"Jhonatan." suara yang sangat tidak asing bagiku. ya itu adalah suara Dev, yang ingin mengucapkan salam perpisahan.
Hari ini aku akan memulai perjalanan ku untuk mencari pengalaman baru dan mungkin cinta.
Berbulan-bulan sudah aku lewati dan hari ini aku berhenti di sebuah desa yang begitu indah. Aku duduk di depan sebuah Kuil itu, untuk menghilangkan rasa lelahku.
Tiba tiba, seorang gadis cantik muncul di depanku. dia begitu cantik dan membuatku terpesona. aku jatuh cinta langsung pada pandangan pertama.
Tapi, sayangnya gadis itu tidak peduli dengan kehadiran ku. Aku menemui dia setiap hari, tapi dia acuh dan pergi begitu saja.
Hari ini aku mendekati dia, dan memanfaatkan Kepandaian ku sebagai pemain gitar, untuk bernyanyi didepannya.
Dalam nyanyian ku hanya ada pujian dan cinta untuk gadis cantik ku ini, walaupun bahkan aku belum tau namanya.
Tak disangka tiba tiba ada sebuah puing bata jatuh, aku menarik tangan gadis itu. dan dia pun selamat di pelukanku.
Dia tersenyum padaku. lalu mengucapkan terimakasih dan Memberi tahuku namanya yang indah.
"terima kasih, perkenalkan namaku Liona. aku putri Pemimpin desa kecil ini." ucap gadis itu dengan suara lembutnya yang membuat ku semakin mencintai nya.
aku mengatakan langsung saat itu, bahwa aku mencintai nya dan aku ingin menikah dengan nya. mungkin dia melihat ketulusan dalam hatiku karena dia mengangguk dan langsung mengantarku ke ayahnya.
Namun, ayahnya tidak menyetujui pernikahan kami. dia hanya akan setuju jika aku bisa mendapatkan tombak cahaya dewa matahari yang berada di kuil matahari.
karena cinta ku yang sudah buta pada gadis itu. aku setuju tanpa memikirkan resikonya. saat aku masuk dan menyentuh tombak itu. dewa matahari datang.
Dia sangat marah dan mengutukku. kulitku akan terbakar jika aku terkena sinar matahari. setelah itu. tubuhku mulai terbakar dan aku mengambil sebuah kain untuk menutupi tubuhku agar tidak terpapar cahaya matahari.
Aku meminta maaf kepada dewa matahari dan mengatakan bahwa aku lakukan ini untuk cinta ku. Dewa matahari Diam, dan mengatakan bahwa dia tidak bisa mencabut kutukannya itu. aku pun pasrah dan menunggu sampai malam. agar aku bisa pulang. aku senang Dewa matahari memberikan tombaknya itu padaku.
sampai nya di Rumah Liona, aku memberikan tombak itu dan menceritakan semuanya. Liona yang mendengar itu sangat terpukul dan mendekati ayahnya.
aku tidak tau apa yang mereka katakan, tapi ayahnya setuju dan membiarkan kami menikah tapi tidak tinggal di rumah itu. aku dan Liona pergi kembali ke kota asalku.
Dengan kekurangan ku ini, yang tidak bisa keluar saat siang. sangat membuat ku menderita. akhirnya aku memutuskan untuk melakukan perjanjian dengan iblis.
iblis ingin melakukan perjanjian jiwa. tapi karena aku sudah dikutuk orang dewa matahari. jadi, jiwaku tidak akan diterima di neraka. akhirnya aku disuruh untuk mengambil busur dan panah Dewi perang. di kuil Dewi perang.
demi terbebas dari kutukan ini dan membuat Liona bahagia, aku akan lakukan apa pun itu. dan aku pergi ke kuil Dewi perang. saat Dewi perang sadar bahwa busur dan panah nya hilang. dia langsung mengucapkan kutukannya.
dan kali ini aku tidak bisa menyentuh semua benda yang terbuat dari besi. aku melempar busur itu dan melihat tanganku sudah terbakar. aku pulang dengan perasaan sedih.
saat aku menemui iblis, aku menceritakan semua nya. dan dia kecewa lalu pergi tanpa membantuku. aku tidak bisa berfikir bagaimana aku akan katakan ini kepada Liona. namun, tanpa kusadari Liona berdiri di balik pintu dan melihat serta mendengar semua pembicaraan ku dengan iblis.
Liona menjaga ku penuh dengan cinta. tapi sifatku berubah karena kutukan para dewa itu. aku sangat ingin mengigit leher Liona saat aku melihat nya. dan hari ini aku tak sadar lakukan itu. namun, karena aku tidak ingin menyakiti nya. jadi aku bersembunyi di kamar.
Liona yang menyadari itu. lalu memberikan darahnya setiap hari padaku. aku bersyukur memiliki Liona sebagai kekasih ku. dia yang sangat mencintai ku.
dan hari ini. saat aku pergi di malam hari untuk mencari makanan. cuaca sangat dingin dan mulai hujan, lalu aku memutuskan untuk pulang. aku melihat Liona dengan iblis. aku mendengar Liona akan memberikan jiwanya agar aku bisa kembali normal.
saat akan menandatangani kontrak perjanjian itu. aku berlari dan mengatakan jangan Liona. dan jariku tidak sengaja menyentuh perjanjian itu dan lalu jiwaku tertarik oleh sebuah lubang.
Iblis itu mengatakan aku bodoh dan tidak berguna. lalu pergi begitu saja. tubuhku yang dingin berbaring dipangkuan Liona. Liona menangis dengan penuh rasa sedih.
Karena jiwaku tidak diterima oleh neraka aku kembali ke tubuhku lagi. dan aku melihat Liona menangis dan memeluk ku dengan erat.
"jangan tinggalkan aku lagi." ucapnya dengan penuh rasa sedih dan air mata. aku mengelus kepalanya dan mengatakan tidak akan pernah meninggalkan dia lagi.
Karena aku sekarang bukan manusia. aku pun awet muda dan abadi karena jiwa ku yang tidak diterima. namun, Liona tetap manusia, dia semakin tua.
Dan kini usia Liona sudah 80 tahun. aku duduk di samping Liona yang bahkan tidak bisa berdiri sendiri. aku memeluk cinta pertama dan abadiku itu.
namun, beberapa saat kemudian, Dewa matahari dan Dewi Perang datang. mereka mengatakan bahwa Liona akan segera meninggal dunia. mendengar itu aku sangat sedih dan memeluk Liona dengan erat.
"melihat cinta kalian, membuat para dewa tersentuh. gigit lah Liona, Jhonatan. makan dia akan hidup seperti mu, abadi." ucap Dewa matahari sebelum menghilang.
Aku memandang Liona dan memeluk nya dengan erat. aku tidak mau kehilangan Liona. aku mencium bibir nya. dan mengigit lehernya. Liona berteriak dan meninggal dipelukan ku.
Aku menangis melihat tubuh Liona ku yang sudah mulai dingin. tapi tiba tiba, tubuh Liona berubah menjadi muda, sama seperti awal kami bertemu dan diapun membuka matanya.
kini cintaku hidup lagi. dan kami abadi dengan cinta suci kami.