aku Ella umum ku saat itu 6 bulan diwaktu aku diangkat menjadi anak dari keluarga sederhana.
mungkin karna masalah ekonomi atau masalah yang lain hingga aku diberikan kepada orang lain. saudara sekandung ku ada delapan tiga laki laki dan lima perempuan.mungkin karna kami keluarga besar orang tuaku yang masa itu juga orang miskin serta kasih terhadap orang lain yang belum memiliki anak itu kasihan hingga memberikan aku kepada mereka.
tapi jujur saja mungkin karna kami dididik dan dibesarkan dilingkungan yang berbeda menciptakan jarak antara kami. rasa canggung Masi terasa hingga kini
meski kata orang darah lebih kental dari air, namun darah tak akan kental bila di beri asam.
jadi bila dari kecil kita biasa sendiri tak punya teman berbagi itu biasa memendam segala nya.
bila tiba tiba kita tau bahwa kita punya teman berbagi jelas rasa canggung itu ada.
sekarang aku telah menikah dengan seorang pria sederhana, meski tidak punya harta tapi dia baik di padaku dan bertanggung jawab.
meski aku dan dia dijodohkan orang,aku berharap ini menjadi pernikahan ku yang pertama dan terakhir.
meski sedari awal aku tau saudara sekandung ku tidak ada yang setuju dengan suamiku ini ,hanya karna dia jelek miskin dan tak punya pendidikan tapi dia baik dan bertanggung jawab menurut ku.
aku yang saat itu sedang tertekan dan butuh sandaran dia datang dan mengulurkan tangannya untuk ku . disaat semua tanggung jawab keluarga berada dipundak ku karena ayah angkat ku meninggal dia datang untuk meringankan beban ku.ibu angkat ku yang sudah tua dan sakit-sakitan serta adik angkat ku yang punya kekurangan mental membuatku buntu saat itu.
semuanya aku pendam sendiri kekecewaan sakit hati benci rindu semua jadi satu saat itu.tapi aku tak mampu bersuara hanya air mata yang mengalir di pipi ku .
dia datang bagai. hujan di saat kemarau panjang meringankan segala beban.
sekarang aku bersama dengan dia menjalani rumah tangga sudah hampir 8tahun kami punya dua orang putra
anak pertama ku bernama Farhan dan yang kedua bernama Sultan.
Farhan sekarang 7 tahun dan sultan 4tahun.
mereka anak anak yang hiperaktif selalu ada saja yang di buat supaya aku marah sama mereka.tak pernah Diam kecuali tidur. membuat dunia ku jungkir balik . seperti tadi mereka menangkap ikan di kolam sampai rumah tangga hingga ikan ikan itu pada mati karena mabok.dan aku harus mengganti itu pada tetanggaku .
hampir setiap hari aku harus ganti rugi pada orang lain karna ulah mereka berdua ,baik itu tanaman maupun hewan peliharaan.untung hampir semua tetangga maklum terhadap anak-anak ku jika tidak aku tak kau harus bagaimana.
apa aku yang salah atau menang anakku yang tahan banting.akupun tak tau akan itu semua. tapi yang jelas aku berusaha untuk merubah mereka jadi lebih baik. meskipun kepada ini seperti mau pecah menghadapi mereka karna tak jarang aku terbawa emosi menghadapi mereka semua.
disaat ekonomi dan anak menelanku .aku harus berjuang keras untuk bisa bertahan menghadapi semuanya.karna aku tah mau anak anak ku bernasib sama dengan ku yang malang ini .jangan sampai anak-anak ku di urus orang dan tak saling mengenal satu sama lainnya.karna itu teramat sangat sakti.