beneran, jangan bohong" nia sedikit tidak percaya, "memangnya tidak boleh, lah kan aku berusaha untuk mendapatkan kamu" kata soleh, "ya boleh saja sih mas, saya akan bilang ke orang tua saya kalau mas akan datang lusa" nia menjawab dengan tersenyum, "iya terimakasih ya nia" mas soleh pun juga membalas senyuman nia.