Di hari libur yang cerah, ku terima sebuah undangan pernikahan, disana tertulis sebuah nama yang tak asing bagiku "Adi"
nama yang begitu indah terukir dalam hati dan juga tak mungkin bisa ku lupakan, bagaimana tidak... dia adalah orang yang paling aku cintai dan ... dia juga satu satunya laki laki yang ku izinkan menyentuhku, sampai sampai menghadirkan benih dalam rahim ku
sedih ... kecewa ... dan marah itu pasti namun apa dayaku, apa hak ku ? karena aku sendirilah yang memilih pergi dan meninggalkannya
aku lakukan itu bukan atas kehendakku, tapi keadaan lah yang membuatku harus menjauh dari nya
ku pandangi undangan pernikahan itu dengan rasa yang berkecamuk ... berharap ini adalah mimpi, namun sayang ini adalah kenyataan, kenyataan bahwa Adi bukan di takdirkan untukku