"mau bareng aku?".
Ketika turun dari motor kemudian meletakan helm, saya termangu melihatnya duduk dengan tatapan nanar dan mata sendu. Saya menghampirinya dengan langkah perlahan, takut menganggu lamunannya yang kelihatan sedang seru sekali.
dia adalah laki laki yang mempunyai kharisma , saya menyukai nya , sangat . bahkan saat pertama kali bertemu dengan nya, saya jatuh hati. spesifik dari keahlian nya adalah gitar . setiap dia memainkan chord dengan nada yang penuh improvasi . saya bahagia , saya merasa nyaman dan tenang.
"kamu lagi sakit? kenapa tetep main futsal?."
ia tersenyum , menoleh ke arahku .
"hobi itu menyembuhkan."
"iya kalo hobi nya selesai , sakitnya juga selesai?."
"hei,, sesuatu yang kita kerjakan dengan rasa senang , pasti akan lebih mudah bahkan ingin lebih lama , seperti hobimu dalam menggambar."
"hobiku bukan gambar."
"oh iya? gambar mu bagus!".
"hobiku fotografi."
"nah itu dia , aku harap kamu mengerti , tenang aja aku pasti sembuh setelah pulang dari hobi ku."
senang melihat lekuk senyuman nya , dia mempunyai ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dari yang lain . sampai pada akhirnya saya membuat dia heran , iya .
saya menyatakan perasaan lebih dulu , saya bilang bahwa saya menyukai nya . saya gak mau buat dia kecewa atau menjauh , namun bila disangkal dan menimbulkan benci , saya mengakhiri ini , alasan saya menyatakan nya karena saya tidak mau masuk lebih dalam . saya tidak mau menyalah artikan perasaan senang ini .
saya sadar bahwa dia sedang menyukai perempuan lain , saya tau . saya tau bahwa masa lalu nya lebih indah dibandingkan harus berteduh di saya .
kini dia selalu tidak berubah , bahkan dia menunggu novel saya terbit , dulu saya bilang kalau "berkat suka sama kamu , saya berhasil menciptakan novel di tahun 2022 nanti." sekarang dia menunggu nya .
namun saya menyerah , sampai kapan pun , sosoknya akan menjadi tokoh utama di dalam cerita saya , bukan untuk di dunia nyata . saya menyayangi nya . selalu.