Malam cerah yang berbintang,seolah langit memihak pada semua pasangan cinta yang ingin bertemu malam ini.
Jalanan begitu ramai di penuhi orang-orang yang membawa coklat,bunga bahkan boneka di tangannya dengan wajah penuh semangat.Ya...hari ini adalah malam Valentine,malam dimana semua pasangan bertemu berbagi kasih yang seperti sudah jadi tradisi.
.
.
.
Dari kejauhan nampak seorang gadis bergaun pink dengan langkah terburu-buru,sekotak kue dan bunga di tangannya,wajahnya berseri,rambut coklat yang tergerai membuatnya terlihat manis.Dia bernama Cery,ia telah menjalin hubungan selama 3 tahun,sosok laki-laki yang sangat ia cintai begitu sempurna di matanya,laki-laki tampan,lembut dan penuh perhatian ini bernama Dante.
Di malam favorite Cery ini,ia ingin memberikan kejutan ke pada sang kekasih.Cery berlari masuk berharap kejutannya akan berhasil,dengan nafas yang ter engah-engah ia berdiri mengatur nafasnya tepat di depan pintu ruangan Dante.
Namun terdengar suara orang sedang berbincang di dalam sana,pintunya setengah terbuka membuat Cery bisa mendengar dengan jelas.
"Kapan kamu akan putus dengan pacar kecil kamu itu???" Kata seorang wanita yang tengah duduk di pangkuan Dante.
"Sabar sayang....dia terlalu menyukaiku,aku harus berhati-hati..." Sahut Dante sembari mempermainkan rambut wanita itu.
Mata Cery terbelalak melihat apa yang ada di hadapannya,rasanya ingin tak percaya kekasih yang selama ini iya banggakan dan cintai sepenuh hati begitu terlihat berbeda dari yang ia kenal.Tangannya mulai gemetar bibirnya mengatup seolah ia menahan diri.
Braaaaaakkkkk....!!!!!!
Seketika kue itu terjatuh dari tangan Cery,membuat pasangan yang ada di dalam ruangan itu menoleh,Dante tersentak melihat gadis bergaun pink di hadapannya yang menatapnya dengan penuh kecewa dan air mata.
Cery berlari menjauh dari ruangan itu,hati dan harapannya kini telah hancur berkeping-keping,dadanya terasa begitu sesak seolah ini akhir dunianya.
Cery berhenti di bawah lampu taman,ia berjongkok menyembunyikan wajahnya,namun tangisnya begitu terdengar hingga membuat orang-orang menatapnya dengan iba,seolah mereka tau apa yang terjadi.
Seorang laki-laki mendekatinya,membuka jaket lalu menutupi kepala Cery,laki-laki itu berdiri di sebelahnya tangannya mengelus kepala Cery dengan lembut.
.
.
.
Cery mulai tersadar dari pilunya,ia menyibak jaket yang menutupi kepalanya,wajah menengadah menatap laki-laki di hadapannya.
"Apa kau sudah selesai???" Tanya laki-laki itu.
"Mmmm...iya....Gery....kenapa kau ada disini???"Tanya Cery suaranya terdengar serak.
" Kalau aku tak datang,aku takut mereka semua mengira kau hantu penunggu taman dan lari ketakutan..."Katanya sembari menunjuk
orang-orang sekitar.
"Gery........" Cery merajuk.
"Apa lagi...???" Jawabnya dengan nada datar.
"Kakiku kesemutan...." Rengek Cery.
Gery menghela nafas,ia mengangkat tubuh Cery menaruhnya dengan hati-hati di bangku taman.Ia tak bertanya apapun pada Cery,matanya menatap penuh kasih.Mereka berteman semenjak SMP,bukan pertemanan yang singkat mereka saling mengerti satu sama lain dan selalu ada antara satu dengan lainnya.Saking lekatnya persahabatan mereka sampai-sampai tinggal pun bersebelahan,seolah sahabat tak terpisahkan namun itu di mata Cery.
Sesungguhnya Gery menyukai Cery sejak SMP,Cery cinta pertamanya hingga kini membuat Gery menutup hatinya ke pada wanita lain,pemikiran polos Cery membuatnya tak pernah berani mengungkapkan perasaannya,ia takut Cery akan menjauh jika tau perasaan Gery,melihat Cery menjalin hubungan dengan pria lain sungguh tak mudah untuknya,rasa sesak setiap kali mendengar Cery bercerita tentang kekasihnya,namun ia tetap bertahan dengan batas sebagai 'Sahabat'.Gery pikir semakin dewasa ia akan melupakan perasaan itu tapi yang ada perasaannya semakin dalam,hingga ia memilih melindungi Cery atas nama 'Sahabat'.
Malam semakin larut Gery menggendong Cery pulang,punggungnya terasa basah karena air mata Cery terus mengalir,Gery merasa tersayat hatinya begitu perih melihat wanita yang ia cintai terluka.Rasa marah dan kecewa bercampur aduk ingin rasanya ia memukul Dante malam itu.Namun ia bertahan demi Cery.
.
.
.
.
"Duduklah...aku akan membuatkanmu teh hangat..." Kata Gery lembut.
Gery berbalik badan namun Cery meraih tangannya.
"Apa boleh aku memelukmu sebentar..." Cery menatap dengan mata sembap.
"Iya...tentu..." Gery memeluknya.Cery menangis kencang di pelukan Gery.Membuat Gery tak kuasa menahan air matanya.
"Aku akan selalu ada untukmu,tenang saja hari ini akan berlalu dengan cepat..." Kata Gery sembaru mengelus kepala Cery.
Cery mengangguk sesenggukan,ia melepas pelukannya.Gery bangkit lalu membuat secangkir teh hangat untuk Cery.
"Minumlah...setelah ini kau tidur,besok akan baik-baik saja..." Kata Gery menyuguhkan teh itu.
Cery menurut apa kata Gery.
"Gery...apa aku boleh tidur disini" Sembari menunjuk kaki Gery.
"Tentu...tidurlah...aku akan menjagamu..." Kata Gery .
Cery menyandarkan kepalanya,Gery mengelus-elus kepala Cery hingga tertidur di pangkuannya,Gery menarik Selimut di sofa itu,menutupi tubuh Cery,tanpa sadar Gery tertidur sembari bersandar di di sofa .Malam itu malam yang begitu panjang untuk Cery,rasa sakit mungkin tak akan cepat terlupa,namun Cery merasa lega ada Gery di sampingnya.
.
.
.
'Ciittt...caaattt...ciiittt...cattt...'
Terdengar suara burung saling bersahutan di luar jendela,membuat Gery terpaksa membuka mata lalu menatap jam tangannya.Matanya berpaling pada wajah yg di pangkuannya,mata yang tampak sembap alisnya mengkerut seolah ia sedang berpikir.Perlahan tangan Gery menyentuh kening Cery mengelusnya lembut,sekarang nampak tenang.Perlahan Gery mengangkat kepalanya dan di sandarkan ke bantal,wanita itu nampak tidur pulas,Gery menyunggingkan senyum tipis,ia berlalu meninggalkan Cery.
Wangi masakan bertebaran memenuhi ruangan itu,suara bising terdengar nampak Gery tengah sibuk dengan wajan dan spatula di hadapannya.Cery perlahan membuka mata ia mengucek-ngucek matanya perlahan menatap Gery yang tengah memasak.
Gery merasa sedang di perhatikan ia menoleh ke wanita yg kini telah duduk bersila di sofa.
"Kau sudah bangun...ayo cepat cuci muka kita sarapan bersama..." Ajak Gery sembari membawa piring menuju meja makan.
"Mmm...baiklah..." Cery bangkit dengan langkah berat.
Gery menuang susu menyuguhkannya ke wanita yg kini duduk di hadapannya.
"Apa hari ini kau akan bekerja???" Tanya Gery
"Sepertinya aku mau di rumah saja hari ini..." Jawab Cery sembari mengorek-ngorek nasi goreng di hadapannya.
"Waahhh...apa kau tak menyukai masakanku lagi...aku sediiihhh..." Rajuk Gery.
"Mana mungkin aku tak menyukai masakan bosku,koki sekaligus pemilik restorant terkenal...he..he..." Sahut Cery yang nampak tersenyum.
"Apa kau baik-baik saja sekarang...??" Tanya Gery
"Tentu...memang siapa yang bisa menyakitiku saat kau ada disini...he..he..." Cetus Cery bersemangat.
Gery tersenyum melihat Cery yang tampak baik-baik saja,seolah tak terjadi apapun kemarin berpura-pura kuat seperti biasa,yaaa....itulah Cery nampak ceria dari luar yang sebenarnya ia sangat rapuh di dalam.Membuat Gery selalu khawatir tentangnya.
Gery mengelola sebuah restorant di kota A,mengelola sebuah restorant kecil bersama Cery memulai dari nol berpegang teguh pada mimpinya.
"Aku akan ke kamarku dan langsung berangkat,di kulkas ada beberapa makanan untuk nanti siang habiskan itu,saat pulang aku akan memeriksanya..." Kata Gery
"Ahhh...kau cerewet sekali...iya..iya...baiklah...bekerjalah yang baik tanpa aku hari ini..." Sahut Cery yang langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.
Gery telah pergi,kini ruangan itu benar-benar nampak kosong,Cery melihat layar ponselnya.Terlihat 17 panggilan tak terjawab,tidak lain itu panggilan dari Dante.Cery menghela nafas panjang iya tak menghiraukan itu,mematikan kembali ponselnya.Matanya menatap kosong langit-langit kamar itu,pikirannya melayang teringat saat-saat membahagiakan bersama Dante.Cery tak pernah mengeluh sedikit pun meski terkadang Dante melupakan hari jadian,hari ulang tahunnya karena alasan sibuk.Yang paling membuatnya hancur kenapa ia begitu mempercayai laki-laki itu,begitu bodohnya bertahan sampai saat ini.
.
.
.
.
'Drrttt...drrttt....'Getar handphone membuyarkan lamunan Cery.Terlihat sebuah nomor baru menghubunginya.
{Halo...}Cery
{Halo..Sayang bisakah kita bicara sebentar???}Suara tampak tak asing di dengar.
{Untuk apa kau memanggilku kembali,kita sudah berakhir malam itu,dan jangan pernah memanggilku dengan panggilan sayang,mengerti...!!!}Hardik Cery
Cery langsung menutup telponnya,ia merasa kesal,marah dan sedih bersamaan,Cery runtuh lagi ia menangis lagi.Wajahnya nampak semakin bengkak.
'Tok...tok...tok...'Ketukan pintu di luar kamar Cery
"Cery ini aku Gery..." Panggilan lembut Gery membuat Cery berlari kearah pintu.
Pintu terbuka Cery langsung memeluk Gery,membuatnya kaget Cery menangis dalam pelukan Gery.
"Heeeeyyy...tenangkan dirimu cerita apa yang terjadi,tadi kau baik-baik saja saat aku tinggal.." Tanya Gery lembut,tangannya menepuk-nepuk punggung Cery.
Cery menceritakan semuanya,sorot mata Gery berubah penuh amarah,hatinya ikut sakit melihat wanita yang ia cintai begitu terluka oleh laki-laki itu.
Setelah Cery tenang Gery pergi keluar,ia berjalan ke parkiran melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.Gery berhenti di pinggir jalan matanya tertuju pada satu orang yang sedang duduk di sebuah kursi restorant,tanpa banyak bicara Gery meraih kerah baju laki-laki itu lalu sebuah pukulan mendarat di wajah Dante membuatnya tersungkur ke tanah.Orang-orang terkejut menyaksikan itu.
"Jangan pernah lagi menghubungi Cery,sudah cukup kau menyakitinya malam itu..!!!!" Hardik Gery
Dante bangkit tangannya memegang pipinya yang terasa ngilu.Tak berani berkata apapun Dante hanya menunduk.
"Dan satu lagi kau itu tak pantas untuk Cery..!!! ingat itu!!" Kata Gery mendorong Dante hingga terduduk di kursi.
Gery pergi meninggalkan Dante begitu saja,ia kini merasa sedikit lega.
Di tempat kost Cery begitu khawatir,dia tau apa yang dipikirkan Gery saat keluar tadi,mencoba menghubungi berkali-kali namun tak di angkat oleh Gery.
'Braakkk...!!!'Terdengar pintu ditutup dengan kesal.
Cery keluar kamarnya,ia menuju kamar sebelah tempat tinggal Gery.
"Apa aku boleh masuk???" Tanya Cery.
"Ya...tidak di kunci..." Sahut Gery dari dalam.
Perlahan Cery masuk,ia melihat Gery yang masih tenggelam dengan emosinya duduk di atas kasur dengan napas terengah-engah.
"Apa kau tadi memukulnya???" Tanya Cery yang kini duduk di sebelah Gery.
"Mmm..iya...apa kau marah???" Sahut Gery.
"Tidak....aku ingin berterima kasih,sudah sepantasnya dia mendapatkan itu..."Jawab Cery
Gery tersenyum menatap sahabatnya itu.
" Besok kita main yuk ke time zone..."Ajak Cery
"Baiklah...aku akan menutup restorantku besok..." Sambung Gery.
"Aku akan ke kamarku sekarang kau istirahat saja,hari ini cukup melelahkan untukmu..." Kata Cery sembari berjakan pelan mendekati pintu.
"Hhyyaaa....aku tidak selemah itu...!" Gery tersenyum menatap Cery.
Cery membalas senyumannya hanya mengangguk tanpa menjawab.Sekarang Cery merasa lebih baik karena ia tau Gery adalah orang yang selalu berada di depan saat ada orang menyakitinya.
.
.
.
Hari yang cerah ini sangat cocok untuk jalan-jalan keluar sekedar bermain dan sebagainya.Cery merentangkan tangannya seolah ia akan terbang,Gery melajukan motornya pelan membuat Cery bisa menikmati udara pagi.Matanya terpejam tampak segores senyum terselip di wajah kecil itu,Gery tersenyum menatap lewat kaca sepion.
"Sudah sampai...kau mau main apa???" Tanya Gery sembari melepas helm.
"Mmm..aku mau...main tangkap boneka,balapan,atau...ahhh..entahlah liat saja nanti..." Jawab Cery penuh semangat.
Sepanjang hari mereka bermain,canda tawa seperti biasa begitu hangat terlihat.Namun mata tak pernah bisa berbohong,Gery selalu menatapnya penuh cinta,namun tak pernah di sadari oleh Cery,dia terlalu polos untuk mengartikan sebuah tatapan.
.
.
.
.
.
1 tahun telah berlalu,Cery memilih untuk mengubur kenangan pahitnya bersama Dante dalam-dalam.Setiap hari ia tak pernah merasa kesepian bahkan merasa begitu bahagia cukup di temani Gery seorang.Cery merasa ada yang salah dengan dirinya,ia sekarang tak mampu menatap langsung mata Gery,entah sejak kapan itu di mulai,setiap ia di tatap Gery wajahnya menjadi memerah jantung berdegup tak normal.Cery merasa kesal jika ada pelanggan wanita minta berfoto dengan Gery.Yahh...karena Gery mempunyai wajah yang tampan dan di tambah dia seorang koki muda.
"Apa kau mempunyai kekasih???" Tanya seorang pelanggan wanita kepada Gery.
Cery yang mendengar itu bersembunyi menguping pembicaraan mereka di samping meja.
"Mmm..tidak,tapi aku mempunyai orang yang aku sukai..." Jawab Gery tersenyum.
Mendengar itu membuat Cery penasaran,Gery melihat ada sesuatu yang bergerak samping meja nampak rambut coklat di sela-sela taplak meja.Membuat Gery tersenyum penuh arti,dan mencoba memancing sesuatu.
"Wahhh...wanita seperti apa yang kau sukai itu??? Tanya wanita itu lagi.
" Mmm...dia sangat manis tapi sedikit bodoh..."Jawab Gery namun matanya tertuju ke wanita di balik taplak itu.
"Hari ini Valentine kurasa kau harus mengungkapkan persaanmu..." Saran wanita itu.
"Iyaa...malam ini jam 11 aku akan menemuinya di atap restorant ini..." Sahut Gery.
Mendengar percakapan itu membuat Cery kesal,ia sekarang sadar ia sedang cemburu.
"Mmm..malam ini aku harus tau siapa wanita yang di sukai Gery,bahkan dia tak pernah bilang selama ini bahwa dia menyukai seseorang" Gumam Cery.
Gery tau Cery pasti akan datang ke atap malam ini,dia tak akan bisa menahan rasa penasarannya.Malam semakin larut restorant pun tutup Cery merasa begitu gelisah,ia berpura-pura pamit pulang duluan seolah tak tau akan ada apa malam ini.
"Gery aku akan pulang duluan ya..." kata Cery salah tingkah.
"Oke...apa mau ku antar???" Tanya Gery.
"Mmm...tidak..tidak...aku bisa sendiri.." Jawab Cery terbata-bata.
Gery tak bisa menahn tawanya melihat tingkah Cery yang menggemaskan itu.
Malam yang cerah bintang terlihat begitu cantik,lampu kelap-kelip menghiasi sepanjang tangga menuju atap,Cery melangkah mengendap ngendap.
"Aaiisss...kenapa di hias begitu indah,ini pemborosan" Gerutu Cery.
Perlahan Cery membuka pintu atap itu,nampak Gery berdiri membawa mawar Pink di tangannya.
"Kenapa lama sekali,aku sampai kedinginan menunggumu..." Cetus Gery.
"Bukannya kau mau menyatakan cinta kepada seseorang malam ini...???" Cery merasa bingung.
"Bodohhh...kau ini...dari dulu sampai sekarang aku udah terjebak padamu..." kata Gery mendekati Cery yang masih bingung.
"Maksudmu..???" Cery masih tak mengerti.
"Cery...aku mencintaimu dari SMP sampai sekarang,apa kau paham???" Tegas Gery.
Cery mematung,wajahnya memerah namun sorot matanya tak bisa bohong ia merasa lega,Gery ternyata menyukainya juga.Dan ia merasa aman bersama Gery.
Tanpa berkata-kata Cery langsung memeluk Gery dengan erat,Gery tersenyum mengelus kepala Cery dengan lembut.
Mereka berdua duduk menikmati malam itu,Gery menyandarkan kepalanya di pangkuan Cery,Cery menatap dan tersenyum.
"Pasti sangat berat kau menahannya selama itu..." Celetuk Cery.
"Jangan di tanya...makanya kau harus lebih baik lagi padaku mulai sekarang..." Kata Gery menggenggam tangan Cery.
"Iya...aku akan lebih baik padamu mulai sekarang..." Cery tersenyum menatap lembut Gery.
Oleh ; Y_Shu❤