"Hana, hari ini temani ibu ke mall." Ibu Hana meminta Hana untuk menemaninya.
Hana lalu bersiap-siap menuju ke mall. Di toko baju ibu Hana sibuk memilih baju untuk Hana. "Hana, coba pake." Hana lalu mencobanya di kamar pas.
"Apa ada acara?" Hana bertanya.
"Teman ayah mengundang kita untuk makan malam di rumahnya."
"Teman ayah yang mana, Bu?"
"Hari ini anaknya Terius berulang tahun. Kita diundang makan malam."
"Kalau acara kak Te aja, aku bisa pake kaos dan jeans."
"No, no, no. Kau harus terlihat cantik malam ini."
"Bukannya aku itu memang cantik?" Hana bersikap sangat manis.
Saat tiba di rumah Terius, mereka makan malam bersama. Hana merasa sedikit aneh. ~ Kenapa mama kak Te lihatin aku terus.
Selesai makan malam Hana tahu. Ada sesuatu yang tidak biasa. Papa Terius hendak membicarakan sesuatu dengannya.
"Om hendak menjodohkanmu dengan anak om."
Joshua? Aku bakal nolak mati-matian. Nggak sudi aku nikah sama dia. Dia itu musuh bebuyutanku.
"Om akan menikahkanmu dengan Terius."
Kak Te? Apa ia tidak apa-apa dengan perjodohan ini? ~ Hana melihat Terius. Selama ini ia menganggap Terius sebatas kakak. Tidak lebih.
Tapi ada seseorang yang tidak setuju dengan hal ini. Ia menentangnya dalam hati tetapi tidak berani mengutarakannya. Ia Joshua, adik Terius.
Hana akan menikah dengan kak Te? Tidak. Ini tidak terjadi. Cuma aku yang boleh jadi suami Hana. ~ Joshua mencari Terius.
Jika aku memintanya, kak Te pasti akan menyerahkan Hana kepadaku, kan? ~ Joshua menemukan Terius sedang berada di taman belakang rumah. Ia melihat sesuatu yang sangat membuat hatinya terasa perih. Joshua melihat Hana dan Terius berciuman. Joshua sadar ia tak punya kesempatan lagi untuk memiliki Hana.