Sebuah Song Fiction dari Betty—Taylor Swift
☘☘☘
Dear Betty,
Aku sebenarnya tidak tahu mengapa kau tidak masuk ke kelas yang sama denganku beberapa hari belakangan ini. Tapi, aku rasa ini semua karena aku. Aku yang sudah menyakitimu.
Kamu pasti mendengarkan semua rumor dan omong kosong yang diceritakan oleh Inez. Aku selalu bilang padamu bahwa apa yang keluar dari mulut Inez adalah kebohongan semata. Dan aku ingin mengatakan hal yang sama kali ini. Namun, sayangnya aku tidak bisa. Karena sialnya apa yang Inez katakan kali ini adalah kebenaran, dan semua orang tahu itu.
Aku tahu aku telah menyakitimu. Hal terburuk yang sudah kulakukan, dan yang paling kusesali dalam hidupku adalah menyakitimu. Aku ingin menjelaskan padamu segalanya dan menceritakan semuanya kepadamu dengan gamblang.
Tentang apa yang terjadi pada musim panas kemarin bukanlah apa-apa bagiku. Eve menghampiriku saat aku sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah dengan pikiranku yang tak berhenti memikirkanmu. Dia memberiku tumpangan di mobilnya. Kami berkendara hingga larut malam dan aku berakhir dengan tidur dengannya. Akan tetapi, hal yang harus kau ketahui adalah, tidak pernah sedetik pun pikiranku teralihkan dari pikiran tentangmu.
Aku tahu aku brengsek. Oleh sebab itu, aku ingin menemuimu untuk meminta maaf. Sayangnya kau tidak mau melihatku di sekolah.
Jadi, aku memutuskan untuk datang ke pesta yang kau selengarakan malam itu.
Sepanjang perjalanan sambil mengendarai skate board kesayanganku, aku terus memikirkan bagaimana responmu ketika bertemu denganku. Apa kau akan memaafkanku di depan teman-teman bodohmu? Atau malah mengutukku dengan kata-kata kasar dan mengusirku keluar?
Kau tahu sendiri aku tidak menyukai keramaian. Apalagi pesta! Tapi, aku memaksakan diri untuk pergi menemuimu.
Sampai akhirnya saat aku tiba di sana, aku malah menemukan kau berdansa dengan George, dan tertawa lebar mendengar lelucon payah yang dia sampaikan. Tawa cantik yang harusnya hanya kau tunjukkan padaku saja.
Aku berusaha menahan amarah dengan mengepalkan kedua telapak tangaku. Namun, itu sama sekali tidak membantuku meredakan emosi. Itulah sebabnya aku memukuli George. Merusak pesta bodoh yang tidak pernah kita hadiri atau selenggarakan sebelumnya.
Akan tetapi, ternyata sikapku justru membuatmu semakin marah padaku. Kau tidak mau bertemu denganku sama sekali. Makanya, aku menulis surat ini untukmu.
Satu-satunya hal yang kuinginkan dalam hidupku sekarang adalah berbaikkan denganmu. Aku tahu aku salah. Aku hanyalah bocah lelaki berusia 17 tahun yang bodoh dan berpikiran pendek. Namun, satu hal dalam diriku yang tidak mungkin salah adalah, aku tahu aku sangat merindukanmu.
Jadi Betty, maukah kau memaafkanku?
With all my love,
James.