Alexter menatap tubuh ringkih sang istri yang kini sudah terbaring lemah diatas brankar rumah sakit dengan perasaan bercampur aduk.Tubuhnya gemetaran menahan isak tangis yang iya pendam.Langkahnya hampir limbung disaat melihat wanita yang pernah mencintainya tanpa sebarang syarat sejak kian lama.Pelbagai alat medis menempel di pelbagai bahagian tubuh wanita itu setelah pasca operasi.Disaat wanita itu sedang baring dalam keadaan sekarat,sekilas ingatannya tentang sang isteri menerpa ingatnya.Betapa kejamnya dia bersikap kapada wanita yang pernah menjadi sahabat kecilnya dan kini menjadi istri kepada seorang Alexter Mangelo.
Flashback on.
"Lex,aku menerima lamaran ibu bukan karena mencintai kamu.Tapi karena aku tidak mau mengecewakan ibu.Aku akui aku pernah menyukai kamu.Tapi itu dulu.Sekarang kau sudah miliki Antasya, keputusan ada ditangan kamu."
Ada senyuman yang terukir indah dibibir Sarenna saat dia mengungkap kata-kata itu.Namun malangnya Alexter tidak pernah menyintai dirinya.Meskipun mereka sudah kenal lebih dari sepuluh tahun,Alexter tidak bisa mencintai Sarenna.Ini karena hatinya sudah terpaut pada cinta Antasya.
"Sakit hatikah dia.Patah hatikah dia saat dia mengetahui aku mencintai Antasya sedangkan aku tau dia mencintaiku segenap hidupnya."
Itulah yang Alexter katakan pada dirinya sendiri tidak lama setelah dia mengatakan dia mencintai Antasya dihadapan Sarenna.Terlihat jelas raut wajah wanita itu berubah saat dia berkongsi kabar baik ini dengan Sarenna.
"Jika dia yang kau pilih.Aku akan mendukung kamu."
"Pergilah temui dia.Aku baik-baik saja disini.Bukankah pernikahan kita hanya sebatas kontrak yang menguntungkan.Aku tidak akan mencampuri urusan kamu dengan Antasya."
Dia masih bisa tersenyum saat Antasya memanggilnya lewat ponsel meskipun waktu itu sudah jauh malam.Namun Sarenna tidak pernah masalah dengan hal itu.
"Tidakkah hatinya terusik sedikitpun saat melihat suaminya keluar dengan perempuan lain.Apakah dia tidak pernah anggap aku ada?Adakah aku tidak beerti buatnya?"
Pertanyaan yang lain mulai mengusik perasaannya Alexter saat pernikahan mereka sudah berjalan satu tahun.Selama satu tahun,Sarenna seolah-olah membiarkan dirinya seperti diselingkuhi secara terang-terangan.Apakah di dalam hatinya benar-benar hanya mau membahagiakan sang ibu dan mengabaikan kebahagian sendiri?
Entah berapa lama hal ini sudah berlaku.Sehingga Alexter mulai terbiasa dengan dua wanita dalam hidupnya.Yang satu isteri,dan yang lainnya adalah kekasih.Yang menyedihkan,dia selalu menghabiskan waktunya dengan sang kekasih dan mengabaikan sang isteri.
Sehingga entah mengapa,satu hari terjadi pertengkaran hebat diantara mereka bertiga dan menyebabkan Antasya si buah hati pergi.Alexter menyalahkan Sarenna karena Antasya pergi dari kehidupan Alexter.
Dalam tiga tahun pernikahan mereka,tiada lagi kehangatan yang Sarenna mahupun Alexter rasakan.Alexter sentiasa bersikap dingin dan ketus dengan Sarenna.Namun wanita tampak biasa-biasa saja menanggapi pria yang sudah bergelar suaminya selama tiga tahun terakhir.
"Jika Antasya pioritasmu,kejarlah dia kembali.Aku akan mundur dari kehidupan kamu.Maka itu kamu bebas untuk mengejarnya tanpa sebarang kekhawatiran dan beban."Ujar Sarenna datar.
"Apa!mengejar tanpa beban?Kau sungguh munafik Ren.Dimana letaknya rasa hormat dan janji yang kau ucapan saat kau mau membahagiakan ibuku.Kau sungguh pintar berkilah.Ternyata hatimu hitam seperti arang."Desis Alexter tidak suka dan benci.
Bahkan dia dengan teganya datang tangan keatas tubuh wanita yang pernah dia janji untuk jaga dari kedua-dua orang tuanya.Malah dia melukai wanita itu karena selingkuhannya.Apa perkataan yang lebih cocok dengan pria yang sudah memiliki istri tapi memiliki wanita lain diluar sana jika bukan selingkuhan?
Tiga tahun kemudian,Antasya kembali lagi dan mengatakan bahawa dialah yang salah.Semua kesalahpahaman terselesaikan.Tapi meninggalkan kesan luka yang dalam pada hati Sarenna.Sejak Antasya kembali,Sarenna berubah total.Tiada Sarenna yang tersenyum hangat.Tiada Sarenna yang ceria.Kini tergantikan dengan perubahan sikap yang baru.Sarenna yang dingin dan selalu berwajah suram.Tiada senyuman hangat lagi terlihat dari bibir indah itu.
Sebulan setelah ibu Alexter pergi,Sarenna memutuskan untuk pergi dari kehidupan Alexter.
"Selangkah kamu pergi dari rumah ini,kau bukan istriku lagi."
Dengan kata yang amat kejam tanpa berpikir kedua kalinya dia sendiri mengusir wanita yang pernah dikenalinya selama lebih dari sepuluh tahun itu tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
"Aku rela bermadu.Ku ijinkan kau menikah lagi.Tiada siapa yang akan menghalangi jalan kamu untuk berbahagia dengan Antasya termasuklah almahrum ibumu sendiri.Aku hanya mau sendiri."Ujar Sarenna dengan mengheret koper berukuran sedang ditangannya.
Alexter melihat Sarenna mengheret koper nya menuju pintu utama.Dengan perasaan yang kesal sekali lagi berkata.
"Aku tidak main dengan ucapan ku.Selangkah kau melangkah keluar dari rumah ini,kamu bukan istriku lagi."
Sebenarnya Alexter hanya akal-akalan saja mengucapkan kata itu agar Sarenna tidak pergi.Dia tau dia bersalah karena bersikap kasar terhadap Sarenna hanya semata-mata melampiaskan rasa kesalnya akan pemergian Antasya.Dia tidak mau tali persahabatan yang terjalin lama putus begitu saja karena kobodohannya sendiri.Dia tidak mau hal itu terjadi.Jika tidak buruklah dampaknya pada kedua-dua keluarga.
Sarenna melangkah pergi dengan koper sederhana miliknya.
"Sarenna,kamu!"Desisnya dengan rahang yang sudah mengeras kesal.
"Jika itu yang kau mau,biarlah aku pergi.Mulai sekarang tiada lagi penghalang hubungan kalian.Kamu boleh bertemu dengan Antasya tanpa perlu rasa khawatir dan beban.Aku lepaskan kamu untuk dia yang kau cinta dan agungkan."
Dengan air mata yang disembunyikan di celah pelupuk mata,Sarenna pergi dengan rasa sakit hati yang paling dalam.Melepaskan lelaki yang dia cintai selama hampir seluruh hidup mereka membesar bersama-sama.Dia pergi tanpa menoleh kebelakang lagi sebagai petanda dia tidak akan mundur dari keputusan yang iya telah ambil.
Dua bulan berlalu begitu saja.Keberadaan Sarenna juga tidak bisa iya pastikan.Wanita itu benar-benar mengilang dari radar bumi.Bahkan dia sudah mencari sang istri kemana-mana saja.Hubungan dia dengan Antasya juga tidak bertambah baik sejak Sarenna pergi.Rupa-rupanya wanita yang dia cintai itu memiliki makna terselubung agar pernikahan dia dengan Sarenna berantakan.Dia menyesal kini karena menyia-nyiakan wanita sebaik dan berpengertian seperti Shareena.
Namun kini hanya duka yang menyelimuti dirinya.Rasa bersalah yang mengcengkam perasaannya yang tidak adil pada Sarenna.Dia benar-benar menyesal.
Beberapa minggu setelah dia dan Antasya berpisah, kedua-dua orang tua Sarenna datang kepadanya dengan amplop ditangan.Dengan kerutan yang jelas diwajah Alexter dia mengambil amplop berwarna coklat terang dari tangan Regan,ayah kepada Sarenna.
Ternyata laporan medis Shareena.
"I..ini.Tidak mungkin.Pa,ini tidak mungkin bukan?"
Tangan Alexter bergetar hebat setelah dia membaca laporan medis Sarenna.
"Tumor otak,stadium 3."Lirihnya dengan suara yang terketar-ketar.
Flashback off.
Kini Alexter sudah berada di dalam kamar rawatan Sarenna.Wajah cantik sang istri begitu pusat pasi meskipun sudah dua hari pasca operasi.
"Ren,maaf.Maafin aku karena udah keterlaluan padamu.Aku salah dan aku menyesali perbuatan yang pernah aku lakukan ke kamu.Aku tau kata maaf tidak cukup untuk mengembalikan harga dirimu yang pernah aku injak demi wanita lain yang menjadi duri dalam pernikahan kita.Aku salah.Aku salah."
Dia menangis tergugu-gugu disamping brankar tempat dimana Sarenna baring kini.
"Mulai hari ini,detik ini aku tidak akan biarkan kamu pergi dari hidup ku."Ujarnya sambil menggenggam erat tangan Sarenna.
❤️❤️❤️TAMAT❤️❤️❤️