Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil!
Aku tidak tahu harus mengatakan pada siapa, Saat aku mengetahui hasil dari pemeriksaan tadi malam yang menunjukan.
"Dua garis? Astaga? Apakah benar benar hamil? Aku harus bagaimana?" Tanyaku pada diriku sendiri.
Aku merasa kebingungan. Usia ku yang baru menginjak 22 tahun dan aku harus sudah melahirkan anak dalam waktu 9 bulan kedepan tanpa seorang suami dan juga ayah dari anakku kelak. Pacarku, Tidak maksudku mantan pacarku yaitu ayah dari anak ini akan menikah besok! Tidak mungkin aku memberitahukan hal ini pada nya!
Aku terkulai lemas dikamar mandi sambil memegang testpack hasil pemeriksaan kehamilanku. Aku takut jika di masa depan akan menjadi sulit dan semua orang akan mencaci-maki anakku.
"Apa yang harus aku lakukan tuhan? apa aku harus memberitahu Alex?" Tanyaku pada diri sendiri dengan lemas.
Ting..
Suara notif pesan dari ponselku. Aku pun mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan padaku malam malam begini.
Alex
"Alex? ada apa dengannya? aku harus bagaimana?" Aku kebingungan saat melihat nama pengirim pesan itu, Lalu aku membuka pesan dari Alex.
'Mela Aku merindukanmu! bisakah kita bertemu? Aku tidak yakin dengan keputusanku untuk menikahi Lily besok! Aku hanya mencintaimu Mela! tolong temuilah aku untuk terakhir kalinya! aku mencintaimu Mela!'
Aku gemetar membaca pesan singkat dari Alex. aku dan Alex merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai, Namun keluarga kami menentang hubungan kami sehingga orang tua Alex menjodohkan Alex dengan Lily.
Aku pikir ini kesempatanku untuk merebut Alex kembali demi aku dan anakku! Namun aku juga berpikir bagaimana jika aku berada di posisi Lily?.
Aku hanya bisa menggenggam ponsel ku tanpa niat membalas pesan dari Alex. Akupun keluar dari Kamar mandi. saat keluar dari kamar mandi aku bertemu dengan adikku Mira. Ia melihat aku yang kebingungan dan membuntuti ku sampai kamar.
"Kaka kamu kenapa? kenapa terlihat sangat pucat?" Tanya Mira adik kesayanganku.
"Aku tidak apa apa Mira! sudahlah, ini sudah larut sebaiknya kamu pergi tidur!" Ucapku mengalihkan perbincangan, Namun Mira tiba tiba merenggut ponsel dan hasil pemeriksaan kehamilanku, Ia pun melongo kaget melihatnya.
Aku hanya terdiam melihat ekspresi terkejut adikku.
"Kakak! Apakah kau hamil? Lalu anak siapa itu? Apakah anak Alex?" Tanya Mira padaku lirih sambil mengarahkan hasil test dan ponsel padaku.
Aku hanya mengangguk pasrah, karena di keluarga ini aku hanya mempercayai Mira. dia adikku, Umur kami hanya berbeda dua tahun sehingga kami sering sekali berbagi cerita.
"Lalu apa yang Kaka lakukan? besok Alex akan menikah kak!" Ungkap Mira.
Ya aku tahu itu! tapi aku pikir aku tidak berhak menghancurkan pernikahan mereka.
"Sudahlah Mir, Lupakan saja! Aku lelah, aku akan pergi berisitirahat tolong tinggalkan aku sendiri" Aku benar benar lelah dan frustasi, aku hanya ingin sendiri saat ini.
Mira yang mengerti pun akhirnya pergi meninggalkanku.
_____
Keesokan harinya akupun berniat untuk pergi ke pernikahan Alex dan Lily ditemani oleh Mira.
"Kakak apa kamu baik baik saja? Jika kamu tidak ingin pergi sebaiknya jangan memaksakan diri! Kak percayalah aku akan melindungi mu! meskipun kau harus hidup tanpa Alex aku akan bersama denganmu kak!" Ucap mira padaku. Aku tersenyum mendengar adikku mengatakan hal tersebut.
Kami pun tiba ditempat yang di tuju. Aku melihat ke pelaminan dengan senyum miris saat aku melihat pandangan kami tidak sengaja bertemu, Aku melihat Alex yang sedang berdiri di atas pelaminan dengan mata yang penuh dengan penyesalan dan beban.
Aku tidak tahu harus melakukan apa, Lalu pemandu acara mengumumkan acara selanjutnya yaitu akad nikah. Hatiku terasa terbakar aku ingin lari dan berteriak namun aku menahannya. Namun air mataku mengalir dengan sendirinya.
Lily yang melihatku pun langsung menghampiriku.
"Kak mela Maafkan aku! Aku tidak berniat untuk menikah dengan kak Alex! aku tidak mencintainya! ini semua hasil perjodohan keluarga kami!" Ucap Lily sambil terisak, terlihat ia pun sangat terbebani. ia memeluk tubuhku dan gemetar. Aku yakini dia sedang menangis saat ini.
Para tamu yang menyaksikan hanya terkejut dan melihat adegan itu. Lalu orang tua Lily langsung menarik Lily dari pelukanku. dan membawanya menuju tempat akad akan dilaksanakan. aku yang melihat itupun geram dan langsung berlari mengikuti mereka dengan Mira dibelakangku.
Aku menarik Alex dari tempat duduknya dan aku mengatakan pada semua orang.
"Aku dan Alex, Kami saling mencintai! Kami tidak akan pernah berpisah sampai kapanpun! Aku sudah muak dengan semua hal yang di katakan orang tua kami! kenapa kalian menyakiti anak kalian sendiri! Saat aku memutuskan untuk datang kesini aku tidak ada niat menghancurkan acara ini! namun saat melihat Lily yang juga merasa tersakiti aku merasa semua ini tidak adil!" Ucapku yang membuat semua mata menatapku dan merasa iba.
Aku menarik tangan Alex dan Mira keluar tanpa mendengar panggilan dari orang tua Lily maupun orang tua Alex.
"Mela! apakah kita benar benar akan pergi?" Tanya Alex padaku dengan tatapan yang tidak percaya.
"Lalu? apakah kamu akan menikahi Lily yang terlihat tertekan? Dan mengorbankan kebahagiaanmu?" Tanyaku pada Alex.
Alex langsung memelukku. Kami berpelukan erat dan saling menangis.
"Alex aku mengandung anakmu!" Ucapku di tengah pelukan kami.
Alex melepaskan pelukannya dan menatapku. Lalu,
"Aku akan menjaga kalian! terimakasih Mela! Aku akan membahagiakan kalian!" Ucap Alex terisak sambil memelukku dengan erat.
Aku dan Mira pun ikut menangis, kami pun pergi ke KUA dan melaksanakan pernikahan kami tanpa ada restu dari orang tua kami. Setelah SAH kami memutuskan untuk pergi ke kota lain dan menyuruh Mira kembali kerumah.