Tasya dan Nisya adalah kedua kakak beradik kembar yang selalu bersama dan sambil berpegangan tangan.
Keduanya sudah selalu berdekatan sejak mereka lahir dan mereka selalu tidak terpisah.
Mulai dari TK, SD maupun SMP namun hanya saja kebersamaan itu tidak berlangsung lebih lama sejak memasuki SMA.
Sebab mereka berdua harus berada di ruang kelas yang terpisah.
"Kakak setelah pulang sekolah ini kita pulang bareng yuk" kata Nisya
"Tentu Nisya dan saat jalan nanti ayo kita pergi ke toko roti sebelah" kata Tasya
Saat sekolah usai Nisya sedang berdiri di gerbang sekolah untuk menunggu Tasya.
"Kok kakak lama sekali ya" pikir Nisya
Nisya merasa cemas tanpa kehadiran kakaknya hingga akhirnya Tasya datang dengan terlambat.
"Nisya! maaf kakak telah" kata Tasya
"Kakak dari mana saja sih! aku sedah lelah lama menunggu!" kata Nisya
"Habis soalnya saya baru habis ngobrol bareng dengan teman sekelasku" kata Tasya
"Begitu ya baiklah ayo kita pulang bareng" kata Nisya
Nisya berpikir bahwa Tasya mungkin sudah terbiasa berbicara dengan teman sekelasnya seakan mulai membuat dirinya terpisah dari kakaknya.
Keesokan harinya
"Kak Tasya mulai hari ini kita pulang bareng yuk" kata Nisya
"Maaf ya Nisya sebenarnya aku lagi sibuk dengan teman sekelasku pulang barengnya nanti dulu" kata Tasya
Mendengar perkataan itu Nisya baru tahu kalau Tasya sekarang sudah berada di dunia barunya dan hal itu membuat Nisya sedih.
Saat sekolah usai Tasya mulai pulang bareng dengan teman sekelasnya hingga dia melihat Nisya marah kepadanya.
"Tasya siapa dia?" "Bukankah dia dari kelas?" kata teman sekelasnya
"Tenang dia ini adikku" kata Tasya
"Jadi sekarang kakak sudah terbiasa dengan teman sekelas kakak, pulang bareng begitu" kata Nisya
"Tidak Nisya aku.." kata Tasya
"Pembohong!! Bukankah Kak Tasya sudah janji kalau kita akan selalu bersama selamanya!! Aku benci kakak!!" kata Nisya
Dan sejak saat itu Tasya dan Nisya mulai menjauhi satu sama lain dan tidak pernah saling berbicara.
Malam itu Tasya langsung mengetuk pintu kamar Nisya dan berbicara kepadanya.
"Nisya apa kamu masih bangun" kata Tasya
"Nisya lagi tidur" kata Nisya
"Aku sangat minta maaf karena telah membuatmu khawatir, aku tahu kamu sangat peduli padaku tetapi aku selalu sibuk bareng teman sekelasku, sebagai gantinya apa aku boleh tidur denganmu.." kata Tasya
Nisya langsung bangun dan meminta Tasya masuk kemudian mereka berdua langsung tidur bareng sambil berpegangan tangan.
"Apa kau masih ingat saat masih kecil, sejak dulu saat kita tidur bareng saat hujan ada suara petir yang membuatmu takut dan kamu langsung memintaku untuk pegang tanganku untuk menghilangkan rasa takutmu" kata Tasya
"Ya tentu aku ingat, kakak selalu pemberani sedangkan aku ini penakut tetapi hanya karena kita ini memiliki sifat yang berbeda aku tidak bisa menjadi seperti kakak" kata Nisya
"Aku tahu kamu pasti bisa soalnya kita ini saudara kembar bukan dan kita bisa melakukan apa saja jika kita bersama jadi berjanjilah" kata Tasya
Dan akhirnya mereka berdua tidur dengan lelap sambil berpegangan tangan.
Sejak saat itu Nisya jadi mulai ngobrol bareng dengan teman sekelasnya seperti yang kakaknya lakukan.
Saat sekolah usai Tasya yang sedang bosan menunggu Nisya langsung datang dengan terlambat.
"Kak Tasya maaf ya aku terlambat" kata Nisya
"Nisya kamu dari mana saja sih" kata Tasya
"Aku kan habis ngobrol bareng dengan teman sekelasku" kata Nisya
Nisya langsung melihat wajah Tasya cemberut.
"Ada apa kamu cemberut ya?" kata Nisya
"Eh..tidak kok!" kata Tasya
"Tapi aku senang kalau kakak selalu mengkhawatirkanku sebab kita ini adalah saudara kembar dan kita akan selalu bersama" kata Nisya
Tasya dan Nisya mulai berjalan pulang sambil berpegangan tangan.