Hari itu sangat cerah. saat aku berkumpul dengan teman temanku untuk bermain atau membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Sebenrarnya saat itu aku tidak ingin datang. Namun teman temanku memaksaku karena aku jarang sekali bertemu dengan mereka karena pekerjaan menyita banyak sekali waktuku, dan aku sampai tidak punya waktu untuk diriku sendiri.
Lalu ku putuskan untuk ikut bersama teman temanku, namun mereka menentukan satu permainan, yaitu satu orang harus membawa satu cerita untuk didengarkan.
Saat aku sampai dirumah temanku, aku duduk bersama mereka, satu persatu dari mereka menceritakan kejadian aneh dan bahkan kisah cinta mereka yang tidak pernah dibahas atau diceritakan kepada orang lain. Dan saatku bercerita telah tiba.
.
.
.
.
Siang itu saat aku bertemu dengan temanku, anak itu cukup baik dan perhatian sama aku. Waktu itu kita mengerjakan tugas bersama dan melakukan segala hal bersama. Sam pai suatu ketika, sekitar dua bulan setelahnya, aku baru sadar kalau Kak Rano sedang mendekatiku.
Cara dia ngomong sama aku, cara dia becanda sama aku benar benar berbeda sama teman perempuannya yang lain.
"Kamu kenapa kak? nggak biasanya kamu kayak gini sama yang lain"
aku menanyakan hal yang sedikit ganjal itu. Namun dia hanya tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya dan itu tidak menjawab pertanyaanku. Aku diam saja, kupikir itu semua hanya perasaanku.
Namun hal itu terus terjadi, kali ini aku benar benar yakin kalau kak Rano ada perasaan denganku. Namun dia tidak mengakuinya saat teman teman yang lain menanyakan apakah dia menyukaiku atau tidak.
Aku mulai bingung dengan tingkah anehnya, namun meakipun begitu aku merasa nyaman didekatnya. Perasaan itu terua berlanjut sampai akhir tahun. Namun mengapa dia tidak juga menyatakan perasaannya padaku? Apa harus aku? tapi aku malu.
Sampai suatu saat, aku merasa kak Rano menjahuiku. Dia tidak meresponku sama sekali. Aku kebingungan, kesalahan apa yang telah ku buat sampai kak Rano menjahuiku. Saat itu terjadi, aku mulai bertindak, aku yang mendekatinya, aku memperhatikannya dan segala hal kulakukan untuknya, namun sepertinya kak Reno sudah tidak menyukaiku lagi, apakah ada yang salah denganku? Mengapa dia berubah? Apakah kak Reno sudah memiliki kekasih sampai dia membuangku?
Aku tidak menyerah, meskipun sakit aku tetap memperhatikannya. Sampai suatu saat, aku mendapat teman baru. Meskipun hubunganku sedang kacau dengan kak Rena, aku tetaplah aku, yang selalu menyapa orang orang baru yang menjadi temanku.
Di waktu senja, kak Merry datang menemuiku.
"Rani, itu si Jojo deketing gih, perhatiin dia, dia kelihatan kurang bisa berteman sama anak anak yang lain"
Jujur saat itu aku ingin mengatakan tidak. Aku sedang pusing dengan kak Rano, tetapi mengapa aku harus membantu anak baru ini? Bukankah banyak anak yang bisa membantunya? Mengapa harus aku?
Namun mulutku dan pikiranku tidak sejalan, pikiranku mengatakan tidak, namun mulutku mengatakan iya.
"Oke kak, nanti Rani temeni Jojo"
Astaga, apa yang ku lakukan, tidak ada yang tahu tentang aku dan kak Rano, jadi wajar kalau kak Merry mengatakan hal itu.
Aku mulai mendekati Jojo, aku bercanda dan berbicara, ternyata anaknya asik juga, banyak kesamaan diantara kami, aku mulai mengenalnya dan dia mulai mengenalku, dan ku ajak dia untuk bermain bersama teman teman yang lain agar pertemanannya semakin luas.
"Rani, tanya dong, kamu lagi deket sama siapa?"
Jojo tiba tiba menanyakan hal itu, tapi mengapa? namun ku jawab saja pertanyaannya.
"Aku lagi deket sama kak Rano, tapi sekarang kak Rano lagi jauh dari aku, aku nggak tau salahku apa"
Dari situ aku menceritakan segalanya pada Jojo, dan bisa ku lihat wajahnya yang cukup sedih. Dan kupikir itu hanya karena dia mendengar ceritaku.
Semakin lama aku semakin dekat dengan Jojo dan mulai tidak memikirkan kak Rano yang menjauh dariku. Aku sudah lelah menantinya, dia tidak memberikanku kepastian sama sekali.
Semakin lama aku menceritakan segalanya pada kak Merry, dan kak Merry menyuruhku untuk tetap bersama Jojo saja, namun aku tidak semudah itu meninggalkan kak Rano, meskipun dia sudah menjauh dariku.
Aku merenung dan memantapkan pilihanku yang ingin bersama Jojo.
Sampai suatu ketika, aku benar benar dekat dengan Jojo. Namun, saat itu kak Rano melihatku sedang berdua dengan Jojo, bisa ku lihat wajahnya yang sangat kesal melihatku dengan Jojo, namun aku diam saja, meskipun aku belum meluoakan kak Rano sepenuhnya.
Dari situ diamanapun aku dan Jojo bertemu berdua selalu kak Rano bisa menemukan kami dan mengganggu hubungan kami. Suatu ketika aku sangat kesal dengan kak Rano dan mengajaknya bertemu berdua.
"Kakak maunya apa sih? Dulu kakak jauhin aku kan? kakah udah nggak peduli sama aku kan? Sekarang kenapa ganggu aku sama Jojo? Kak Rano maunya apa?"
Aku marah dan kesal saat itu. Namun kak Rano hanya bisa diam dan tersenyum
"Jadi kamu memilih Jojo daripada aku?"
Aku sangat bingung dengan perkataannya. Dia yang menjauhiku, dia yang tidak memperdulikanku, tapi mengapa sekarang mengatakan omong kosong seperti itu? Tanpa banyak bicara aku oergi meninggalkannya.
Satu hari, Kak Rano mengajak Jojo bertemu, hanya berdua saja. Kak Rano menjelaskan hubungannya denganku selama ini, dan ingin mempertahankanku.
"Jo, aku sama Rani punya hubungan yang lebih dari teman, aku dekat sama Rani sebelum kamu. Jadi tolong jangan jadi penghalang ya"
Jojo tidak bisa tinggal diam mendengar itu semua.
"Aku nggak peduli sih, sekarang Rani dekat sama aku dan bukan sama kamu. kalau kamu menceritakan semuanya ke aku, itu semua masalahmu dan salahmu sendiri. Kamu punya banyak kesempatan jadi pacarnya Rani, tapi kenapa kamu buang kesempatan itu?"
Mendengar itu kak Rano hanya bisa diam dan kesal.
"Banyak kesempatan yang bisa kamu ambil, tapi kamu nggak ambil kesempatan itu. Dan sekarang aku dapet kesempatan itu, Kesempatan untuk jadi pacarnya Rani, dan aku nggak akan lepas kesempatan itu. Paham."
Jojo langsung meninggalkan kak Rano.
"Oh iyaa.. Kalau kamu ga bisa bikin Rani bahagia, pergi yang jauh, jangan dekati Rani lagi. Biar aku yang membuatnya bahagia. Sekali kamu dekati Rani lagi, Urusanmu sama aku."
Jojo sangat tegas kepada kak Rano. Dan mulai hari itu Kak Rano sudah tidak lagi berhubungan denganku. Dan aku sangat bagmhagia dengan Jojo.
~TAMAT~