Hana sedang berjalan-jalan di sebuah desa. Ia sedang berada di desa atas anjuran dokter. Karena kehilangan orang yang ia cintai, Hana menderita depresi. Terkadang ia berteriak. Terkadang ia menangis.
"Te ..." Hana berjalan lebih jauh lagi. Ia melihat sosok suaminya.
"Hana." Tangan Joshua memegang Hana yang sudah berada di ujung jurang. Ia menuntun Hana kembali ke rumah.
"Lepaskan aku. Tadi ada Terius di sana." Hana meronta.
"Sadarlah! Terius itu sudah mati. Kau juga melihat saat peti mati Terius ditutup."
"Tidak! Terius masih hidup. Aku tadi melihatnya." Hana beranjak pergi lagi. Joshua lalu memeluk Hana erat.
"Lepaskan aku. Aku harus menemui Terius."
Joshua semakin erat memeluk Hana. ~ Hana, tak sadarkah dirimu. Aku lah pria yang paling mencintaimu. Bahkan melebihi Terius.