Seorang pria bernama Alka mengendari Motornya dengan kecepatan tinggi, menerobos semua lalu lintas tanpa takut, menyebabkan kekacauan di jalanan tak peduli dengan keselamatan diri bahkan polisi, toh menurutnya dia tak menyebabkan kecelakaan dan melukai banyak orang, dia pandai dalam hal ini, pikirnya.
Cittttttt.. Brommmm
Dia berhenti di sebuah gedung tua tak jauh dari kota, lalu tiba-tiba segerombolan orang berpakaian hitam datang entah dari mana.
"Wahh wah.. siapa ini.. ada yang datang, kau ingin bergabung dengan Sahabat bodohmu itu? " Salah satu pria dari grombolan yang terlihat paling menonjol bertepuk tangan dan tawa psikopat nya itu... Ingin sekali Alka memukulnya sekarang juga.
"Berhenti bermain-main.. Cepat lepaskan vero atau.. " belum selesai dengan kalimatnya, Laki-laki itu memotongnya
"Atau apaa?.. Hahaha" tanya nya remeh
"Atau aku tak akan pernah membiarkanmu hidup" Kata Alka penuh amarah
"Hahaha.. Heiii.. kalian dengar? Pria pintar di sekolah dan kaya ini katanya ingin menghabisi kita, hanya karena sahabat miskin dan bodohnya itu hahhaa"
Yaa.. Alka dan Vero bersahabat sejak mereka duduk dibangku sekolah dasar, mereka selalu bersama bahkan sampai di SMA mereka bersekolah di sekolahan yang sama, Alka dari keluarga kaya sedangkan Vero dari keluarga yang sederhana namun Alka tak pernah mempermasalahkan hal itu, dia tak malu bersahabat dengan Vero bahkan orang tua Alka juga menyayangi Vero seperti anak mereka sendiri dn sebaliknya. Vero selalu di bully bukan karena dia bodoh dalam arti tak pandai tapi karena dia penurut saat beberapa orang menyuruhnya, itulah yang membuat Vero terlihat bodoh terlebih lagi status sosialnya, itu yang membuat nya tak luput dari ejekan atau hal semecamnya dari teman-teman lainnya. namun setelah Alka berada disekolah yang sama semenjak tahun ke 2, semua tak berani memperlakukan Vero seperti biasanya.
Alka selalu melindungi Vero, bahkan dia pindah ke sekolah Vero itu sebenarnya karena dia ingin menemani Vero dan melindunginya.
Suatu hari Seorang gadis entah bagaimana awalnya, menyerupai Vero lalu mendekatinya, lambat laun mereka menjadi akrab dan semakin dekat. Gary pria yang ternyata menyukai gadis itu sekaligus kakak kelas nya tak suka melihat gadis itu dekat dengan Vero, Alhasil dia meminta gang nya untuk membawa dan menghabisi Vero, Alka merasa ada yang ganjal lalu pergi kerumah Vero, ibu Vero mengatakan bahwa dia belum pulang, ibunya pikir dia pergi bersama Alka.
Alka mencari ke beberapa tempat yang biasanya mereka datangi namun hasilnya nihil akhirnya dia berusaha melacak nomor ponsel Vero dan ternyata dia menemukan lakoasi Vero berada di daerah pinggiran kota yang selama ini ia tahu disana adalah bangunan hasil dri proyek gagal. Dia curiga yang membawa Vero adalah lelaki yang menyukai gadis itu, Dan benar dugaan Alka, ketika sampai kesana Gary lah yang melakukannya.
Srekkkk bukkk.. Alka menyerang segerombolan orang dengan amarah yang membara,
seolah tak peduli 1 lawan 1000 (istilah saja hehe) dia mengeluarkan tenaga Dan keberanian nya. Berkali-kali ia tumbang karena pukulan lawannya namun dia tetap bangkit dia tak akan menyerah.
"Menyerahlah.. apa kau ingin badanmy remuk? aku tak akan menghabisimu, hanya katakan pada sahabatmu itu untuk menjauhi Lea, Andai saja dia menuruti peringatan dari awal mungkin tusukan di perutnya ti..." mendengar itu Alka langsung memukul Gary,
"Tusukan? beraninya kau"
BUKKKKKK....
Teman teman Gary yang masih tersisa kuat, mencoba melawan Alka, namun amarah Alka sudah sampai puncak tak terkendali semua orang tumbang tak tersisa kekuaci Gary , dia memukuli Gary tanpa ampun namun tiba-tiba Gary yang masih sedikit sadar mengeluarkan pisau di dalam sakunya, dia mencoba mendorong Alka lalu menusuk kan pisau itu di pagian perut Alka, Pisau yang sama yang digunakan untuk menusuk Vero di dalam sana namun bedanya Vero hanya sekali sedangkan Alka tertusuk 2 kali. Di akhir Alka berusaha bangkit menendang Gary, dia berusaha berdiri dengan sisa tenaganya ia berharap tak tumbang dia ingin menyelamatkan Vero yang entah bagaimana sekarang keadaan an nya di dalam, dia tak peduli dengan dirinya sendiri. Saat Gary akan menyerang lagi tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan beberapa polisi, ternyata polisi yang tadi mengejar Alka karena mengacaukan lalu lintas terus mengikuti dan akhirnya sampai di tempat itu. Alka sangat bersyukur. Dia menyerahkan urusan Gary kepada polisi, dengan tenaga yang tersisa ia berusaha bangun dan mencari Vero, dengan darah yang terus mengalir dia berjalan sempoyongan dan menemukan Vero tak sadarkan diri. Dia langsung memeriksa detak jantung dan nafasnya, dia tersenyum.
"Bro.. Aku disini bersama mu.. Lagi.. Hahaha" Setelah berkata , tubuhnya tumbang tak sadarkan diri disamping Vero.
Polisi menangkap Gary dengan dugaan penculikan dan pembunuhan, Vero dan alka mendapat perawatan intensif. Setelah tak bangun selama 5 hari akhirnya Vero terbangun, sedangkan Alka masih koma bahkan sudah hampir satu minggu.
"Kau tak ingin bangun? ini menjijikkan tapi sungguh Aku merindukan mu Al... Jika kau tak ingin bangun aku akan merusak istana dari kartu mu itu, Terimakasi telah menjadi sahabat ku, terimakasih kau menyelamatkan hidupku lagi" Vero duduk di samping Alka yang berbaring lemah tak sadarkan diri.