Terlahir kembar, membuatnya saling mengasihi namun kalo udah soal wanita, keduanya pun terjebak dengan menyukai wanita yang sama.
Ide gila pun terlintas di kepala Yunu dan Nuyu, mengadakan duel dan yang menang maka bisa terus mengejar wanita yang di cintai nya, yang kalah harus ikhlas melepas kan gdisnya untuk yang menang, yang parahnya lagi mereka berdua belum tahu apa kah gadis yang mereka rebutkan itu membalas salah satu cinta mereka atau hanya menganggapnya sebatas teman.
Bag..
Buk..
Duk..
Pukulan demi pukulan pun melayang di antara keduanya.
"Harusnya kau itu mengalah untuk ku!" ujar Nuyu, pria yang berambut pink.
"Enak saja, ada juga sebagai kaka.. kau yang mengalah." ujar Yunu membalas serangan yang di lakukan Nuyu.
"Aaah, ampun kaka.. kebiasaan sih." teriak Nuyu
saat telinga kanannya di tarik oleh Yunu.
"Hahaha." tangan kanan Yunu siap melayang di wajah sang adik.
Buk..
Nuyu tersungkur di lantai.
"Sudah ku bilang kan, kau itu adik.. harusnya mengalah." ujar Yunu dengan mengulurkan tangan kanannya ke arah Nuyu, membantu Nuyu bangun.
"Sorry, blokir pukulan fatal untukmu tidak membuat ikatan di antara kita berubah kan?" tanya Yunu.
"Tidak, kita kan sedarah.. sudah bersama sedari.di dalam rahim ibu." ujar Nuyu.
Mereka pun saling berpelukan.