Suasana malam ini begitu syahdu, benar-benar syahdu. Aku berjalan dengan gaun merah muda dan sambil memegang tali tas selempang ku dengan warna senada dengan sepatu, coklat susu
Alunan musik dengan nada yang mampu membangkitkan suasana hati menjadi tersenyum. Lagu Cristina Perri terdengar menggema di mana-mana membuat ku ikut mendendangkannya dengan perlahan.
"I've died every day waiting for you...!"
"I'll love you thousand more!"
Aku suka lagu itu, aku ikut bernyanyi setiap ada yang memutar lagu itu. Itu benar-benar mirip kisah cintaku. Aku mencintai kekasih ku sekarang dan selamanya.
Hari ini adalah hari valentine, dan aku ada temu janji dengan kekasih ku jam 8 malam ini, itu sekitar sepuluh menit lagi.
Kami janjian di cafe Love story di meja 12. Disana kami pertama kali bertemu saat hari valentine, dan setiap tahun kami juga akan makan malam bersama merayakan hari kasih sayang bersama.
Oh ya, namaku Rika, dan usia ku 25 tahun. Kekasih ku itu bernama Dimas, dan usianya terpaut 8 tahun lebih tua dariku. Kami sudah berpacaran selama empat tahun.
Aku sudah sampai, di meja ku. Dan sebuah buket bunga mawar berwarna merah sudah ada disana.
*Happy valentine day, pacar ku sayang*
Seperti itu tulisan yang ada di kartu ucapan itu, dan aku tahu Mas Dimas memang sudah ada disini. Aku bahkan bisa melihatnya, sedang makan malam bersama di meja yang tidak jauh dari ku. Bersama dengan seorang wanita cantik berambut ikal dengan gaun merah, dan seorang gadis kecil yang usianya kira-kira dua tahun.
Benar, mereka adalah anak dan istri mas Dimas. Beberapa menit kemudian acara mereka selesai, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri kebahagiaan itu.
Setelah mengantarkan anak dan istrinya ke mobil dan mereka pulang bersama supir. Mas Dimas menghampiri ku.
"Happy valentine day sayang!" ucap nya.
"Hadiah mu sudah aku kirim ke rumah mu, dan sekarang pasti terparkir cantik di garasi rumah mu!" ucap nya lalu mengajakku duduk.
Kami duduk bersebelahan.
"Kamu benar-benar membelikan aku mobil yang waktu itu?" tanya ku.
Dia menganggukan kepalanya.
"Iya, untuk mu agar kamu senang. Lalu apa hadiah ku?" tanya nya.
"Aku ingin putus!!" ucap ku serius.
***
The end