Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil. Senang? Tentu saja. Akan ada yang memanggilku mama nantinya
Aku memberitakan kabar baik ini kepada suamiku, Joshua. Aku membuka pintu kamar mandi. Ku lihat ia sudah menungguku di depan pintu dengan perasaan bercampur aduk. Ia berharap aku hamil. Ia ingin segera dipanggil papa. Aku berpura-pura bersedih. Ia memelukku mengira kalau aku kecewa padahal aku tahu yang paling kecewa adalah dirinya.
"Tidak apa-apa. Nanti malam kita bisa buat lagi." Joshua memandangku dengan tersenyum nakal.
"Josh ..." Aku menunjukkan hasil test pack.
Dua garis. ~ gumam Joshua saat melihat test pack.
"DUA GARIS!?" Joshua bersuara agak keras.
"Ini artinya ..." Ia memandangku dengan mata berbinar-binar. Mata paling bahagianya sejak kami bersama.
"Iya, papa Joshua." Aku menganggukkan kepalaku.
Ia lalu memelukku dan memutarku seperti di iklan jaman dulu. Tapi ia hanya bertahan satu setengah putaran.
"Kok cuma sebentar?"
"Kamu ..." Joshua bingung. Ia masih berpikir hendak menyelesaikan kalimatnya atau tidak.
"Kamu ..." Aku meniru Joshua.
"Kamu berat." Joshua langsung kabur.