Para Titan mengamuk. Si Hydra mencoba melawan dewa. Di hadang Ares. Mereka bertempur. Pedang Ares dengan cepat mengejar posisi lawan. Namun saat terpenggal kepala itu, tumbuh lagi pada tempatnya, bahkan bertambah terus. Ares kewalahan. Dia dibantu Psycke. Yang hanya merayu. Hydra yang sedikit playboy langsung tergoda.
“Hai ganteng.“ ujar Psykhe dengan lenggak-lenggoknya yang aduhai. Membuat orang terpana. Tak hanya Hydra tentunya, para hidung belang lain pasti akan terpana, terlena, seakan tak kuasa menepis hayalan dari hatinya.
“Hah…“
“Sini.“
“Ayayayyayaya…“ Dia mendekat, untuk mendatangi si Dewiq cantik nan gemulai.
Dan bisa di hancurkan oleh Ares dengan memenggal badannya. Sehingga kepala tak ada lagi yang buat bertumbuh.
Titanoboa juga mendesak marah. Dia mencoba menggempur gerbang Olympus dengan menembusnya dari bawah. Ares panik. Untung dibantu Pluto. Pluto mengejar hingga bawah. Disana dia bergulat.
“Stt….“
“Ssss….“
“Sini…“
“Ogah gua mah.“
“Kita main ular tangga yuk.“
“Boleh, kalau aku berhasil memukulkan ekor kuat ku ini padamu Dewa Neraka.“
Ular itu mengamuk. Dia mencoba memukul yang menghadangnya. Pluto hanya mengangkat senjata. Saat lemah, baru memukul jatuh.
Dan Titanoboa berhasil di lesakkan.
Pada sudut lain dari benteng para dewa itu, Nampak Cyclops yang mengamuk. Dia tak perduli pada para dewa menjaga Olympus. Ares menghadangnya. Dia terlalu capek. Sudah itu mesti berhadapan dengan musuh kuat tadi. Untunglah Apolo datang dan langsung melepaskan panahnya yang seperti roket itu mengejar hingga mengenai mata tunggal si Cyclop. Hingga tak bisa mengedip, lalu luruh.
Di puncak Olympus ada yang mengamuk lagi. Titan-titan menggempur gerbang depan. Ares tak setuju. Dia dengan para dewa terus menghalau mereka dengan menggunakan senjata-senjata ampuh yang mereka miliki. Dan berikutnya berhasil mendesak musuh untuk menjauhi gerbang Olympus.
Tak hanya itu Ares kemudian turun. Dia tak suka musuh beramai-ramai. Nampaknya orang-orang tengah asik main kembang api. Merayakan tahun baru. Itu yang membuatnya marah. Banyak kerumunan. Ini kan tak boleh. Makanya dia membubarkan. Tapi mereka tak mau, malahan mengejek. Sehingga dia meminta bantuan Jupiter untuk menyalakan petir nya. Orang-orang jadi kalang kabut.
Untuk sejenak dunia damai.