Di suatu hari terlihat keluarga Nabilah yang baru pindah rumah pun memasuki rumah barunya, Nabilah yang baru berusia 7 tahun pun berkata.
“Mama, lumahnya bagus banet (Mama, rumahnya bagus banget)” kata Nabilah dengan suara anak-anaknya.
“iya sayang, oh ya kamar Nabilah di sana ya” tunjuk Mama Nabilah.
“oke” jawab Nabilah bersemangat.
Satu bulan kemudian rumah mereka pun kebakaran, Nabilah yang panik pun langsung meloncat dari jendela dan tewas seketika.
Delapan tahun kemudian, rumah itu pun dijual dan dibeli oleh keluarga Shanju.
“kamarnya bagus ya kak!” seru Shanju pada Kakaknya yang bernama Isti.
“iya dek, oh ya kamar kita misah aja ya” jawab Kak Isti.
“oke kak” kata Shanju.
Mereka pun segera membersihkan rumah barunya itu dan beristirahat.
“hufftt cape habis membersihkan rumah” keluh Shanju sambil meneguk air mineral.
“sama nju, Kakak juga cape” jawab Kak Isti.
“aduh kasihan nih 2 bidadari Papa kecapaian” kata Papa.
“iya nih, oh ya kalian tidur aja dulu sana” ucap Mama.
“iya mah” jawab Kak Isti dan Shanju bersamaan dan masuk ke kamarnya masing-masing.
Malam harinya, Shanju pun melihat malam lewat jendela, dan melihat gadis seusianya sedang duduk sendirian di rumput.
“hei, kenapa kau duduk di rumput gitu? Kamu gak sakit?” tanya Shania berteriak.
Namun gadis itu hanya diam, dan Shanju pun melangkahkan kakinya ke kasurnya.
“hmm aneh sekali gadis itu” kata Shanju.
Dua hari kemudian, Shanju pun bersekolah di SMA barunya dan menemukan sahabat baru yaitu Ve dan Ayana.
“hai, aku Shania Junianatha, panggil aja aku Shanju” kata Shanju memperkenalkan diri.
“kalau aku Ayana Shahab, panggil aja aku Ayana” ucap Ayana.
“dan aku Jessica Veranda, panggil aku Ve” jawab Ve.
“kita adalah best friend” ucap mereka berbarengan.
“hahaha” mereka tertawa riang.
Lima bulan kemudian pada malam hari.
“huuffttt aneh sekali deh rumah ini” ucap Shanju dan segera menarik selimutnya dan memejamkan mata.
“Shania, Shania Junianantha, tolong aku” suara itu terdengar di telinga Shanju, ia pun membuka matanya perlahan dan melihat wajah menyeramkan di balik jendela.
“Tuhan, aku mohon hilangkan wajah itu” batin Shanju lalu berdoa, dan wajah itu pun menghilang.
“huufftt syukurlah” lega Shanju.
Keesokan harinya di sekolah, Shanju pun menjelaskan kejadian itu pada Ve dan Ayana.
“ngaco nih, masa sih?” tanya Ayana tak percaya.
“iya Avana, wajahnya seperti terbakar, gak kelihatan sih” jelas Shanju.
“hmm aneh juga ya” kata Ve.
Malam harinya Shanju pun meminta agar Kak Isti tidur di kamarnya.
“kak, temani aku tidur yuk!” pinta Shanju.
“emangnya kenapa sih shan?” tanya Kak Isti.
“gak ada apa-apa sih, please kak temani” mohon Shanju.
“iya deh” kata Kak Isti lalu berjalan ke arah kamar Shanju.
Di kamar Shanju. Mereka pun tidur, dan jam 12 malam wajah itu pun muncul kembali di jendela.
“Shanju tolong aku!” suara itu terngiang di telinga Shania.
“kak, ada wajah menyeramkan kak” kata Shanju pelan sambil berusaha membangunkan Kakaknya.
“hoaaammhh, Astagfirullah” Kak Isti kaget melihat wajah itu.
“kak, aku takut” ucap Shanju.
“tenang dek, oh ya kamu kenapa menakuti kita?” teriak Kak Isti pada wajah itu.
“maaf, aku hanya ingin tenang di alamku, tolong aku Kak Isti” kata suara itu.
“to.. to.. tolong apa?” tanya Shanju gemetaran.
“tolong kuburkan jasadku di bawah rerumputan itu, aku mau tenang” mohon wajah itu.
“baiklah, tapi ini sudah malam, besok pagi kita akan beritahu, asal kamu tak ganggu kita” kata Kak Isti.
“baiklah aku tak akan ganggu kalian” ucap wajah itu dan menghilang.
Esok harinya Kak Isti dan Shanju pun memberitahu kepada orangtuanya dan mereka pun menggali rerumputan itu dan di temukan jasad anak berumur 7 tahun yang bernama Nabilah. Dan menguburkannya dengan layak.
Keesokan harinya di sekolah.
“hmm syukurlah kalau sudah selesai masalahnya” kata Ayana.
“iya, jadi kamu gak diteror deh sama wajah menyeramkan itu” sambung Ve.
“iya, aku jadi lega” jawab Shanju.
Semenjak itu Shanju pun tidak diteror lagi oleh wajah menyeramkan itu, namun seminggu kemudian wajah itu pun muncul kembali. Di kamar Shanju.
“hmm tidur ah” ucap Shanju.
“Shanju, makasih ya hihihihi” kata wajah itu yang dengan wajah terbakar dan penuh nanah dan darah.
“aaaaaaa!!!” teriak Shanju lalu ke luar dari kamarnya.
“hihihihihihi” wajah itu tertawa lalu menghilang.
TAMAT