Tidak selamanya kasih sayang seorang ibu itu benar dimata anaknya.
Namun disaat sang anak kehilangan kasih sayang tersebut maka penyesalan luar biasa yang akan dia dapatkan dan akan merasakan bahwa kasih sayang ibu adalah yang terbaik.
#LEBIH BAIK MENYESAL SEKARANG DARI PADA MENYESAL SELAMANYA DIKEMUDIAN HARI#
Daniela adalah seorang anak yg dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya.
Segala hal positif dibekalkan kepadanya mulai dari seni, bela diri dan nasehat-nasehat yang berguna.
Kedekatan Daniela ke maminya seperti teman dan sahabat.
Mami adalah tempatnya berbagi suka dan duka saat banyaknya pergumulan dalam hati dan pikirannya. Entah itu tentang pertemanannya sampai perasaan ketertarikannya kepada lawan jenis.
Suatu sore ditaman belakang rumah seperti biasa waktu quality time saat tidak ada kegiatan diluar rumah.
" Mami.... Lala kalau dekat kakak kelas yang cakep banget tapi lebih cakep papi, kok disini ( sambil menjunjuk dadanya) berdebar-debar dan muka Lala jadi panas? " tanya Lala ke maminya.
Sambil menikmati sore ditemani secangkir teh dengan pemandangan kolam ikan serta gemericik air dari kolam tersebut, mami tersenyum manis senyum yang sangat menenangkan siapaun yang melihatnya.
" Adek... perasaan itu wajar adek rasakan. " Jawab mami dengan lemah lembut.
" Kenapa mami... jantung Lala sehatkan mi? " tanya Lala kembali karena penasaran.
Itulah me time yang menghasilkan sebuah prinsip yang selalu dibawa Daniela sampai kuliah.
Namun semua itu hancur pada saat Daniela kuliah semester akhir dan berkenalan dengan teman yang tidak dikenalkan ke maminya. Tetapi apakah mami tidak tahu?
Jawabnya mami tahu namun mami hanya ingin kejujuran dari Lalanya.
Dengan sabar mami menunggu namun Lalanya tidak ada niatan untuk jujur. Hingga dengan berat hati akhirnya mami bertanya. Namun bukan jawaban kejujuran yang didapat tapi sebuah bentakan karena emosi dan tindakan diluar perkiraan. Lalanya memilih keluar dari rumah.
Rumah yang memberikan kasih sayang dan kehangatan.
Dengan perasaan hancur dan hati tercabik-cabik mami melepaskan Daniela untuk keluar dari zona aman dan nyamannya menghadapi dunia luar.
Sedih, sakit dan menahan kerinduan untuk Lalanya mami selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya.
Setelah keluar dari rumah Lala menonaktifkan semua komunikasi ke maminya, namun Lala masih berkomunikasi dengan papinya meskipun sangat jarang sekali.
Prinsip yang diajarkan maminya dia abaikan semua
#Tidak menjalin hubungan sebelum dapat berdiri diatas kaki sendiri.
#Menyaring pergaulan serta fokus pada prioritas utama.
Dengan biaya dari papi Lala menjalani kehidupan diluar lingkungan rumah nya.
Setelah berbulan-bulan Lala belajar mandiri tanpa mami, banyak rintangan dan ujian yang dihadapi.
Sampai suatu hari tepatnya dihari ulang tahun mami tiba-tiba Lala rindu mami. Saat duduk sendiri di kamar kos-kosannya, sayup-sayup Lala mendengar lagu "BUNDA" begitu syahdu sampai-sampai tak terasa air mata jatuh.
"Mami... Happy birthday, Lala rindu. " gumamnya
Segera Lala mengambil kunci motor dan melaju menuju rumahnya.
Betapa terkejutnya Lala mendapati rumahnya ramai. Dengan cepat Lala lari kedalam rumah dan mendapati sang papi duduk lemah disamping jenazah yang tertutup.
"Papi... ini tidak mungkin kan? " tanya Lala seraya bergetar
"Semua sudah menjadi kehendak Yang Kuasa dek. " jawab papi lemah namun bersikap tegar.
"Kenapa papi tidak mengabari Lala
, pi? " sambung Lala sambil menangis
"Lihat notif HP mu dek... . " ujar papi seraya megusap lembut kepala Lala
Buru-buru Lala melihat HP nya dan benar puluhan panggilan masuk dari kemarin. Kemudian papi menyodorkan secarik kertas dan Lala membuka nya
ADEK... MAAFKAN KESALAHAN MAMI SELAMA INI
MAMI KANGEN ADEK
Lala menangis bersimpuh di kaki sang mami dan meminta maaf atas semua kesalahannya.
Tidak terasa sudah satu tahun kepergian mami. Tepat dihari ulang tahun alm.mami Lala menyenandungkan sebuah lagu
Kubuka album biru
penuh debu dan usang
kupandangi semua gambar diri
kecil putih belum bernoda
---------------------
kata mereka diriku selalu dimanja
kata mereka diriku selalu ditimang
Menetes air mata Lala mengenang kebersamaan bersama sang mami
"Mami.... Lala rindu... " gumam Lala
SAAT SEORANG IBU SALAH... " TEGUR LAH"
KARENA SEORANG IBU JUGA MANUSIA YANG PASTI DAPAT MELAKUKAN KESALAHAN
Terimakasih sudah berkenan membaca cerpen perdana saya
sampai jumpa di cerpen selanjutnya.