Tema : Bepergian Sendiri
Matahari mulai merangkak naik. Ruby berjalan lunglai melewati jembatan itu. Kemudian ia berhenti di tengah-tengah jembatan. Menghadapkan tubuhnya menatap senja.
'Indah sekali. Andai aku sedang berlibur, pemandangan seperti ini sungguh sempurna. Tapi sayang sekali...,' batin Ruby lalu menunduk menatap air yang berada di bawah jembatan.
Suasana semakin sepi karena hari sudah mulai malam. Tidak ada kendaraan apa pun yang terlihat melewati tempat itu. Ruby masih terpaku di jembatan. Ia berdiri di pinggir jembatan itu sambil sesekali terisak.
'Mama...maafin Ruby. Harusnya tadi Ruby mau di anter mama. Ruby nggak tau jalan pulang. Ruby takut..Hiks...hiks...,' jerit Ruby dalam hati.
Tiba-tiba dari arah utara ada sebuah mobil yang berhenti di dekat Ruby sambil membunyikan klakson dengan keras.
Tin
Tin
Tin
Ruby yang mendengar suara klakson pun kaget. Kakinya tergelincir dan jadilah kini dia bergelantungan memegang pagar pinggir jembatan.
"Hua...haaa...hiks...," tangisnya pecah. Sesekali matanya melirik ke bawah dan terpejam karena takut.
Sedangkan si pemilik mobil bergegas turun. Meraih tangan Ruby dan mencoba menariknya ke atas.
"Nyebut mbak!Nyebut! Semua masalah ada jalan keluarnya. Astaghfirullah... Mbak itu masih muda dan ... cantik. Jadi jangan bunuh diri mbak. Dosa itu," ucap pemilik mobil itu sambil terus menarik Ruby hingga akhirnya bisa naik dengan selamat.
"Hua...hua...haa," Ruby menangis semakin kencang.
"Istighfar mbak. Bunuh diri itu dosa. Nanti mbak bisa masuk ne...," ucapannya terhenti oleh Ruby.
"Siapa yang bunuh diri?Ha?Saya tuh tadi cuma berdiri di sini nunggu ada mobil yang lewat mau numpang pulang. Tas, dompet dan hp aku dicopet orang waktu ketiduran di bus. Aku baru dua hari di kota ini. Aku nggak tau harus kemana. Lagi istirahat sebentar di sini malah kamu kagetin aku pakai suara klakson kenceng. Aku jatoh. Bukan mau bunuh diri," jelas Ruby tanpa henti pada pemilik mobil.
"Maaf. Saya nggak tau. Kalau begitu mari saya antar. Mbak mau ke daerah mana?" tanya pemilik mobil itu.
Tangis Ruby pun mereda. Ia mengatakan alamat rumahnya pemilik mobil tersebut. Si pemilik mobil tersebut mengerti dan mengajaknya naik ke mobil. Di tengah-tengah perjalanan Ruby menceritakan awal mula ia bepergian naik kendaraan umum sendiri karena tidak mau diantar mamanya. Hingga akhirnya berakhir di jembatan tadi.
'Ruby kapok, ma. Besok-besok kalau mau ngapa-ngapain Ruby harus minta izin dulu sama mama biar nggak kayak tadi,' sesal Ruby dalam hati.