"Siapa kamu?" Alex terkejut saat melihat sosok pria di kamarnya.
"Kau bisa melihatku?"
"Bisa."
"Tapi, aku ..."
Alex mendekati pria itu. Ia menjulurkan tangannya. Tangannya menembus "tubuh" pria itu.
Alex menghembuskan napasnya. ~ Hantu lagi. Hantu lagi. Sampai kapan aku terus diikuti hantu-hantu.
Sedari kecil Alex sudah dianggap gila karena bisa berbicara dengan makhluk halus yang tidak bisa dilihat manusia biasa.
"Balik badanmu. Aku mau ganti baju," ucap Alex.
"Bukannya kita sama-sama pria."
"Tapi aku tak suka tubuhku dilihat pria."
Joshua, nama hantu itu membalikkan badan.
Setelah selesai Alex berkata. "Apa ada sesuatu hal yang masih mengganggumu di dunia ini?"
"Ada. Karena itu aku butuh bantuanmu."
Keesokkan harinya Alex menuju ke rumah yang ditunjuk Joshua. Alex memencet bel pintu. Seorang ibu paruh baya membukanya.
"Selamat sore. Apa Hana ada?" Alex bertanya.
"Hana masih berada di rumah sakit. Saat ini ia koma. Tante mau ke sana sekarang."
"Apa saya boleh ikut?" Alex bertanya.
"Boleh."
Alex mengikuti ibu Hana menuju rumah sakit. Ia bisa melihat Hana yang terbaring di ranjang.
"Kata dokter sebuah keajaiban ia masih hidup. Mengingat kecelakaan yang menimpanya bersama suaminya."
"Suami?"
"Hana dan Joshua baru saja menikah. Saat mereka hendak berbulan madu, mobil mereka ditabrak truk. Joshua mati di tempat kejadian. Hanya Hana yang selamat."
Joshua melihat Hana. ~ Bangun, Sayang. Tetap hidup. Demi aku. Aku memang tak bisa menemanimu lagi. Tapi aku harap kau bisa menemukan pria lain yang akan menyayangimu melebihi diriku. Selamat tinggal, Sayang.
Perlahan roh Joshua menghilang.